CATATAN PERJALANAN PELAIHARI-LOKSADO. Bagian 16. Perjalanan Pulang Kembali ke Pelaihari

0
8

Suasana dalam BUS 001 yang penulis tumpangi pada Minggu malam dalam perjalanan pulang wisata MKKS SMP Tanah Laut dari Loksado pada Minggu, 14 Oktober 2018 terasa sepi, hanya suara vedio musik yang nyaring berkumandang.  Tidak banyak lagi yang bicara atau bercanda seperti pada saat berangkat,  pada Sabtu, 13 Oktober 2018 lalu. Mungkin ini disebabkan oleh faktor kelelahan akibat mengikuti kegiatan perjalanan wisata yang cukup melelahkan seharian penuh.

Deru mesin bus terasa nyaring terdengar saat suara musik yang diputar dikurangi velumenya, sedangkan sebagian penumpangya  ada sedang tidur atau tidur-tiduran. Malam semakin gelap, dan bus melaju menuju kota Pelaihari sebagai titik akhir perjalanan bus, sedangkan penumpangnya akan kembali ke rumahnya dengan menggunakan kendaraan lain lagi. Penumpang dalam BUS 001 ini tidak semuanya dari kota Pelaihari, tetapi juga ada yang dari Jorong dan Takisung.

Sesampai di depan SMPN 2 Bati-Bati, salah satu penumpang bus turun, karena mobilnya dititipkan di sekolah tersebut, sedangkan dia sendiri pulang ke Asam-Asam Jorong.  Bus kembali melanjutkan perjalanan ke arah Pelaihari. Dengan berkurangnya penumpang, maka semakin sunyi suasana di bus.  Dari SMPN 2 Bati-Bati ke Pelaihari masih lagi sekitar 1 jam perjalanan, sedangkan saat menurunkan penumpan tadi waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 19.45 WIT. Jadi, diperkirakan sampai di Pelaihari sekitar pukul 20.45 WIT atau lebih.

Sambil menghilangkan rasa jemu dan menjaga dari kantuk, penulis berbincang-bincang dengan teman duduk sebelah, Yuliansyah, Kepala Sekolah SMPN 1 Takisung. Terkadang ada canda dan tawa dari kawan-kawan yang ada di belakang tempat duduk penulis, tujuannya untuk mencairkan suasana yang terasa sepi dan kaku. Sementara itu, musik video yang diputar bernunasa religius, sehingga makin menambah ke’khusu’an dalam bus malam itu.

Mendekati kota Pelaihari, ada beberapa penumpang bus yang turun sebelum titik akhir bus, yaitu SMPN 2 Pelaihari, seperti saat berangkat sebelumnya.  Adapun yang turun lebih dulu adalah Agus Darmadi, Kepala Sekolah SMPN 1 Batu Ampar, yang turun di desa Panggung, lalu disusul H.Rahmad Safitri, Kepala Sekolah SMPN 9 Pelaihari, dan Agus Riyani, Kepala Sekolah SMPN 3 Takisung, yang turun dekat bundaran Simpang Tiga Angsau.

Selanjutnya, penumpang yang turun adalah Supini, Kepala Sekolah SMPN 8 Pelaihari, yang turun di  seberangnya, lalu Saptadi, Kepala Sekolah SMPN 2 Jorong , yang turun dekat bundaran Simpang Tiga Balirejo. Bus melanjutkan perjalanan melalui jalan Atu-Atu, karena A.Rifa;i , Kepala Sekolah SMPN 12 Pelaihari, dan penulis akan turun di depan rumah A. Rifa;i. Sesampai di depan rumah A.Rifa;i kami turun, dan bus menruskan perjalanannya mengantarkan penumpang yang masih ada di SMPN 2 Pelaihari.

Penulis langsung berangkat menuju ke rumah yang jaraknya sekitar 1 km dari rumah A.Rifa’i dengan menggunakan sepeda motor yang dibawa oleh anak penulis, Muhammad Munawir Akbari, yang sebelumnya sudah dihubungi dan dimana menjemput penulis. Waktu sudah menujukkan pukul 09.30 WIT saat itu penulis sampai di rumah. Alhamdulillah, perjalanan aman dan lancar hingga selamat sampai di rumah kembali.

###1220###

Views All Time
Views All Time
51
Views Today
Views Today
1
Previous articleCATATAN PERJALANAN PELAIHARI-LOKSADO. Bagian 16. Singgah di Masjid Al Karomah Martapura
Next articleALHAMDULILLAH SIAP SUDAH KUMPULAN PETUAH
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY