Ceramah Imtaq Jum’at MTsN 3 Mataram “Tanamkan Prasangka Baik” oleh Fadel Rahman

0
36

Imtaq Jum’at Pagi MTsN 3 Mataram (15/11/2019) bertindak sebagai penyampai kultum singkat adalah Fadel Rahman salah siswa yang masih duduk di bangku Kelas VIII A. Dalam kultumnya ia mengangkat tema “Menanamkan Sikap Berprasangka baik”

Fadel menyampaikan bahwa prasangka baik atau yang disebut husnuzhon adalah sifat yang wajib dimiliki oleh setiap muslim. Lalu apakah prasangka baik atau husnuzhon itu ? Prasangka baik adalah sifat dan cara memandang sesorang dengan pikiran prasangka yang baik, sebagai contoh ada seorang jalan bolak balik didepan rumah, maka pasti kita punya prasangka, pikiran-pikiran terhadap tindakan orang tersebut.

Maka prasangka baik kepadanya perlu kita tanamkan “oh .. mungkin orang itu sedang menunggu temannya, atau mungkin dia mencari barangnya yang hilang, janganlah kita prasangka buruk seperti mengatakan sepertinya orang ini mau mencuri, mau mengambil barang orang”, jelas Fadel

Secara garis besar sambung Fadel husnunzhon ini dapat kita bagi menjadi tiga yaitu husnunzhon kepada ketentuan Allah SWT, husnunzhon kepada diri sendiri dan husnunzhon kepada sesama manusia. Bagaimanakah cara kita berhusnuzhon? Pertama husnunzhon pada ketentuan Allah SWT caranya adalah dengan menunjukkan sikap ikhlas, tawakkal dan sabar atas cobaan yang diberikan oleh Allah SWT.

Lalu kedua husnunzhon pada diri sendiri caranya adalah kita menumbuhkan rasa percaya diri dengan apa yang kita miliki, percaya diri melakukan apa yang menurut kita benar dan baik. Dan ketiga husnunzhon pada sesama manusia caranya kita ikut merasa senang bahagia sesama teman, saudara, keluarga. Ketika membutuhkan kita berikan padanya bantuan dan pertolongan serta menghormatinya, lanjut Fadel.

Menurut hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari tentang anjuran prasangka baik dan larangan prasangka buruk yang artinya “Jagalah dirimu dari berprasangka buruk karna sesungguhnya prasangka buruk itu adalah perkataan yang paling dusta”.

Dari hadits tersebut kita mengetahui bahwa prasangka buruk itu sangat dibenci oleh Allah SWT. Jadi marilah kita prasangka baik karna semua yang diberikan oleh Allah SWT pasti ada manfaatnya, diantara manfaat dari sikap prasangka baik itu adalah hidup dengan tenteram, tidak ada masalah dalam hidup, hidup pun tidak was-was, ajak Fadel.

Maka saya memberikan kesimpulan bahwa suunzhon merupakan penyakit yang harus kita hindari sedangkan husnunzhon adalah obat untuk menghilangkan penyakit tersebut. Sebagaimana ada ungkapan mengatakan bahwa jika kita berprasangka baik ditambah dengan kita bersholawat kita akan mendapatkan pahala, sebagai contoh sederhana ketika kita diolok sama teman kemudian kita sabar maka kita mendapat pahala kalau kita tidak prasangka buruk, “ah.. mungkin dia ikut-ikutan saja”, ungkap Fadel.

Views All Time
Views All Time
8
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY