CATATAN MENUJU TANAH SUCI. Bagian 8. Satu Malam di RSUD Idaman Banjarbaru

0
5

Malam itu (malam Ahad, 13 Juli 2019) kami sekeluarga tidak menyangka akan bisa bermalam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Idaman Banjarbaru yang terletak di Jalan Trikora Banjarbaru menjaga nenek kami Kayuh Rasyidi Ahmad yang akan berangkat naik haji dan umrah ke Tanah Suci Mekkah.

Memang cerita begitu panjang, akan tetapi setelah dirujuk oleh tim kesehatan Asrama haji embarkasi Banjarmasin di Banjarbaru nenek kami langsung dibawa dengan menggunakan mobil ambulance malam Ahad tersebut untuk dilanjutkan pemeriksaan di RSUD Idaman tersebut.

Perjalanan menuju RSUD Idaman Banjarbaru dari Asrama haji memakan waktu sekitar 15 Menit dan kami dengan mobil sendiri mengiringi mobil ambulance yang membawa nenek penulis dan didamping oleh isteri penulis. Setelah sampai di RSUD Idaman Banjarbaru nenek kami langsung dibawa ke ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat) dan dicek tensi dan diambil darah beliau, sementara penulis ke ruangan pendaftaran untuk selanjutnya diopname di RSUD tersebut.

Setelah dicek kesehatan, penulis mengambil hasil cek darah dan disampaikan oleh dokter jaga bahwa HB nenek kami berada di 10 g/dL dan dengan demikian nenek kami tidak jadi untuk tranfusi darah akan tetapi tetap disarankan untuk opname satu malam.

Kamipun pasrah saja dengan keputusan dokter, dan setelah lama menunggu ruangan, sekitar pukul 01.00 WITA nenek kami dibawa ke ruang rawat inap kelas. Sesampai diruang Mawar nomor 3, nenek kami dibawa masuk ke kamar dan beliau diletakan di atas kasur pasien dan nenek kami langsung tidur karena mungkin kelelahan akibat perjalanan jauh tadi siangnya.

Maka malam itu kami sekeluarga nginap juga di RSUD Idaman Banjarbaru tersebut, padahal rencananya usai mendampingi cek kesehatan nenek kami langsung balik ke Tanah Laut malam itu juga, akan tetapi takdir bercerita lain dan kami nginap juga di “hotel” pesakitan tersebut.

Esok harinya sekitar pukul 10.00 WITA, kami mendatangi petugas jaga dan menanyakan bagaimana kondisi nenek kami dan ternyata nenek kami diperbolehkan untuk kembali ke Asrama dan boleh melanjutkan perjalanan menuju Tanah Suci. Alhamdulillah.

#opini_153#

Views All Time
Views All Time
16
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY