CATATAN PERJALANAN PELAIHARI-KOTABARU. Bagian 10. Sesi Pagi-pagi ke Laut

0
13

Sekitar  pukul 04.45 WITA pada Kamis, 5 September 2019 penulis terbangun . Lalu ke kamar kecil yang ada di dalam kamar tidur tersebut. Sementara itu, Yuliansyah,M.Pd yang tidur di bawah bersama Supian,S.Pd masih terlihat tidur pulas. Tidak berapa lama kemudian mereka berdua bangun dan selanjutnya melaksanakan Shalat Subuh. Hari semakin terang, dan kami pun sudah siap-siap untuk berangkat menuju hotel dekat taman Siring Laut Kotabaru untuk menyelesaikan sedikit urusan.

Sekitar pukul 06.15 WITA kami bertiga sudah siap berangkat dan pamit dengan tuan rumah seraya menyampaikan ucapan terima kasih atas kebaikannya menampung kami bermalam dirumahnya. Mobil pun mulai dikeluarkan dari garasinya. Namun,saat mau berangkat, kakak ipar Supian, S.Pd menginformasikan, bahwa di ujung jalan ini merupakan pantai dari laut yang ada di Kotabaru. Akhirnya, kami pun tertarik untuk melihat lebih dekat, lalu dengan berjalan kaki menuju pantai tersebut, yang jaraknya dari rumah tempat kami  menginap itu sekitar 500 meter.

Kami tidak jadi berangkat lebih pagi ke Taman Siring Laut sebagaimana rencana semula, rencana tersebut berubah ketika melihat dari dekat suasana pagi di kampung nelayan yang tidak jauh dari rumah tempat kami menginap malam itu. Ketika sampai di pantai, ternyata ada jembatan atau titian panjang yang menjorok ke laut, sedangkan di sisi kanannya ada beberapa rumah nelayan yang berada di atas laut. Air laut pagi itu dalam kondisi pasang dan jernih, sehingga dari atas dapat terlihat dari atas titian dapat terllihat ikan yang berenang.

Dari titian yang panjangnya sekitar 30 meter tersebut penulis dapat melihat pemandangan alam sekitar yang indah pada pagi itu. Ketika pemandangan diarahkan ke sisi daratan, maka terlihat pegunungan yang membentang dengan hutan yang terlihat masih lebat. Sedangkan ketika pemandangan ke arah laut, terlihat beberapa kapal besar yang berlabuh di tengah laut yang dilatarbelakangi hutan bakau yang berada di daratan Pulau Kalimantan. Sebuah pemandangan yang menyejukkan mata yang jarang penulis lihat selama ini.

Sementara itu, Yuliansyah, M.Pd dan Supian, S.Pd terlihat asyik mengabadikan pemandangan yang indah pagi itu dengan mengambil foto dan berfoto selfi di atas titian dengan latar belakang kampung  nelayan, laut, dan pegunungan di daratannya. Udara pagi yang sejuk dan pemandangan yang indah membuat kami merasakan sesuatu yang lain dari biasanya. Perpaduan alam yang indah dengan udara yang segar dan sinar matahari yang lembut menyapa bumi dari pegunungan sebelah timur.

Yuliansyah, M.Pd yang hobi memancing sangat tertarik dengan kondisi air laut yang jernih, sehingga katanya membuat tangannya terasa ‘gatal’ untuk melemparkan umpan pancing. Memang benar, dari atas titian yang kami lewati itu nampak ikan-ikan kecil berkeliaran berenang bebas, dan hal itu tentunya sangat menggoda bagi para ‘mancing mania’ untuk mencoba hobi di perairan  laut yang ada di sekitarnya.

Tidak terasa kami hampir setengah jam berada di titian tersebut, sehingga kami memutuskan untuk kembali ke menuju mobil yang sudah dari pagi tadi mau ke Taman Siring Laut Kotabaru. Saat menuju mobil yang ada di depan rumah kakak ipar Supian, S.Pd waktu sekitar pukul 07.00 WITA, dan ketika kami sampai di rumah tersebut, tuan rumahny sudah berangkat ke tempat kerjanya.

####edisikotabaru2019###

Views All Time
Views All Time
27
Views Today
Views Today
1
Previous articleMGMP MATEMATIKA MA PART 3
Next articleCATATAN PERJALANAN PELAIHARI-KOTABARU. Bagian 11. Sesi Kembali ke Taman Siring Laut Lagi
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY