CATATAN PERJALANAN PELAIHARI-NAGARA – 2017 (bagian 1)

0
35

Memenuhi undangan perkawinan teman kami, Arsadi, alumni DII PMP ULM Banjarmasin tahun 1988, yang melaksanakan resepsi/walimah perkawinan anak tunggalnya pada Sabtu, 2 Desember 2017 di Nagara, sebuah kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Kalsel), maka aku sekeluarga bersama Mastur, teman sesama alumni dari Kotabaru dengan menggunakan mobilku. Kami berangkat dari rumahku di Pelaihari sekitar pukul 06.30 WIT, karena Mastur menginap di rumahku sehingga kami lebih pagi berangkatnya.

Sesampai di Martapura sekitar pukul 07.45 WIT , dan menjemput lagi seorang teman dari Kotabaru, M.Noor yang baru sampai dari Banjarmasin setelah menempuh perjalanan panjang selama hampir 10 jam, kemudian ikut kami dengan lama perjalanan sekitar 4 jam lagi. Sungguh perjalanan panjang yang melelahkan bagi M.Noor demi dapat memenuhi undangan perkawinan sesama alumni DII PMP Banjarmasin ULM.

Setelah menjemput M.Noor, kami meluncur menuju tujuan, yaitu Nagara, sebuah ibukota kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Dari kota Martapura ke Nagara sekitar 120 km, dengan waktu tempuh sekitar 3,5 jam. Perjalanan menuju Nagara pagi itu cuacanya cukup cerah, dan kondisi lalu lintas sangat lancar. Dalam perjalanan ini, diisi dengan perbincangan kami tentang banyak hal.  Mastur berada di samping aku yang menyetir, M.Noor berada di bangku tengah sendirian, sedangkan isteri dan anakku berada di bangku belakang.

Selama perjalanan, Mastur selalu menghubungi teman-teman alumni DII PMP ULM Banjarmasin tahun 1988 yang berada di kota lain, seperti Martapura, Banjarmasin, Banjarbaru, Rantau, Kandangan, Barabai, Amuntai, dan Tanjung yang juga akan memenuhi undangan dan menuju Nagara.  Perjalanan sementara kami hentikan untuk istirahat dan sebagainya, yaitu saat berada di kota Rantau, tepatnya di masjid Darul Aman. Sekitar 15 menit kami beristirahat, kami melanjutkan perjalanan menuju tujuan, saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 09.30 WIT lebih.

Sesampai di kota Kandangan, ibukota Kabupaten HSS, sekitar pukul 10.15 WIT. Saat itu jalan di sekitar kota sebagian ditutup untuk keperluan peringatan Hari Jadi Kabupaten HSS, arus kendaraan diarahkan masuk ke arah pasar dan pemukiman  yang jalannya sempit. Tidak berapa kami melintas dalam kota Kandangan, akhirnya dapat menembus kembali ke jalan utama trans Kalimantan. Kami harus bertanya dulu kepada masyarakat setempat untuk memastikan jalan ke arah Nagara. Setelah mendapat informasi dari orang yang Mastur tanya, kami mengikuti arah jalan yang diinformasikan orang tersebut, dan tidak berapa lama kami menemukan penunjuk arah ke Nagara.

 

 

 

Views All Time
Views All Time
34
Views Today
Views Today
1
BAGIKAN
Tulisan sebelumnya4 ARTIKEL ALUMNI SUMUT SAGUSAKU YANG SUDAH MENEMBUS 1000 KALI LEBIH DIBACA
Tulisan berikutnyaAbdul Wahid Nara Pimpin IGI Sulsel
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY