CERPEN: PERJALANAN MENUJU BAIT MU

0
5

Gunung-gunung batu berwarna hitam kemerahan diselimuti angin dingin, hamparan padang pasir berkilauan, tanah gurun tandus, iramanya bertiup membuai Hanna masuk kedalam lamunan.

“Han” bunda tampak serius

“Ya, bun”

“Umur bunda 59 tahun, panggilan ibadah haji mungkin masih beberapa tahun lagi”

“Han, Bunda ingin umrah” Bunda menyampaikan keinginannya.

“Bunda ingin satu diantara kalian menemani bunda”

“Bunda punya tabungan cukup dua orang”

“Ya, bunda”

“Bun, baiknya tanya Acha”

“Mungkin dia mau menemani Bunda”

Hanna mengambil handphone nya, ia menelpon adiknya. Hanna menyampaikan keinginan bunda.

“Iya kak, aku mau” Ujar Acha

“Tapi kak, aku nggak bisa belanja  oleh-oleh gitu”

Wajah bunda terlihat tidak senang dengan  Acha yang keberatan untuk membeli oleh-oleh. Tapi Hanna sudah terlanjur bicara pada Acha. Hanna tidak ingin mengecewakan Acha yang bersemangat ingin berangkat umrah bersama bunda.

Hanna masuk kamar dan membuka rekening tabunganya. Tabungan Hanna tidak cukup,  Ia lalu membuka kotak perhiasan, ia memandang semua perhiasannya.

“Semua perhiasan ini aku beli sedikit demi sedikit”

“Tapi tidak ada jalan lain, aku akan menjual sebagian”

“Aku hanya punya Bunda, aku ingin bundaku bahagia”

“Almarhum ayah juga belum sempat berumrah, jika berangkat aku atau Acha dapat mengerjakan Umrah untuk ayah”

Hanna memutuskan untuk menjual beberapa perhiasan emas yang telah dikumpulkannya selama 8 tahun bekerja.

Esok hari Hanna bicara pada Bunda

“Bun, kita akan berangkat bertiga, tabungan ku cukup”

Bunda terlihat senang, dengan keputusan Hanna yang akan mendampinginya.

Setelah hari itu Hanna melengkapi dokumen perjalanan melalui agen travel yang telah dipilih oleh Hanna dan keluarganya. Satu bulan kemudian Hanna dan keluarga telah dapat berangkat.

“Alhamdulillah, hari sudah terlaksana rukun umrah yang pertama, semoga semuanya lancar”. Harap Hanna dalam hati.

Seorang muthawif bernama Zajuli, pemuda berasal dari Madura menemani perjalanan rombongan kami

“Bapak Ibu jama’ah umrah rahikumullah”. Ujar Zajuli.

“Perjalanan yang kita tempuh untuk menuju Mekkah Al Mukaramah kurang lebih 5 jam perjalanan”. Zajuli memberitahu jamaah.

“Kita telah mengambil miqat di Bir Ali dan telah mengucapkan niat berihram di sana”.

“Sekarang bapak ibu sekalian tengah melaksanakan umrah tolong di jaga dari hal-hal yang dapat membatalkan umrah” dia mengingatkan.

“Bapak ibu, kita perbanyak membaca talbiyah dalam perjalanan ini” ujarnya lagi.

“Mari bapak ibu ikuti saya”

Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka syarikalak”.

Hanna duduk tepat sisi jendela bis, Hanna tertegun memandang gurun pasir.

“Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, Aku datang memenuhi panggilan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan milik-Mu”. Hanna mengucapkan berulang-ulang kalimat itu.

Bis melaju kencang meninggalkan Bir Ali menuju kota Haram, sepanjang jalan gunung-gunung seolah berkejaran.

“Maha suci Allah” Hanna memuji kebesaran Tuhan.

Views All Time
Views All Time
35
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY