CATATAN PEMBUKAAN LOMBA BEST PRACTICE DALAM RANGKA GEBYAR SEKOLAH MODEL SPMI DISDIKBUD TANAH LAUT TAHUN 2019

0
59

Bertempat di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Laut, pada Rabu, 6 November 2019 dilaksanakan kegiatan Lomba Best Practice dalam rangka Diseminasi Gebyar Sekolah Model SPMI Tahun 2019. Kegiatan pembukaan lomba tersebut dihadiri oleh Abdillah, M.Pd  dan H.Dana Saputra selaku  Kepala dan Sekretaris  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut. Acara dimulai pada sekitar pukul 09.00 WITA yang dibuka bersama dengan pembacaan ‘ basmalah’ oleh seluruh hadiriun.

Selanjutnya, sambutan dan pengarahan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut, Abdillah, M.Pd. Dalam sambutannya, Abdillah, M.Pd menyampaikan bahwa Lomba Best Practice bagi sekolah model SPMI merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan di Kabupaten Tanah Laut dan hal tersebut menunjukkan adanya perubahan yang signifikan  dan positif bagi pendidikan di daerah ini. Beliau juga menjelaskan, bahwa untuk menjadi yang terbaik harus ada sistem kompetisi  yang positif pula.

Diharapkan beliau, agar sekolah model SPMI yang mengikuti kegiatan tersebut mampu menampilkan sikap yang menjadi contoh teladan bagi sekolah lainnya, karena menyandang sebagai sekolah model, maka akan menjadi dicontoh dan menjadi sorotan oleh masyarakat. Sekolah model dapat menjadi incaran bagi orangtua yang akan memasukkan anaknya untuk bersekolah di sekolah tersebut. Sekarang ini, masyarakat mengalami proses perubahan, termasuk dalam pola layanan. Kini, sudah memasuki era masyarakat layanan. Oleh sebab itu, perlu perubahan, dan salah satucontoh perubahan tersebut dalam masalah layan transpormasi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut juga mengingatkan agar sekolah, khususnya sekolah negeri, untuk dapat bersaing dengan sekolah swasta yang kini mulai menjadi incaran orangtua dalam menyekolahkan anak-naknya. Melalui kegiatan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) dan sekolah model SPMI diharapkan akan dapat menjawab ekspektasi masyarakat terhadap sekolah yang kini mengalami perubahan yang signifikan. Sekolah jangan lagi seperti judul lagu “ Aku Masih Seperti yang Dulu”, tetapi sekolah yang ditunggu-tunggu oleh orangtua calon siswa kapan sekolah tersebut membuka pendaftaran siswa baru.

Lebih jauh dikatakan, bahwa sekolah harus mampu menjawab ekspektasi masyarakat, mengikuti perkembangan kemajuan teknologi informasi, dan mengikuti proses kompetensi yang ketat. Beliau berharap, setelah adanya kegiatan gebyar sekolah model SPMI ini ke depan sekolah model SPMI mampu memberikan harapan yang baik kepada masyarakat. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut, Abdillah, M.Pd, juga bangga dengan atas terlaksananya kegiatan gebyar sekolah model SPMI dan menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah berparan aktif selama  ini, seperti LPMP Kalimantan Selatan, tim SPMI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Laut, para pengawas sekolah, dan sebagainya.

Kemudian, setelah memberikan sambutan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut membuka secara resmi Lomba Best Practice dalam rangka gebyar sekolah model SPMI yang diikuti sebanyak 20 sekolah, baik tingkat SD, SMP, dan SMA, dengan membaca ‘ basmalah’. Rangkaian acara pembukaan Lomba Best Practice dalam rangka gebyar sekolah model SPMI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Hamdani, S.Pd, M.M.Pd, selaku Pengawas   Sekolah. Seluruh rangkaian upacara pembukaan berakhir pada sekitar pukul 09.30 WITA.

(by.Maslani)

 

Views All Time
Views All Time
30
Views Today
Views Today
1
Previous articleCATATAN MENGIKUTI RAKER DISDIKBUD DENGAN BANGGAR DPRD TANAH LAUT
Next articlePENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PADA SMP NEGERI TUJUH MARET HADAKEWA MELALUI SUPERVISI KLINIS
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY