CERPEN : RAJ YADAV BAGIAN I

0
8

Ratusan pasang kaki melangkah tergesa-gesa,  cuaca panas, debu, bising klakson bersahutan. Flat-flat kumuh dan usang memenuhi setiap sudut kota. Orang tua duduk termenung, anak-anak  gelandangan bermain ria di pinggir  jalan.

Raj Yadav, seorang pemuda berkulit hitam kurus bekerja sebagai market researches pada perusahaan obat asma.

Kakinya melangkah tanpa arah, kesedihan dan kekecewaan menyelimuti hatinya. Tatapan pria kurus ini kosong.

Pantai Versova, Raj terhenti disana, lalu duduk memandang laut Mumbai.

Handphone Raj berdering, Raj mengambil dari saku kemeja. Telp dari Hanna.

“Halloo Han”

“Hai Raj…”

“Apa kabar mu?”

“Aku tidak terlalu baik Han”

“Kamu?”

“Aku baik Raj”

“Raj..apa yang terjadi”

“Kamu tidak bersemangat”

“Tidak ada, hanya sedikit masalah pekerjaan”.

“Jangan khawatir. Aku baik-baik saja”.

“Raj aku mengenalmu, ini tidak baik, aku tahu”.

“Katakan!”

“Han, aku baik”

“Tolong, biarkan aku sendiri”

“Jangan mengganggu ku”

“Ok..Raj, kita bicara nanti”

“Jaga dirimu Raj”

“Kamu juga Han”

Bye

Bye

Raj Yadav tinggal sendirian di Santacruz Mumbai di sebuah flat 2 lantai, baginya tetangga adalah keluarga, masa kecilnya dihabiskan dipinggiran kota Allahabad negara bagian Uttar Pradesh.

Lahir pada keluarga kelas menengah, nama Yadav menunjukan kasta kesatria. Ketika Raj lahir ke dunia dan membuka mata untuk yang pertama. Ayahnya telah mengalami stroke, ibunya seorang ibu rumah tangga buta huruf. Perekonomian keluarga Raj benar-benar runtuh setelah ayah Raj stroke. Keempat kakak Raj semua perempuan. Sesuai tradisi India, untuk pernikahan pihak perempuan membayar dorry, dorry adalah mahar, ini menambah beban berat keluarga Raj. Kini hanya sebuah rumah kecil di pinggiran kota Allahabad  yang tersisa.

“Kadang kami makan roti kering” cerita Raj waktu itu.

Masa kecil Raj penuh perjuangan. Ibu Raj selalu menangis pergi kekuil, meminta dewa menyembuhkan suaminya. Kesedihan dan kemiskinan merenggut nyawa ibu Raj, setelah koma beberapa hari dirumah sakit. Ketika itu Raj baru berusia 9 tahun hanya bisa membisu melihat kematian ibunya.

Hanna tahu masalah besar telah terjadi pada Raj hari ini. Raj pemuda kuat masalah tidak akan membuat hatinya cepat melemah. Ayah Raj meninggal ketika Raj berusia 15 tahun. Setelah kematian Ibunya, dan semua saudarinya menikah. Raj bekerja sendirian untuk menyambung hidup bersama ayahnya dan untuk biaya pendidikannya. Berkat kerja kerasnya Raj berhasil menyelesaikan pendidikan sampai tingkat magister di RMLU University Mumbai India pada bidang ilmu kimia.

Bersambung..

 

Views All Time
Views All Time
65
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY