Cerpen Kami Anak Sungai : Bagian 2. Mandi dan Bermain di Sungai Martapura

0
15

Seusai menyerahkan ikan hasil perburuan di sawah siang tadi kepada orang tua di rumah masing-masing. Kemudian, keempat bocah , yaitu Ilan, Masrani, Syaifudin, dan Aswan kembali bermain bersama, tapi kini mereka bermain di Sungai Martapura, sungai yang melintas kampung mereka. Saat itu, air Sungai Martapura sedang dalam keadaan surut. Biasa, setiap musim kemarau panjang, keadaan air Sungai Martapura mengalami pasang surut. Ketika surut, debit air Sungai Martapura sangat kecil, dan terkadang di beberapa titik dapat dilalui hanya jalan kaki.

“ Ayo, Din kita mandi ke sungai “ ujar Ilan mengajak Syaifudin yang berada  tidak jauh darinya.

“ Iya, Lan” ujar Syaifudin sambil berjalan mendatangi Ilan yang sudah berada di Sungai Martapura.

Rumah Ilan dan Syaifudin ini memang berdekatan, hanya bedanya letaknya saja. Rumah Ilan rumahnya terletak di pingggiran Sungai Martapura, sedangkan rumahnya Syaifudin letaknya cukup jauh dari Sungai Martapura.

“ Ayo, Ran turun” teriak Ilan memanggil Masrani yang tengah berdiri di pinggir Sungai Martapura.

“ Aswan mana “ ujar Syaifudin menanyakan dengan Masrani

“ Tidak tahu” ujar Masrani sambil berjebur ke sungai

Memang, rumah Aswan cukup jauh dari rumah mereka bertiga. Ada sekitar 500 meter jauhnya dari rumah mereka. Tidak dapat dipanggil dengan teriakan, karena tidak dapat terdengar juga oleh yang bersangkutan.

“ Wan, ke sini” teriak Masrani dari kejauhan memanggil Aswan yang juga mulai bercebur ke sungai.

“ Ya, tunggu’ ujar Aswan dengan suara yang nyaring.

“ Ayo, kita lomba berenang ke seberang” ajak Syaifudin dengan Ilan dan Masrani yang sudah bergabung

“ Ayo, tapi kita tunggu dulu Aswan” kata Ilan menjawab tantangan Syaifudin.

Menyeberangi Sungai Martapura pada saat airnya yang cukup surut ini merupakan kesukaan anak-anak disaat mandi bersama. Meski lumayan jauh jaraknya antara sisi tepian antar sungai, kira-kira 150 meter.  Kondisi arus sungai yang tenang dan bersih sangat menggoda untuk mandi dan bermain lama-lama di sungai yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di sekitar Sungai Martapura.

Sejak kecil, anak-anak sudah berani bermain dan berenang di sungai. Mulai dari tempat yang dangkal dulu, lalu sesudah mampu berenang sendiri, pindah ke tempat yang  dalam, atau bahkan berenang menyeberangi sungai. Terkadang anak-anak yang sudah pandai berenang tanpa menggunakan pelampung atau  benda yang mengapung, tetapi hanya dengan mengandalkan tenaga dan keahlian mengarungi arus air sungai yang cukup deras.

Senja mulai menjelang. Empat sekawan yang  asyik mandi di Sungai Martapura sore menjelang senja itu pun mulai menepi dan berhenti mandi sambil bermain di sungai.

“ Ayo, kawan kita kembali ke rumah” ujar Ilan memulai pembicaraan

“ Iya, aku juga sudahh kedinginan nich “ kata Aswan menanggapi ajakan Ilan

“ Ayo, kita pulang ke rumah, sudah hampir Magrib” ujar Syaifudin menguatkan ajakan Ilan.

Sejenak mereka berkumpul di tepi sungai, kemudian berjalan kea rah rumah masing-masing untuk berganti baju dan bertemu keluarganya.

****

 

Views All Time
Views All Time
20
Views Today
Views Today
1
Previous articleCerpen Kami Anak Sungai : Bagian 1. Mencari Ikan Musim Kemarau
Next article10 Ciri – Ciri Sekolah Yang Baik
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY