CATATAN PERJALANAN MENDAMPINGI SUPERVISOR DARI KEMENDIKBUD JAKARTA. Bagian 4. Profil Singkat SDS Mitra Makmur Kintap

0
56

Dalam rangka kegiatan pendampingan kepada utusan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta, Iwan Setiawan, M.Pd, di SDS Mitra Makmur Kintap pada Rabu, 20 November 2019, maka penulis juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali informasi mengenai sekolah tersebut. Ibarat kata pepatah “ Sekali mendayung’ dua tiga pulau terlampaui”, atau ‘ Sekali menyelam sambil minum air”.  Tentu, informasi yang akan penulis gali dan kumpulkan berhubungan dengan sekolah dengan segala sumberdaya yang ada di dalam dan sekitarnya.

Berdasarkan profil sekolah yang penulis lihat di ruang kantor sekolah, bahwa SDS Mitra Makmur Kintap ini berdiri dan operasional sejak tahun 2008, dengan izin operasional 982 Tahun 2010, sedangkan status tanah milik PT GMK Timur (Yayasan Damit Mitra Sekawan). Secara lengkap sekolah ini beralamat jalan Goha PT GMK Timur Desa Pasir Putih Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kode Pos70883.

Visi SDS Mitra Makmur Kintap “ Mewujudkan Warga Sekolah yang Terdidik, Terampil, Berbudaya dan Mandiri, dan Agamis”.Dengan misi yaitu : (1) Memantapkan iman dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Es serta mewujudkan budi pekerti luhur dan menanamkan nilai-nilai karakter bangsa sebagai bagian dari penanaman sikap yang terimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari; (2) Meningkatkan prestasi siswa dibidang akademik maupun non akademik; (3) Mengenal dan mencintai bangsa, adat istiadat daerah dan kebudayaannya; dan (4) Meningkatkan kemandirian pada seluruh warga sekolah dalam mengimplementasikan tugas-tugas kependidikan. Sedangkan ‘Branding Sekolah’ SDS Mitra Makmur Kintap ini adalah “ TEBU MANIS”, singkatan dari TErdidik , BerBUdaya, MAndiri, dan AgaMIS.

Kemudian, dari data yang penulis terima, bahwa jumlah siswa SDS Mitra Makmur Kintap pada tahun pelajaran 2019/2020 ini ada sebanyak 166 siswa, yang terdiri dari siswa laki-laki ada 86 orang, sedangkan siswa perempuan sebanyak 80 orang. Berdasarkan pembagian rombongan belajarnya ada 6 (enam) terdiri atas kelas I sampai VI , masing-masing satu rombongan belajar. Siswa di sekolah ini semunya anak-anak  karyawan yang bekerja pada perusahaan kelapa sawit tersebut, yang berasal dari beberapa suku bangsa yang ada di Indonesia, khususnya dari Indonesia bagian Timur. Keberagaman siswa sekolah ini menjadi kelebihan dan tantangan tersendiri bagi guru, karena perlu harus mengenal betul karakter anak dan ragam suku dan budayanya.

Sementara itu, menurut data dalam profil SDS Mitra Makmur Kintap, guru yang bertugas di sekolah ini sebanyak 10 orang, mayoritas berstatus sebagai GTY (Guru Tetap Yayasan). Hanya kepala sekolahnya saja yang berstatus sebagai  ASN (Aparatus Sipil Negara) atau PNS (Pegawai Negeri Sipil). Para guru dengan status GTY mendapatkan gaji yang setara dengan UMK (upah minimum kabupaten) sebagaimana diatur dalam peraturan tentang penggajian karyawan perusahaan perkebunana kelapa sawit tersebut. Selain mendapatkan fasilitas dan bantuan dari pihak manajemen perusahaan, sekolah ini juga sudah mendapatkan BOS (Bantuan opersional sekolah) dari pemerintah.

Sejak berdiri tahun 2008 yang lalu, SDS Mitra Makmur Kintap sudah meluluskan siswanya mulai tahun 2014  hingga sekarang. Pada umumnya siswa yang telah lulus tersebut melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah lanjutan yang ada di luar, karena di di komplek perkebunan tersebut  tidak memiliki sekolah lanjutan sendiri, seperti SMP atau sederajat. Perusahaan menyediakan armada angkutan siswa gratis, mulai jenjang TK,SD, dan sekolah lanjutan lainnya, sehingga cukup memudahkan untuk bersekolah atau melanjutkan sekolah ke luar lingkungan komplek perkebunan.

Views All Time
Views All Time
17
Views Today
Views Today
1
Previous articleCATATAN PERJALANAN MENDAMPINGI SUPERVISOR DARI KEMENDIKBUD JAKARTA. Bagian 3. Mencatat Kegiatan Supervisi
Next articleCatatan Mengikuti Workshop E-Learning
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY