CATATAN MENJADI KPPS PEMILU 2019. Bagian 7. Melakukan Proses Perhitungan Suara DPRD Provinsi Kalimantan Selatan

0
24

Seusai shalat Magrib dan makan malam, maka proses perhitungan perolehan surat suara pada pemilihan umum Rabu, 17 April 2019 kembali dilanjutkan. Perhitungan hasil perolehan surat suara dimulai sekitar pukul 19.00 WIT, penulis awali dengan membuka kunci kotak surat suara calon DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.  Setelah kotak terbuka, penulis segera mencari kertas surat suara yang kurang saat perhitungan surat suara DPD RI sebelumnya. Syukur alhamdulillah, surat suara DPD RI yang dicari ditemukan, sehingga membuat kami dapat menuntaskan perhitungan surat suara DPD RI yang ada.

Penulis dan anggota KPPS TPS 8 Atu-Atu Pelaihari masih semangat untuk melaksanakan tugas melakukan proses perhitungan suara bagi calon anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, meski penulis dan anggota KPPS tidak sempat mandi apalagi intirahat bersama keluarga di rumah sambil menyaksikan tayangan televisi yang banyak diisi dengan hasil hitung cepat pemilihan umum presiden dan wakil pre4siden. Dengan memakai pakaian yang sejak tadi pagi, kami harus berpacu dengan waktu menyelesaikan perhitungan surat suara agar dapat segera diketahui hasilnya.

Kembali, tumpukan surat suara ditata sedemikian rupa seraya menghitung jumlah surat suara menyesuaikan dengan data jumlah pemilih dari surat suara sebelumnya. Patokan jumlah surat suara sebelumnya adalah sebanyak 154, sehingga semua surat suara dalam kotak suara yang belum terhitung semestinya juga sama jumlahnya dengan surat suara sebelumnya. Dalam perhitungan surat suara DPRD provinsi ini, kembali penulis membantu anggota KPPS yang membuka dan memeriksa hasil pencoblosan kertas surat suara agar hasil pemeriksaan lebih akurat. Penulis memeriksakan coblosan pada kertas surat suara bagian belakang, karena ada kemungkinan coblosan tidak nampak pada sisi atau bagian depan.

Pemeriksaan kertas surat suara hasil coblosan pemilih pada malam hari tersebut dapat terbantu dengan adanya sinar lampu yang berada di plafon, terasa lebih mudah menemukan lobang hasil coblosan dari pada siang harinya. Proses pemeriksaan dan perhitungan surat suara calong anggota DPRD provinsi ini memang cukup rumit, karena jumlah banyak jumlah partai politik dan calon anggota legislatif. Jumlah partai politiknya sama saja dengan kertas surat suara pada DPR RI, namun pada jumlah calon anggota DPRD lebih banyak jumlah dari pada DPR RI.

Malam semakin larut dan kondisi fisik juga mulai lelah, terlebih lagi mata juga mulai mengantuk. Perhitungan surat suara hasil pemilihan umum anggota DPRD provinsi harus tetap dilanjutkan, sehingga pada sekitar pukul 20.15 WIT dapat dilaksanakan dengan tuntas. Hasil perhitungan surat suara anggota DPRD provinsi tersebut secara umum dapat digambarkan sebagai berikut : (1) Jumlah suara sah sebanyak 137 lembar; dan (2) Jumlah suara tidak sah sebanyak 17 lembar. Dari   data yang diperoleh pada perhitungan surat suara DPRD provinsi ini ada 4 dari 14 partai politik yang tidak memperoleh suara alias kosong.

 

###1454###

Views All Time
Views All Time
43
Views Today
Views Today
1
Previous articleCATATAN MENJADI KPPS PEMILU 2019. Bagian 3. Pelaksanaan Pemungutan Suara
Next articleBagian 1. Satu Malam Menuju Pemilu 2019
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY