CATATAN SILATURRAHIM AHMADIYANTO SEKELUARGA KE PELAIHARI. Bagian 7. Mengunjungi Taman Mina Tirta Pelaihari

0
9

Selepas mengunjungi dan bermain di RTH Taman Kijang Mas Kencana Pelaihari sekitar pukul 17.15 WITA pada Rabu, 25 Desember 2019. Lalu, penulis membawa Ahamdiyanto dan keluarganya ke Taman Mina Tirta, yang berjarak sekitar 2 kilometer dari RTH Taman Kijang Mas Kencana Pelaihari. Taman Mina Tirta ini berada di Jalan H.Boeyasin Pelaiahari, berseberangan dengan Kantor Pengadilan Agama Pelaihari. Rombongan penulis dengan menggunakan 2 (dua) buah mobil sampai di Taman Mina Tirta tersebut sekitar pukul 17.20 WITA.

Ketika rombongan penulis datang di Taman Mini Tirta Pelaihari, nampak sudah cukup banyak pengunjung yang menikmati suasana di taman tersebut pada sore menjalang Magrib tersebut. Suasana dan kondisi cuaca pada sore menjelang senja itu terasa dingin dan gelap, karena awan hitam dan hujan rintik-rintik terkadang turun membasahi bumi Tuntung Pandang saat itu. Lampu-lampu penerangan dan hias yang ada di dalam Taman Mina Tirta Pelaihari tersebut pun sudah dinyalakan.

Penulis dan Ahmadiyanto beserta keluarganya setelah turun dari mobil segera menuju jembatan untuk menyeberang ke ‘pulau’ yang berada di tengah danau Taman Mina Tirta Pelaihari. Sesampai di ‘pulau’ yang dituju, maka penulis dan Ahamdiyanto serta yang lainnya menuju ‘dermaga’ yang berbentuk seperti sebuah kapal. Terlihat kondisi dermaga tersebut masih baru dengan cat warni-warni yang membuat lebih segar dan menarik untuk dilihat dan dijadikan tempat berfoto ria.

Sementara itu, di perairan danau terlihat beberapa ‘bebek mainan’ sedang dikayuh oleh pengunjung yang memanfaatkan fasilitas bermain di air.  Air danau yang tenang dan relatif dalam membuat pengguna ‘bebek mainan’ dapat dengan leluasa mengarungi sisi danau dari berbagai sudut. Penataan Taman Mina Tirta sebagai wahana tempat bermain di kawasan tengah kota Pelaihari sedang digalakkan oleh dinas terkait, sehingga dari waktu ke waktu terlihat perubahan dan kemajuan yang cukup baik.

Ahamdiyanto bersama isteri,  anak, dan keluarga lainnya memanfaat kunjungan ke Taman Mina Tirta ini dengan berfoto bersama di ‘dermaga’ yang dilatarbelakangi ‘pulau’ dan isinya. Selesai berfoto bersama tersebut, Saiful Bahri, teman Ahamdiyanto yang penulis kabarkan melalui pesan whatsapp sebelum ke tempat ini datang menyusul bersama kedua anaknya. Dengan kedatangan Saiful Bahri bersama kedua anaknya semakin menambah kebahagian, karena Ahamdiyanto dapat berjumpa dengan teman lamanya sejak bertemu tahun 2015 yang lalu.

Selesai foto bersama penulis, Ahmadiyanto, dan Saiful Bahri, maka kami mulai bergerak untuk pulang ke rumah, karena sudah menjelang azan Magrib. Suasana di Taman Mina Tirta Pelaihari berangsur-angsur mulai sepi, karena pengunjungnya mulai pulang ke rumahnya masing-masing, termasuk penulis bersama Ahamdiyanto dan keluarganya. Penulis segera meninggalkan kawasan Taman Mina Tirta Pelaihari setelah semua penumpang mobil yang penulis bawa sudah masuk semua dan mobil yang membawa keluarga Ahamdiyanto juga sudah siap jalan di belakang mobil penulis. Waktu saat itu menunjukkan sekitar pukul 18.20 WITA.

Views All Time
Views All Time
29
Views Today
Views Today
1
Previous articleCATATAN SILATURRAHIM AHMADIYANTO SEKELUARGA KE PELAIHARI. Bagian 6. Mengunjungi RTH Kijang Mas Kencana Pelaihari
Next articleJawaban Prof. Suyitno Dirjen GTK Madrasah Ketika Ditanya Tentang Larangan Membawa HP Ke Sekolah
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY