CATATAN SILATURRAHIM AHMADIYANTO SEKELUARGA KE PELAIHARI. Bagian 4. Menikmati Pantai Batakan Menjelang Senja

0
10

Petang menjelang senja mulai penulis rasakan ketika menikmati keindahan objek wisata Pantai Batakan pada sore Selasa, 24 Desember 2019 bersama keluarga Ahmadiyanto dari Paringin, Balangan. Kondisi cuaca sore itu sangat cerah dan bahkan terasa panas hingga menjelang pukul 17.30 WITA. Ombak Laut Jawa yang menghempas di bibir pantai sore itu cukup keras dan besar, sedangkan kondisi air laut kala itu terlihat keruh, tidak jernih sebagaimana mestinya.

Terlihat beberapa pengunjung atau wisatawan menikmati pantai saat itu di pondok atau bahwa pohon cemara yang tumbuh di sepanjang bibir pantai karena sinar mentari teras terik. Pohon cemara yang banyak tumbuh di kawasan objek wisata Pantai Batakan menjadikan kondisi panas terik matahari tidak terasa panas, meski matahari bersinar dengan penuhnya saat siang hari. Terasa berada di dalam hutan dengan pemandangan pantai yang laut nan indah di sekitarnya.

Setelah dirasakan sinar matahari tidak terasa terik lagi, penulis pun menuju pantai untuk merasakan deboran ombak yang menghampas ke bibir pantai yang berpasir putih. Sedangkan anak dan keponakan penulis serta  anak Ahamdiyanto bersama sepupunya yang didampingi orangtunya mulai bermain dan manti di tengah deburan ombak laut yang cukup besar saat itu. Terik matahari yang masih terasa menyengat tidak dihiraukan oleh mereka, bahkan diminta pakai topi saja tidak mau seperti yang dimintakan oleh Ahmadiyanto kepada anaknya yang bungsu, Rizqan.

Hari semakin sore, dan panas mulai berkurang seiringan dengan posisi matahari yang semakin merendah dan mulai tertutup oleh awan hitam di kejauhan. Deburan ombak pun mulai melemah menjelang senja, sehingga membuat suasana bermain air makin seru. Ahmadiyanto bersama anak dan keponakannya bermain –main dengan deburan ombak yang tidak ada henti-hentinya menghampas ke bibir pantai. Pemandangan sore menjelang senja itu semakin syahdu dan romantis, dan kondisi tersebut membuat pengunjung semakin banyak yang bermain di pantai guna menikmati suasana yang indah tersebut.

Sambil menikmati suasana pantai menjelang senja tiba, penulis bersama isteri dan anak-anak menyantap bekal makanan dan minuman yang dibawa dari rumah dan membeli di warung yang banyak terdapat di kawasan objek wisata pantai tersebut. Penulis dan anak-anak menyantap mie gelas yang dibelikan oleh isteri di hamparan tikar yang dibawa dari rumah. Syukur alhamdulillah, penulis ke Pantai Batakan ini dapat membawa isteri dan anak-anak, bahkan  juga anak keponakan yang libur sekolah di rumah penulis.

Menjelang Magrib, penulis dan Ahmadiyanto bersama keluarga yang tadi berada di pantai segera ke penginapan. Hari semakin gelap dan azan Salat Magrip berkumandang, menandakan saatnya untuk siap-siapa melaksanakan Salat Magrib di kawasan Pantai Batakan hari itu. Penulis membawa anak dan keponakan melaksanakan salat di musolla yang ada tidak jauh dari penginapan yang disewa Ahmadiyanto bersama keluarganya. Saat pulang dari musollah penulis berpapasan dengan Ahmadiyanto yang mau ke musolla juga.

Sejenak penulis beristirahat di penginapan sambil menikmati kuaci dan makanan ringan lainnya sambil menunggu Ahamdiyanto pulang dari musolla. Rencananya malam ini pulang ke rumah penulis di Pelaihari bersama keluarga, sehingga tidak dapat menemani Ahmadiyanto sekeluarga menikmati suasana malam di Pantai Batakan. Setelah Ahmadiyanto datang, maka penulis sekeluarga mohon pamit untuk pulang ke rumah. Waktu saat itu menunjukkan sekitar pukul 19.30 WITA.

 

Views All Time
Views All Time
16
Views Today
Views Today
1
Previous articleCATATAN SILATURRAHIM AHMADIYANTO SEKELUARGA KE PELAIHARI. Bagian 3. Menuju Pantai Batakan
Next articleCATATAN SILATURRAHIM AHMADIYANTO SEKELUARGA KE PELAIHARI. Bagian 5. Pulang dari Pantai Batakan
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY