CATATAN MENJADI KPPS PEMILU 2019. Bagian 9. Mengisi Format dan Penyerahan Hasil Pemilihan Umum

0
23

Setelah selesai melakukan proses perhitungan surat suara calon anggota DPRD kabupaten/kota pada sekitar pukul 23.00 WIT, maka dilanjutkan ke tahapan berikutnya.  Tahapan selanjutnya yang harus dilakukan setelah proses perhitungan hasil perolehan surat suara dalam pemilihan umum pada Rabu, 17 April 2019 adalah mencatat atau menyalin kembali hasil  perhitungan tersebut ke berita acara dan berbagai model isian lainnya secara manual.

Proses perhitungan surat suara telah selesai dan hasilnya pun disahkan serta diterima oleh saksi, maka kegiatan berikutnya  menyalin hasil tersebut  ke format dan isiannya yang telah disediakan, seperti berita acara, laporan hasil perhitungan, dan sebagainya. Penulis selaku ketua, mengatur pembagian tugas kepada anggota KPPS  untuk menyelesaikan tahapan terakhir ini agar dapat diselesaikan secepatnya, mengingat waktu sudah larut malam dan kondisi fisik juga sangat letih serta mengantuk.

Tugas menyelesaikan penulisan atau pengisian format dan isiannya yang lumayan banyak tersebut diserahkan kepada anggota KPPS yang masih muda  atau yunior , karena mereka terlihat masih mampu melakukan tugas tersebut. Ada 4 (empat) orang yang bertugas mengisi format dan isian yang ada, tentu dengan arahan dan bimbingan ketua dan anggota KPPS senior dan telah berpengalaman sebelumnya. Bagi penulis, pengalaman 5 tahun yang lalu kembali dipakai dalam proses penulisan berbagai format dan isian tersebut.

Ternyata tidak sedikit format dan isian yang harus ditulis, terlebih lagi harus ditulis menjadi masing-masing 5 rangkap, sehingga sangat melelahkan menulisnya ketika dalam kondisi fisik yang lelah dan mata yang mengantuk.  Oleh sebab itu, para petugas yang menulis ini harus selalu dibimbing dan diperiksa hasilnya agar tidak ada kekeliruan penulisan dan perhitungan, karena dalam penulisan tersebut diharapkan tanpa kesalahan tulis atau tanpa coretan.

Sementara itu, para saksi partai politik masih juga bertahan menunggu proses penulisan format dan isian selesai ditulis, karena mereka nantinya ketika pulang harus membawa hasil laporan yang tengah diisi oleh petugas KPPS tersebut, sehingga para saksi tetap bertahan hingga tuntas semuanya. Sedangkan penulis dan anggota KPPS lainnya menata dan menyusun berkas-berkas yang harus dimasukkan ke dalam kotak yang akan dikirim ke PPS, seperti surat suara yang terpakai/sah, surat suara yang rusak, suarat suara yang tidak terpakai atau sisa, dan berbagai dokumen penting lainnya.

Proses dan kegiatan penulisan format dan isian serta penataan dan penyusunan dokumen dan segala sesuatunya yang akan dikirim kembali ke PPS selesai pada sekitar pukul 03.00 WIT. Setelah semuanya selesai dan disiapkan akan dikirim kembali ke PPS, maka petugas pengawas dari Bawaslu Kabupaten Tanah Laut menghubungi pihak petugas PPK dan PPS  untuk datang ke TPS 8 ini guna memeriksa dan memastikan bahwa seluruh pengisian format dan isian serta kelengkapan dokumen yang diperlukan sesuai dengan ketentuan.

Ternyata pihak petugas PPK dan PPS yang dihubungi baru datang sekitar 1 (satu) jam kemudian, karena mereka juga sangat sibuk melakukan tugasnya. Selama menunggu kedatangan petugas PPK dan PPS tersebut, kami tetap berada di TPS sambil tidur-tiduran di tempat duduk masing-masing atau rebahan di lantai untuk sedikit mengurangi rasa lelah dan kantuk. Akhirnya, sekitar pukul 04.15 WIT petugas PPK dan PPS yang ditunggu datang untuk memeriksan dan membawa berkas serta seluruh kelengkapan pelaksanaan pemilihan umum di TPS 8 Atu-Atu Pelaihari. Proses pemeriksaan dokumen,data, dan kelengkapan yang akan dibawa kembali ke posko PPS desa berlangsung sekitar 30 menit, sehingga baru tuntas pada sekitar pukul 04.45 WIT. Dengan demikian, tugas negara menyelenggarakan pemilihan umum pada Rabu, 17 April 2019 telah selesai.

###1456###

 

Views All Time
Views All Time
20
Views Today
Views Today
1
Previous article20 MENTOR NASIONAL SAGUSABLOG BERKOLABORASI MENSUKSESKAN SAGUSABLOG-20
Next articleCATATAN MENJADI KPPS PEMILU 2019. Bagian 8. Melakukan Proses Perhitungan Suara DPRD Kabupaten Tanah Laut
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY