CATATAN MENGIKUTI UJI KOMPETENSI PENULIS DAN EDITOR BUKU. Bagian 8. Serba Serbi Saat Kegiatan

0
11

Kegiatan uji kompetensi penulis dan editor buku yang digelar pada Senin, 17 Juni 2019 di LP3 ULM Banjarmasin berdasarkan informasi yang penulis terima sebelumnya berlaku untuk umum, Namun, dalam kenyataannya peserta yang mengikuti kegiatan tersebut  mayoritas diikuti oleh dosen di lingkungan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), sedangkan dari peserta lain dari kalangan umum dapat dihitung dengan jari dari 57 peserta saat itu. Kenyataan ini membuat penulis sedikit bingung, karena dari salah satu pesertanya ada dari dosen penulis saat kuliah puluhan tahun yang lalu, yaitu Dr. H.Sarbaini, M.Pd.

Berdasarkan daftar peserta uji kompetensi penulis dan editor buku memang menunjukkan bahwa peserta yang mengikuti kegiatan ini bukan peserta biasa yang penulis bayangkan sebelumnya. Ternyata pesertanya mayoritas dari kalangan dosen senior yang telah banyak menulis buku tentang dunia pendidikan, termasuk dosen penulis saat kuliah puluhan tahun yang lalu. Informasi ini semakin jelas ketika penyampaian laporan dari panitia penyelenggara dan sambutan Ketua LP3 ULM Banjarmasin, Prof. Dr.Suratno,M.Pd. Penulis merasa beruntung sekali dapat mengikuti kegiatan ini, karena jarang sekali dapat bertemu dan satu ‘level’ sebagai peserta dalam kegiatan yang bertajuk ‘ uji kompetensi’ dengan para dosen senior.

Saat menunggu panggilan sebelum mendapat giliran uji kompetensi, peserta dikumpulkan dalam ruang tunggu berdasarkan bidang kompetensi yang akan diikutinya. Ada kelompok uji kompetensi penulis buku, dan ada pula kelompok editor buku. Penulis tergabung dengan kelompok uji kompetensi penulis buku yang berjumlah 12 peserta, mayoritas pesertanya dari kalangan dosen di lingkungan kampus ULM Banjarmasin, hanya penulis dan Ibu Diana Mulawarningsih, S.Ag dan Ria Martallata, yang berasal dari Ikatan Guru Indonesia (IGI) Katingan, Kalimantan Tengah yang berasal dari kalangan guru.

Pemanggilan peserta masuk uji kompetensi dilakukan secara acak, bukan beradasarkan nomor urut yang diberikan saat validasi kepesertaan sebelumnya. Saat validasi kepesertaan tersebut, semua peserta mendapatkan nomor dan nama asesor yang akan menguji kompetensi peserta. Penulis mendapatkan nonor urut 10 dengan asesor atau penguji Dodi. Namun dalam pelaksanaan uji kompetensi, penulis mendapatkan pemanggilan masuk ruang uji kompetensi lebih awal dibandingkan dengan peserta yang mendapatkan nomor urut lebih kecil lagi. Sekitar 10 menit penulis mengukui uji kompetensi dengan melalui portofolio dan wawancara dengan asesor atau pengujinya Bapak Dodi yang berasal dari Jakarta.

Sebenarnya, peserta yang sudah mendapatkan giliran uji kompetensi dapat pulang, tetapi penulis menunggu beberapa waktu, karena kawan penulis Ibu Diana Mulawarningsih, S.Ag dan Ria Martallata, yang berasal dari Ikatan Guru Indonesia (IGI) Katingan, Kalimantan Tengah belum mendapatkan giliran uji kompetensi. Keduanya setelah selesai akan penulis antarkan kembali ke hotel tempat penginapan, oleh sebab itu penulis harus menunggu hingga kedua kawan tersebut selesai mengikuti uji kompetensinya  serta menunggu informasi selanjutnya dari pihak panitia penyelenggara.

Sambil menunggu selesainya proses uji kompetensi kedua kawan dari Katingan, Kalteng tersebut, penulis beristirahat keluar ruang tunggu untuk melihat situasi sekitar gedung LP3 ULM Banjarmasin. Penulis bersilaturrahim dan berbincang-bincang dengan dosen penulis saat kuliah beberapa puluh tahun lalu, yaitu DR. H.Sarbaini, M.Pd, yang kebetulan ruang kerja beliau di seberang ruang tunggu yang penulis tempati di lantai II gedung LP3 ULM Banjarmasin. Beliau sekarang menjabat sebagai Ketua Unit Pelaksana Teknis Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Mata Kuliah Kehidupan Bermasyarakat (UPT MBK-MBB ULM), sebuah unit kerja yang mengkoordinir dosen mata kuliah yang berkaitan dengan pengembangan kepribadian di lingkungan kampus ULM Banjarmasin.

###1522###

 

Views All Time
Views All Time
17
Views Today
Views Today
1
Previous articleMEMBANGUN SINERGITAS KELUARGA DAN SEKOLAH. (Menyambut Peringatan Hari Keluarga Nasional Ke-26)
Next articleCATATAN MENGIKUTI UJI KOMPETENSI PENULIS DAN EDITOR BUKU. Bagian 9 . Serba Serbi Pasca Kegiatan
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY