CATATAN PAPARAN MATERI WEBINAR PENDIDIKAN DISDIKBUD TANAH LAUT. Bagian 2. Pembelajaran Di Masa Pandemi COVID-19

0
26

Pada tulisan bagian kedua ini masih menyampaikan sebagian besar dari paparan narasumber Dr.Zaenal Fanani, M.Ed ,Plt. Kepala LPMP Kalimantan Selatan saat webinar pendidikan yang dilaksanakan oleh Disdikbud Tanah Laut pada Rabu, 1 Juli 2020 dimulai dengan membahas tentang kurikulum. Narasumber membuka materi paparannya tentang kurikulum yang sesuai dengan  topik   webinar pendidikan “ Pengelolaan Kurikulum, Pembelajaran, dan Penilaian Di Masa Pandemi COVID-19”.

Pada paparan kali ini membahas tentang pembelajaran di masa pandemi COVID-19 sebagaimana anjuran dari Kemendikbud RI. Ada 3 (tiga) model pembelajaran yang dianjurkan untuk dapat dilakukan dalam proses pembelajaran masa pandemi COVID-19 di sekolah, yaitu : (1) Dalam jaringan atau daring ; (2) Luring atau luar jaringan; dan (3) Kombinasi daring dan luring. Kembali, narasumber menegaskan bahwa kompetensinya tetap.

Pertama. Model dalam jaringan atau daring. Menurut informasi dari narasumber, bahwa LPMP Kalsel beberapa waktu terakhir ini sudah melatih lebih dari 1.000 guru se Kalsel menggunakan teknologi informasi dalam pembelajaran daring. Ada teknologi informasi yang dapat diaplikasi dalam teknologi pembelajaran, ada  yang berupa audi visual, seperti Zoom, Google Meets, Webex Meeting, dan lain-lain , dan  teknologi pembelajaran lainnya.

Sedangkan untuk penilaiannya, guru dapat menggunakan LSM (Learning System Management) atau pengelolaan sistem pembelajaran, seperti melalui Google Classroom, Google Docs, dan sebagainya.  Selanjutnya, Zaenal Fanani menngingatkan bahwa perlu persyaratan lain agar pembelajaran daring dapat dilaksanakan, yaitu adanya jaringan internet. Selain itu, menurut narasumber, siswa dan gurunya punya handphone/hp dan komputer/laptop.

Kedua. Model pembelajaran luring. Kegiatan pembelajaran ini memang mengharuskan guru mendatangi ke rumah siswa, atau siswa yang datang ke sekolah untuk mengambil tugas-tugas. Narasumber mencontoh guru di daerah lain yang menggunakan model luring. Guru mendatangi ke rumah-rumah siswa untuk memberikan pembelajaran atau tugas, dan kemudian mengambil tugas serta memberikan penilaian atas tugas tersebut. “ Agak repot kalau luring, “ ujar narasumber.

Kemudian, Zaenal Fanani menampilkan tayangan skema penggunakan Zoom dalam pembelajaran secara daring. Narasumber secara khusus menjelaskan bagaimana penggunaan aplikasi Zoom yang digunakan guru dalam memberikan pembelajaran secara virtual. Narasumber menganjurkan agar dalam pembelajaran dengan aplikasi Zoom tersebut digunakan beberapa kamera, setidaknya ada 3 (tiga) buah kamera.  Namun demikian, menurut narasumber bahwa model pembelajaran menggunakan Zoom tersebut belum diujizobakan.

Demikian paparan narasumber yang membahas tentang pembelajaran di masa pandemi COVID-19 yang dapat dilakukan oleh guru atau sekolah. Pilihan model pembelajaran apa yang akan dipakai sangat tergantung pada keputusan sekolah atau guru dengan memperhatikan faktor teknis serta nonteknis lainnya. Apakah memilih model luring, daring, atau kombinasi keduanya. Silahkan mencoba mana yang sesuai dan efektif untuk sekolah masing-masing!

#BangkitPendidikanNegeriku

#Dirumahdan MenulisAja

Views All Time
Views All Time
23
Views Today
Views Today
1
Previous articleCATATAN PAPARAN MATERI WEBINAR PENDIDIKAN DISDIKBUD TANAH LAUT. Bagian 1. Kurikulum Di Masa Pandemi COVID-19
Next articleOperator Dapodik Di Hotel Dharma Delli Pusat Kota Medan
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY