CATATAN MENGIKUTI UJI KOMPETENSI PENULIS DAN EDITOR BUKU. Bagian 4. Mengikuti Kegiatan Uji Kompetensi Penulis Buku

0
123

Sesuai dengan rancangan kegiatan yang disampaikan oleh penyelenggara, bahwa setelah upacara pembukaan Uji Kompetensi Penulis dan Editor PPSKK  yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau BNSP  bekerja sama dengan LP3 ULM Banjarmasin, Senin, 17 Juni 2019,  maka akan dilanjutkan dengan kegiantan uji kompetensi, baik penulis maupun editor buku. Peserta yang akan mengikuti uji kompetensi terbagi dalam 2 (dua) kelompok, yaitu kelompok penulis buku dan editor buku. Kebanyakannya, dari 57 peserta uji kompetensi merupakan kelompok editor buku, sedangkan kelompok penulis buku hanya 12 peserta.

Kemudian, dalam kelompok penulis buku terbagi lagi menjadi 2  (dua) bagian. Ada sebagian kecil dari 12 peserta uji kompetensi penulis buku mengikuti uji kompetensi dengan melalui tes uji kompetensi, dan sebagian besarnya melalui uji portofolio dan wawancara. Penulis termasuk salah satu peserta yang mengikuti uji kompetensi dengan melalui uji portofolio dan wawancara. Selain itu, berdasarkan informasi dari panitia penyelenggara, bahwa peserta terbanyak yang mengikuti uji kompetensi penulis dan editor buku ini merupakan dosen–dosen dalam lingkup Universita Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin dari berbagai fakultas yang ada. Sementara itu, dari kalangan mahasiswa ULM Banjarmasin dan umum, termasuk penulis dari kalangan guru.

Sebelum kegiatan dimulai, penulis dan anggota kelompok lainnya mengikuti penjelasan teknis uji kompetensi yang disampaikan oleh Bapak Dodi, selaku asesor atau penilai. Beliau menyampaikan informasi umum dan petunjuk teknis yang akan dilalui atau dilakukan oleh peserta uji kompetensi, baik menyampaikan bukti fisik berupa buku yang ber-ISBN sebanyak 3 (tiga) buah maupun kegiatan wawancara. Adapun teknis pelaksanaan uji kompetensi, peserta dipanggil satu per satu beberapa orang oleh asesor, sedangkan peserta yang belum mendapat gilirannya menunggu di ruangan yang sudah disediakan sebelum dipanggil oleh petugas. Setelah mendapat informasi dan penjelasan yang cukup, maka penulis dan peserta lainnya menunggu di ruang yang telah disediakan.

Pemanggilan peserta tidak berdasarkan nomor urut yang telah diberikan oleh petugas di tempat validasi data, namum secara acak.

Dalam pelaksanaan uji kompetensi bagi penulis buku tersebut, peserta yang melalui tes uji kompetensi oleh asesor diuji terlebih dulu, karena mereka menggunakan sistem online dengan komputer yang sudah disediakan panitia. Proses uji kompetensi mulai dilaksanakan sekitar pukul 0945 WIT, dan penulis pun menunggu giliran di ruang tunggu yang telah disediakan. Sekitar pukul 10.00 WIT lebih, penulis dipanggil oleh petugas untuk mengikuti tes kompetensi portofolio dan wawancara. Penulis membawa buku dan perlengkapan  administrasi lainnya ke ruang uji kompetensi.

Proses uji kompetensi yang penulis ikuti ini diawali dengan perkenalan dengan asesor (Dodi) dan bersalaman, kemudian asesor mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan penulisan buku yang selama ini penulis lakukan, termasuk berapa jumlah buku yang sudah diterbitkan sampai saat ini. Penulis pun dengan santai namun serius memberikan jawaban atas beberapa pertanyaan yang diajukan oleh asesor. Banyak yang dapat penulis sampaikan kepada asesor yang terkait dengan aktivitas menulis selama ini, termasuk menulis di blog IGI dan Kompasiana yang dilakukan selama ini secara online. Alhamdulillah, akhirnya proses wawancara selesai dengan waktu sekitar 5 menit.

Penulis kembali ke ruang tunggu, dan oleh beberapa peserta yang ada di ruangan tersebut menanyakan kepada penulis tentang materi soal yang diberikan oleh asesor. Penulis memberikan gambaran umum jawaban yang disampaikan kepada asesor. Intinya, asesor dalam bertanya atau mewawancari sangat familiar dan santai, sehingga suasana uji kompetensi menjadi lebih ‘cair’,tidak tegang atau kaku sebagaimana dibayangkan sebelumnya. Kepada peserta yang ada di ruang tunggu dan belum mendapat giliran diwawancari agar tenang saja, tidak terlalu serius apalagi tegang, khususnya kepada Ibu Diana Mulawarningsih, S.Ag dan Ria Martallata, yang datang jauh-jauh dari Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Selatan.

###1518###

 

Views All Time
Views All Time
82
Views Today
Views Today
1
Previous articleCATATAN MENGIKUTI UJI KOMPETENSI PENULIS DAN EDITOR BUKU. Bagian 3. Mengikuti Upacara Pembukaan
Next articleCATATAN MENGIKUTI UJI KOMPETENSI PENULIS DAN EDITOR BUKU. Bagian 5. Karya dan Kompetensi Peserta
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY