CATATAN MENJADI KPPS PEMILU 2019. Bagian 8. Melakukan Proses Perhitungan Suara DPRD Kabupaten Tanah Laut

0
17

Proses perhitungan hasil pemilihan umum, Rabu , 17 April 2019, di TPS 8 Atu-Atu Pelaihari terus berlanjut setelah menyelesaikan perhitungan surat suara anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan yang dapat dituntaskan pada pukul 21.15 WIT.  penulis selaku Ketua KPPS bersama dengan anggota berupaya menyelesaikan proses perhitungan surat suara sebelum pukul 24.00 WIT, karena masih ada kegiatan pencatatan dan pelaporan hasil perhitungan surat suara. Oleh sebab itu, proses perhitungan surat suara dilakukan secara marathon, agar tidak terlalu malam selesainya.

Kondisi fisik semakin menurun, terlebih lagi rasa kantuk yang tidak dapat dtahan menjelang proses perhitungan surat suara anggota DPRD kabupaten/kota. Adapun semangat yang masih tersisa dalam proses perhitungan surat suara tersebut adalah keingintahuan perolehan atau hasil pemilihan umum untuk anggota DPRD kabupaten sendiri. Motivasi kuat untuk melihat siapa saja calon DPRD Kabupaten Tanah Laut yang memperoleh suara terbanyak dan berpotensi duduk menjadi anggota dewan menjadi salah satu pemicu dan motivasi anggota KPPS, saksi, dan warga masyarakat sekitar TPS pada malam itu.

Setelah kotak suara penulis buka  dan diletakkan di atas meja, maka  kemudian disusun sedemikian rupa oleh anggota KPPS lainnya untuk memudahkan perhitungan jumlah surat suara yang ada dalam kotak. Sama seperti surat suara sebelumnya, surat suara disusun dalam 10 buah dan ditumpuk secara berurutan, sehingga dapat dengan mudah menghitung jumlahnya.  Kemudian, satu per satu surat suara dibuka dan diletakkan di atas meja guna memudahkan petugas pemeriksa dan penghitung surat suara sah atau tidak.

Penulis juga kembali membantu petugas pemeriksa dan penghitung surat suara yang sah atau tidak sah untuk membantu proses pemeriksaan kertas surat suara yang berlobang atau tercoblos. Posisi penulis ada di bagian atau sisi belakang kertas surat suara, karena terkadang dari depan tidak terlihat dengan jelas bekas tusukan atau coblosan. Petugas pemeriksa dan pengesah surat suara berada tidak jauh dengan lampu yang bersinar terang, sehingga ketika surat suara itu diangkat dan didekatkan dengan lampu tersebut, maka akan dapat terlihat bekas tusukan paku di kertas tersebut.

Proses perhitungan surat suara pemilihan umum anggota DPRD kabupaten/kota mulai dilaksanakan sekitar pukul 21.30 WIT. Semua anggota KPPS aktif berperan dalam proses perhitungan kertas surat suara anggota DPRD kabupaten/kota tersebut, sama dengan tugas dan peran masing-masing anggota KPPS sebelumnya. Perhitungan surat suara anggota DPRD kabupaten/kota ini tidak jauh rumitnya dengan perhitungan surat suara anggota DPRD provinsi, bahkan lebih rumit lagi karena jumlah calon anggotanya lebih banyak lagi dari pada DPRD provinsi.

Namun, dengan sisa tenaga dan serangan kantuk yang luar biasa, akhirnya proses perhitungan calon anggota DPRD kabupetan/kota  dapat diselesaikan dengan pada sekitar pukul 22.45 WIT.  Adapun hasil proses perhitungan surat suara anggota DPRD kabupaten/kota secara umum sebagai berikut : (1) Jumlah surat suara sah sebanyak 147 lembar; dan (2) Jumlah surat suara tidak sah sebanyak 7 lembar. Sedangkan partai politik yang mendapatkan dukungan suara dari pemilih yang tidak mendapat suara  sebanyak 5 dari 14 partai politik yang ikut pemilihan umum.

 

###1455###

 

Views All Time
Views All Time
22
Views Today
Views Today
1
Previous articleCATATAN MENJADI KPPS PEMILU 2019. Bagian 9. Mengisi Format dan Penyerahan Hasil Pemilihan Umum
Next articleMENUJU 100 PESERTA WORKSHOP ONLINE SAGUSABLOG-20 DASAR
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY