CERPEN : AKU HANNA BAGIAN I

0
19

Hanna perempuan berusia 27 tahun.

“Dua puluh tujuh”

“Aku ingin mengabadikan banyak kisah hidupku”.

“Masa kanak-kanak, remaja dan beranjak dewasa”

“Aku ingin membuat potret hidupku dan membaginya kepada orang-orang”

“Bagaimana caranya?” Hanna bertanya pada dirinya.

Hidup ku tidaklah mudah, perjuangan tertatih-tatih telah aku lalui. Kegagalan dan keberhasilan. Kesedihan dan kebahagiaan datang silih berganti mewarnai hari-hari ku.

“Aku Hanna”.

“Ya, Aku Hanna” dalam bahasa jepang artinya bunga, dalam bahasa Arab berarti kebahagian.

Aku ingin mengabadikan kisah ku dan berbagi pada semua orang, aku ingin menginspirasi orang-orang yang membaca kisah ku.

“Menulis adalah solusi” Hanna menjawab sendiri pertanyaan nya.

“Ya.. menulis..”

“Ide bagus”

Aku bisa menuangkan apapun pada lembaran kertas. Pengalaman hidupku, kegelisahan ku, kegembiraan ku. Semua bisa aku tumpahkan.

Mata Hanna melihat pada tumpukan buku-buku di rak yang dipajang pada dinding kamar nya, secara perlahan sudut mata Hanna mencari sesuatu, pandangan itu terhenti pada meja kerja.

Hanna turun dari tempat tidur, dan mendekat pada kursi putar berwarna biru, Hanna duduk menghadap sebuah laptop toshiba yang didapatkan nya sebagai hadiah lomba karya tulis ilmiah 4 tahun silam.

Laptop ini satu-satunya laptop yang dimiliki Hanna setelah laptop yang lain mengalami insedent hebat dan tak terselamatkan.

Kali ini Hanna ingin menulis cerita, dan impian yang belum pernah Hanna ungkapkan pada siapapun adalah keinginannya menulis novel.

Penulis yang telah menerbitkan ratusan cerita dan novel mengatakan cara memulai menulis “ya dengan menulis”. Artinya lakukan sekarang juga.

Hanna menekan tombol power. Laptop mulai loading menyiapkan layar desktop. Membuka halaman microsoft word dan mulai menulis.

“Satu kata..”

“Dua kata..”

“Empat kata..”

Menjadi kalimat, lalu paragraf dan menjadi satu halaman.

Hanna semakin bersemangat.

“Mudah!!!”

“Aku pasti bisa”, Hanna memberi support pada diri sendiri.

Hanna membaca sendiri tulisannya. “ini terlalu flat” tidak menarik.

Hanna mulai scearch google bagaimana cara menulis fiksi, non fiksi, cerpen dan novel. Hanna menemukan begitu banyak artikel tips dan trik menulis yang baik dan benar.

Penuh konsentrasi Hanna  membaca artikel-artikel yang ada di situs google itu.

“Hanna menghela napas”

“Aku bahkan tidak punya buku-buku cerpen dan novel”.

“Lalu bagaimana aku bisa memahami dengan jelas”.

Hanna mengklik save as untuk satu halaman yang telah ditulisnya. kemudian shut down.Laptop Hanna telah off.

Hanna berdiri, berjalan kearah pintu kamar yang tertutup rapat, diraihnya ganggang pintu itu ditekan kearah bawah, pintu kamar telah terbuka.

Hanna keluar kamar dan menuruni anak tangga dan terus menuju dapur.

Kopi salah satu sahabat Hanna. Hanna penggemar berat berbagai jenis kopi

Hanna mengambil panci dan merebus secangkir air, lalu berpaling mengambil gula marah, sepotong kecil gula merah dimasukkan ke dalam panci berisi air tadi, tak lama air gula merah mendidih, Hanna menambahkan satu sendok teh kopi Lampung robusta bleand, jahe bubuk mehran.

Aroma kopi gula merah jahe wangi menggoda.

Hanna membawa secangkir kopi tadi menuju teras. Lalu duduk dikursi kayu yang ada di teras.

Sambil menikmati warna-warna bunga bougenvill, Hanna menyeruput kopinya. Semilir angin sore bertiup  menyapa lembut kulit putih Hanna. Hanna seorang gadis bertubuh mungil, memiliki mata indah bening dikelilingi bulu mata lentik alami, di usia mudanya telah menyelesaikan pendidikan Magester dengan predikat sangat memuaskan. Hanna bekerja pada salah satu instansi pemarintah daerah sebagai guru di desa.

Hanna gadis yang telah menempa dirinya dengan keinginan keras dan kedisiplinan.

Kali ini, hasratnya membagi kisah melalui tulisan sangat memuncak. Pikiran Hanna terus meraba-raba solusi yang dapat diambilnya.

“Aku pasti bisa” pikir Hanna

Hanna menyandarkan kepala di kursi yang didudukinya, sesekali bangun dan menyeruput kopi nya lagi.

Bersambung……

Views All Time
Views All Time
27
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY