CATATAN SEMINAR KURIKULUM ROBOTIKA DISDIKBUD TANAH LAUT

0
25

Sebagai rangkaian terakhir dari kegiatan Wokshop Coding dan Robotik yang digelar Disdikbud dan MKKS SMP Tanah Laut sejak 12 Pebruari 2020 lalu, maka pada Jumat, 14 Pebruari 2020 digelar seminar dengan tema “ Menerapkan Robotika di Kurikulum Sekolah Jaman Modern”. Bertindak selaku pembicara Timotius  Theopelus, ST,MCSE, dari Education Program Director, Axioo Class Program- Bandung, yang membawakan materi dengan judul “  Kiat Implementasi STEAM lewat Robotika  sebagai Robot Edukasi di Sekolah “.  Sedangkan pembicara lainnya, Erwin Oktavia, CEO Makeblock –Jakarta yang membawakan materi berjudul “ Penerapan Edukasi STEAM  dalam  Kurikulum Merdeka “.

Peserta seminar kurikulum robotika selain datang dari praktisi pendidikan, kepala sekolah dan guru  SMP negeri dan swasta se Kabupaten Tanah Laut, pengawas sekolah, hadir pula Edy Porwanto, Ketua Komisi II DPRD Tanah Laut.  Ruang aula Disdikbud Tanah Laut yang dijadikan tempat kegiatan seminar kurikulum robotika dipenuhi oleh para peserta yang hadir yang dibuka sejak pukul 09.00 WITA. Dalam pembukaan seminar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Laut, Abdillah, M.Pd, mengharapkan agar peserta mengikuti dengan baik dan nantinya dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah, baik yang bersifat intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

Mengawali paparannya, Timotius  Theopelus, ST,MCSE, menayangkan “ apa yang terjadi di dalam 1 menit”, seperti ada 4, 8 milyar pesan terkirim melalui whatsapp, 4,5 milyar vedio di You Tube, 18, 1 milyar pesan teks terkirim, dan berbagai hal lainnya yang terjadi di dunia maya dalam waktu yang relatif singkat tersebut. Selanjutnya, pematari menayangkan pengguna internet yang mayoritas dari kalangan anak-anak, bahkan ada penggunanya dari balita. Seusai memberikan gambaran kondisi terkini penggunaan internet dan media sosial yang cenderung meningkat, kemudian pemateri mengajak peserta seminar memahami bagaimana menyikapi fenomena kecenderungan anak-anak terhadap internet, media sosial, dan sebagainya untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat.

Salah satu alternatif yang ditawarkan oleh pemateri untuk menyikapi fenomena kecendrungan genarasi muda diera serba digital tersebut melalui pelajaran coding dan robotik kepada anak-anak sejak dini.  Namun masalahnya, menurut pemateri  bahwa biaya belajar robotika di Indonesia masih relatif mahal sehingga sulit dijangkau oleh banyak anak-anak di Indonesia Menurut informasi yang ada, biaya kursus atau belajar robot di Jakarta berkisar antara 4 hingga 20 juta , tergantung dengan usia anak yang belajar tersebut. Kondisi ini tentunya menjadi penghalang bagi anak-anak yang kurang mampu untuk belajar coding dan robotika sebagaimana anak-anak dari kalangan keluarga yang mampu.

Solusi yang ditawarkan oleh pemateri untuk mengatasi masalah biaya yang relatif mahal dalam belajar coding dan robotik melalui kegiatan yang sedang dilakukan oleh Disdikbud Tanah Laut sejak tanggal 12 Pebruari 2020 tadi bekerjasama dengan Makeblock Indonesia- Jakarta dan Education Program dan Axioo Class Program-Bandung.   Kegiatan worshop coding dan robotik yang sedang dilaksanan Tanah Laut sejak tanggal 12 -14 Pebruari 2020 tersebut merupakan pembelajaran robotik yang murah meriah dan mudah diikuti serta diterapkan oleh peserta yang mengkuti, karena dalam waktu yang relatif singkat mereka mampu membuat program dan merakit robot serta menjalankannya. Menurut pemateri pembelajaran robotik menerapkan STEM (Science,Technology, Engineering, Mathematics), sehingga pembelajarannya terpadu dan tidak membosankan.

Pemateri berikutnya, Erwin Oktavia, menyajikan materi tentang dukungan kurikulum robotika di sekolah melalui penyediaan alat-alat robotik yang relatif murah untuk mendukung pembelajaran coding dan robot. Sebagai penyedia alat-alat robot pendidikan, Makeblock Indonesia mendukung pembelajaran robotika dalam rangka menghasilkan generasi muda Indonesia mampu bersaing dalam kompetisi robotik regional maupun internasional. Makeblock Indonesia menyediakan perangkat lunak dan perangkat keras pembelajaran coding dan robotik guna memudahkan anak-anak belajar robot dengan biaya yang relatif mudah dan murah.

Sebelum seminar ditutup,  penulis , selaku moderator seminar memohon kesediaan Edy Porwanto, Ketua Komisi II DPRD Tanah Laut, yang mengikuti dari awal kegiatan seminar untuk memberikan pernyataannya terhadap kegiatan seminar tersebut.  Dalam pernyataannya, Ketua Komisi II DPRD Tanah Laut tersebut menyatakan bahwa kegiatan seminar ini luar biasa dan mendukung program Disdikbud dalam menerapkan kurikulu robotika di sekolah di Kabupaten Tanah Laut ke depannya, baik sesi program maupun pendanaanya melalui APBD Kabupaten Tanah Laut. Seusai pernyataan singkat dari Ketua Komisi II DPRD Tanah Laut, maka penulis  menutup semimar dengan ucapan “ hamdalah” yang diikuti oleh seluruh hadirin. Seminar selesai pada sekitar pukul 11.15 WITA usai sesi foto bersama dengan pemateri, Kadisdik, Ketua Komisi II, dan undangan lainnya.

Views All Time
Views All Time
19
Views Today
Views Today
1
Previous articleCATATAN WORKSHOP CODING DAN ROBOTIK SMP TANAH LAUT. Bagian 1. Upacara Pembukaan
Next articleKOMPETISI ROBOTIK MUDA TANAH LAUT
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY