CATATAN PERJALANAN PELAIHARI-KOTABARU. Bagian 21. Sesi Makan Sore di Sungai Loban

0
8

Perjalanan dari Pagatan menuju ke Pelaihari berlanjut setelah mampir sebentar di para penjual oleh yang banyak terdapat di sepanjang jalan sekitar pasar Pagatan. Kami membeli beberapa oleh-oleh khas Pagatan, seperti amplang ikan, krupuk ikan, dan sebagainya. Kemudian, seusai belanja oleh-oleh untuk keluarga di rumah, perjalanan pun kembali dilanjutkan. Sore  itu sekitar pukul 15.40 WITA, Kamis, 5 September 2019.

Mobil terus meluncur hingga sampai di daerah yang banyak berjualan pentol yang terbuat dari daging ikan. Kembali kami mampir di tempat tersebut untuk membeli pentol dan tahu isi daging ikan menambah oleh-oleh yang ada, serta beli pentol ikan untuk dimakan sambil menikmati  pemandangan pantai dan laut yang lagi surut dan tiupan angina yang cukup kencang. Seusai makan pentol ikan, kami meneruskan lagi perjalanan sore itu menuju rumah kami di Pelaihari.

Kondisi cuaca dan terik panas matahari mulai berangsur turun, namun saat pulang ini arah mobil berhadapan langsung dengan sinar matahari sore, sehingga membuat mata menjadi silau, terutama spoin dan penulis yang duduk di depan. Hampir sepanjang jalan dari Pagatan sinar matahari sore kami hadapi, hingga sampai ke luar dari daerah Pagatan. Sementara itu, beberapa titik jalan ada  kerusakan, sehingga  mobil harus dijalankan pelan-pelan.

Pada sore itu juga banyak kendaraan perusahaan batubara yang beroperasi di daerah Sungai Loban dan sekitarnya keluar dari daerah pertambangannya, sehingga kondisi arus lalu lintas di jalan trans Kalimantan tersebut cukup padat. Kondisi demikian kembali membuat laju perjalanan mobil kami melambat, bahkan pada titik tertentu sangat lambat karena adanya kepadatan arus lintas tersebut.

Memasuki daerah Sungai Loban, Tanah Bumbu, arus kendaraaan mulai lancar, dan kecepatan mobil kami juga makin bertambah. Sesuai dengan rencana, kami akan singgah pada  sebuah warung makan di Sungai Loban ini untuk mencari informasi tentang harga makanan guna nantinya digunakan sebagai tempat makan siang rombongan studi banding ke Kotabaru. Mobil kami yang dikemudikan Yuliansyah, M.Pd sempat lewat beberapa meter dari warung tersebut karena mobil berjalan relatif cepat, maka kemudian diputuskan putar balik kea rah Pagatan lagi hingga sampai di warung yang dimaksud.

Kami mampir di warung makan tersebut sekitar pukul  16.15 WITA. Tidak ada pelanggan yang makan pada sore itu, karena sudah sore dan sajian makanannya pun sudah hampir habis. Untung masih ada sedikit ikan dan ayam. Penulis dan Supian, S.Pd memilih ikan bakar lalapan, sedangkan Yuliansyah, M.Pd memesan ayam goreng lalapan. Seusai makan, kembali Yuliansyah, M.Pd dan Supian, S.Pd melanjutkan negosiasi tentang pemesanan makanan untuk makan siang bagi peserta studi banding nantinya. Kami memutuskan untuk memesan makanan di warung ini, karena menu lauknya beragam dan boleh pilih sesuai selera dengan harga yang sama.

Selesai makan dan berurusan dengan penyediaan konsumsi nantinya dalam perjalanan berangkat dan pulang dalam rangka studi banding MKKS SMP Tanah Laut pada tanggal 20-22 September 2019 nanti, maka kami melanjutkan perjalanan pulang ke Pelaihari. Penulis menjadi sopir yang ketiga untuk perjalanan pulang dari Sungai Loban, Tanah Bumbu. Berangkat dari rumah makan di Sungai Loban tersebut sekitar pukul 17.00 WITA.

####edisikotabaru2019###

Views All Time
Views All Time
8
Views Today
Views Today
1
Previous articleBerdo’a dan Tersenyumlah
Next articleAdab-adab Dalam Berdoa Menurut Syariat Islam
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY