CATATAN SILATURRAHIM AHMADIYANTO SEKELUARGA KE PELAIHARI. Bagian 1. Pertemuan di Masjid Al Hijriyah Angsau

0
25

Sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh Ahmadiyanto kepada penulis, bahwa dia dan keluarganya berangkat dari rumahnya di Paringin, Balangan, menuju ke Pelaihari, Tanah Laut  sekitar pukul 06.30 WITA pada  Selasa, 24 Desember 2019. Perjalanan panjang yang dilakukan oleh Ahmadiyanto bersama keluarga ini dalam rangka berkunjung dan bersilaturrahim dengan penulis sekeluarga di Pelaihari, sekaligus mengisi liburan panjang sekolah dengan bertamasya ke Pantai Batakan dan tempat wisata lainnya di Tanah Laut. Dari perkiraan waktu perjalanan tersebut, diperkirakan sampai di rumah penulis, Pelaihari, sekitar pukul 13.00 WITA.

Penulis dan Ahmadiyanto memang sudah lama merencanakan kegiatan pertemuan antar keluarga ini, karena selama ini hanya penulis sekeluarga yang bertamu ke rumahnya di Paringin. Penulis terakhir kalinya bermalam di rumah Ahmadiyanto pada bulan Juli tahun 2019 lalu, saat penulis bersama ananda Muhammad Munawir Akbari mau ke Tamiyang Layang, Barito Timur, Kalimantan Tengah. Penulis dan ananda mampir dan bermalam sebelum dan sesudah ke Tamiang Layang tersebut.

Cuaca pagi hingga siang hari di Pelaihari, Ibukota Kabupaten Tanah Laut hari itu cukup cerah. Kondisi ini memberikan kebahagiaan tersendiri bagi banyak orang, termasuk penulis, karena pada hari tersebut merupakan hari libur sehingga banyak orang bepergian ke tempat-tempat wisata atau bersilaturrahim ke keluarga atau teman lainnya. Penulis berharap kondisi yang baik ini juga mengiringi perjalanan panjang Ahmadiyanto bersama keluarganya menuju rumah penulis di Pelaihari, sehingga dapat selamat dan lancar dalam perjalanannya.

Penulis bersama keluarga bersiap-siap menyambut kedatangan Ahmadiyanto sekeluarga, dan dalam beberapa kali penulis memantau perjalanannya melalui komunikasi telpon dan pesan WA untuk mengetahui sampai dimana perjalanannya. Dari pemantauan penulis bahwa perjalanan Ahmadiyanto bersama keluarga yang menggunakan mobil berjalan lancar. Ada beberapa kali Ahmadiyanto mengirim pesan tentang dimana posisinya  berada melalui pesan WA, seperti ketika berada di Kandangan, Ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yang dikirimnya pada pukul 07.53 WITA.

Penantian penulis menunggu kedatangan Ahmadiyanto akhirnya berakhir ketika suara dering telpon terdengar saat penulis mau melaksanakan Shalat Dhuhur di Masjid Al Hijriyah Angsau Pelaihari. Ketika itu Ahmadiyanto mengabarkan bahwa posisinya sudah berada di depan Kompi C 623 Pelaihari, dan penulis sampaikan bahwa penulis  tidak jauh dari posisi. Ahamdiyanto mengatakan akan ke masjid tersebut sudah masuk waktunya Shalat Dhuhur.

Seusai melaksanakan shalat, penulis segera keluar untuk mencari keberadaan Ahmadiyanto, dan ternyata saat penulis mau keluar pintu masjid, terlihat Raihan, anak sulung Ahmadiyanto menghampiri penulis. Penulis menanyanyakan mana ayahmu, lalu Raihan menunjukkan ke pintu samping masjid, dan ternyata benar Ahmadiyanto bersama iparnya sedang memasuki masjid untuk melaksanakan shalat. Setelah Ahmadiyanto dan keluarganya shalat di Masjid Al Hijriyah Angsau, yang berada sekitar 4 kilometer dari rumah penulis, maka selanjutnya penulis pandu menuju ke rumah. Waktu saat itu menujukkan sekitar pukul 13.15 WITA.

 

 

Views All Time
Views All Time
22
Views Today
Views Today
1
Previous articleSejenak di Masjid Agung Jawa Tengah Semarang
Next articleCATATAN SILATURRAHIM AHMADIYANTO SEKELUARGA KE PELAIHARI. Bagian 2. Pertemuan Suliturrahim dan Makan Siang Bersama Keluarga
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY