CATATAN PERJALANAN STUDI TOUR KE KOTABARU-2019. Bagian 37. Akhirnya, Kembali Tiba di Pelaihari

0
13

Selepas melewati kawasan tambang batubara, kemudian memasuki kawasan  Sungai Danau, yang masih dalam wilayah Kabupaten Tanah Bumbu. Malam itu saat bus kami melintas, suasana pasar tersebut masih cukup ramai dengan pedagang dan pembeli, terutama warung makanan dan minuman yang berada di tepi jalan, sedangkan toko banyak yang tutup. Lepas dari kawasan pasar tersebut, bus memasuki kawasan yang tanpa rumah penduduk, namun di kejauhan terlihat cahaya lampu yang terang benderang menerangi kawasan tambang batubara.

Malam semakin larut, semakin banyak penumpang bus yang terlelap dalam tidur. Kondisi jalan yang relatif nyaman , tidak banyak tikungan dan jalan berlubang membuat penumpang yang lelah dalam perjalanan panjang tertidur cukup pulas. Penulis masih terjaga, meski rasa kantuk juga mulai terasa. Perjalanan masih panjang, sekitar tiga lagi baru sampai ke Pelaihari, sedangkan waktu saat itu sudah menunjukkan sekitar pukul 20.30 WITA pada Ahad, 22 September 2019.

Waktu terus berjalan seiring perjalanan bus pada  malam yang sepi menembus kegelapan malam dalam perjalanan menuju Pelaihari. Terlihat penumpang bus yang penulis tumpangi banyak terlelap tidur karena kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang dan melelahkan dari Kotabaru. Penulis pun mencoba beristirahat dengan memejamkan mata di tengah keheningan malam di dalam bus yang melaju menembus kegelapan malam. Sesekali penulis membetulkan posisi duduk yang bergeser karena adanya pergerakan bus saat melewati tikungan.

Penumpang mulai terjaga saat dua penumpang bus yang rumahnya di daerah Kintap turun dan berpamitan dengan penumpang lainnya yang tetap melanjutkan perjalanan hingga ke Pelaihari. Ada dua penumpang bus yang penulis tumpangi turun lebih dulu, yaitu Wahidin, yang turun di Pandansari Kintap, dan Haji Jufri, yang turun di daerah Asam-Asam. Selepas dari menerunkan kedua penumpang tersebut, bus melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi, karena kondisi jalan malam itu lengang dan sepi dari pengendara lainnya.

Terasa angin  malam merasuk ke dalam badan penulis, dan mungkin juga bagi banyak penumpang bus yang kembali tertidur di tempat duduknya masing-masing. Perjalanan bus makin cepat dan semakin mendekati Kota Pelaihari, Ibukota Kabupaten Tanah Laut, yang menjadi titik persinggahan dan penurunan penumpang yang tinggal di Pelaihari dan sekitarnya. Sementara itu, bus zona Banjarmasin yang membawa penumpang dari Banjarmasin, Bati-Bati, Kurau, Tambang Ulang, dan sebagian kecil dari Pelaihari melaju lebih dulu ketika berada di sekitar Kintap.

Sekitar pukul 10.30 WITA, bus yang penulis tumpangi memasuki Kota Pelaihari, dan tidak lama kemudian berhenti di depan UPTD SMP Negeri 2 Pelaihari, sedangkan bus zona Banjarmasin yang melaju lebih dulu saat di daerah Kintap, ternyata masih menurunkan penumpang yang turun di daerah Batu Ampar, sehingga bus tersebut saat kami sampai di Pelaihari masih jauh tertinggal. Penulis segera menghubungi anak penulis, ananda Muhammad Munawir Akabri, untuk menjemput penulis dengan sepeda motor di di depan UPTD SMP Negeri 2 Pelaihari.

Sesaat anak penulis datang menjemput, maka penulis menemui beberapa kawan yang masih menunggu jemputan untuk bersalaman dan berpamitan dengan mereka. Setelah bersalaman, penulis segera naik sepeda motor untuk pulang ke rumah setelah melakukan perjalanan panjang dari Kotabaru. Alhamdulillah, kami seluruh rombongan dapat pulang kembali ke Pelaihari dan rumah masing-masing dengan selamat.

###studitourktb-2019###

 

Views All Time
Views All Time
109
Views Today
Views Today
1
Previous articleMotivasi Mengikuti Diklat Online Komunitas Guru Indonesia Materi “Pembuatan Bahan Ajar berbasis Video Animasi”
Next articleVIRTUAL COORDINATOR TRAINING SEBAGAI WADAH PENINGKATAN KOMPETENSI GURU BERBASIS DIGITAL DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY