CATATAN PERJALANAN STUDI TOUR KE KOTABARU-2019. Bagian 18. Menyerbu Toko Oleh-oleh

0
12

Sebagian peserta studi tour ada yang menginginkan pulang ke hotel di Kotabaru, dan sebagiannya lagi ada yang bertahan dulu di Pantai Gadambaan hingga menjelang senja, karena mau menikmati suasana saat matahari terbenam di pantai tersebut. Namun, karena suara mayoritas menghendaki pulang ke hotel di Kotabaru, maka sekitar pukul 13.15 WITA pada Sabtu, 21 September 2019, rombongan kembali ke hotel.

Berdasarkan hasil pembicaraan sebelum berangkat ke Kotabaru, bahwa sebelum pulang ke hotel  bersama-sama mencari oleh-oleh dulu  di sekitar Kotabaru yang menjual oleh-oleh khas Kotabaru, seperti amplang. Selama dalam perjalanan pulang ke hotel, terlihat kondisi penumpang bus zona Pelaihari kelelahan dan ada yang tertidur. Maklum saja, selama dua hari ini tidak ada istirahat yang cukup setelah menempuh perjalanan panjang  dari Pelaihari dan Banjarmasin.

Ketika memasuki kawasan Kotabaru, bus zona Pelaihari yang penulis tumpangi mengikuti arah bus zona Banjarmasin yang berada di posisi depan. Kemana jalan bus zona Banjarmasin, bus zona Pelaihari mengikutinya, hingga singgah tidak jauh dari SMPN 1 Kotabaru , tempat kami bertemu dan bersilaturrahim dengan Pengurus MKKS SMP Kotabaru pagi hingga siang tadi. Ternyata, penumpang bus zona Banjarmasin mau mencari amplang, yaitu oleh-oleh khas Kotabaru pada pusat pengolahan atau pabriknya. Bus yang penulis tumpangi pun juga singgah mengikuti bus zona Banjarmasin.

Melalui perbincangan singkat antara Agus Darmadi,M.Pd dengan Bustanul Arifin yang menjadi koordinator dalam bus zona Banjarmasin, maka diputuskan tidak jadi mendatangi pabrik pembuatan amplang tersebut dan kembali ke arah kota lagi menuju tempat khusus penjualan oleh-oleh khas Kotabaru yang tidak  jauh tempatnya dari hotel  tempat menginap. Mungkin hanya sekitar  2 kilometer  dari tempat  rombongan studi tour yang menginap di Hotel Samudera 2.

Sesampai di kawasan yang menjual oleh-oleh khas Kotabaru tersebut, semua penumpang dari kedua bus turun dan mendatangi toko-toko yang  menjual oleh-oleh tersebut, tidak kecuali juga penulis.  Ada berbagai makanan olahan khas Kotabaru yang dijual oleh toko-toko oleh-oleh khas Kotabaru tersebut, namun pada umumnya diolah dari ikan, seperti krupuk, amplang, dan sebagainya. Amplang khas  Kotabaru yang paling banyak dicari dan dibeli untuk oleh-oleh.

Penulis sendiri hanya melihat-lihat saja, tidak ada yang mau dibeli, karena penulis berencana nanti saja membeli  oleh-oleh saat mau pulang pada besok, Ahad, 22 September 2019. Ada sekitar 45 menit berada di kawasan penjulan oleh-oleh  khas Kotabaru, lalu kemudian penumpang masuk ke bus  untuk  kembali ke  hotel guna beristirahat. Pada umumnya penumpang  bus membeli  oleh-oleh, dan yang paling banyak dibeli adalah amplang yang sudah dibuat dalam kardus atau kotak khusus.

Bus mengantarkan penumpangnya ke masing-masing hotel. Penulis yang menumpang dalam bus zona Pelaihari bersama dengan kawan-kawan yang lain diantarkan ke Hotel Mandiri , sedangkan bus zona Banjarmasin  mengantar penumpangnya ke Hotel Samudera 2.

 

###studitourktb-2019###

Views All Time
Views All Time
36
Views Today
Views Today
1
Previous articleMENUJU MTQ NASIONAL TINGKAT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN DI KOTABARU 2019. Bagian 1. Mengikuti Pembukaan Training Center
Next articleCATATAN PERJALANAN STUDI TOUR KE KOTABARU-2019. Bagian 19. Bertemu dengan Sepupu di Hotel
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY