CERPEN : RAJ YADAV BAGIAN II

0
8

Notifikasi whatsapp tampil pada layar handphone Hanna.

“Hanna Sorry” pesan dari Raj

Sorry untuk apa Raj?”

Hanna, menyentuh layar handphonenya untuk melakukan panggilan telp Raj. Panggilan tersambung.

“Hello”

“Raj, tell mewhat happened?”

“Hanna, I’m sorry

“Yes, but what for?”

“Han, aku gagal”

“Maksudnya”

“Han, aku berhenti bekerja”

“Raj?”

“Han, aku menyembunyikan sesuatu darimu, aku pikir semuanya akan baik-baik saja. Lebih dari tiga bulan aku bertengkar dengan bos ku. Aku tidak paham dia menekanku. Aku telah mengambil keputusan resign dari pekerjaanku”

Dugaan Hanna benar, sesuatu terjadi pada Raj.

Hanna tidak terkejut.

“Di Mumbai kota yang besar, kamu akan temukan pekerjaan yang lebih baik. Sabarlah Raj”

“Aku harap” jawab Raj lirih.

Hanna tahu, Raj tidak butuh nasehat. Raj hanya ingin tetap diterima dan diberi dorongan.

Raj menutup sambungan telp

“Han, aku tidak baik, aku ingin tidur”

“Ok Bye” Jawab Hanna.

Hari-hari berlalu, kondisi Raj memburuk. Matanya merah tampak semakin kurus. Raj berusaha keras mendapatkan pekerjaan.

Raj mengirimkan lamaran dan resume ke banyak perusahaan obat-obatan. Dia mendapatkan panggilan wawancara dua sampai tiga kali dalam seminggu. Sayangnya belum ada perusahaan yang memangilnya untuk seleksi tahap dua.

Tiga bulan berlalu sebagai pengangguran. Raj mulai kehabisan uang. Keadaan memaksanya membuat ajuan kredit, flat menjadi jaminan. Raj semakin tertekan. Komunikasinya dengan Hanna semakin jarang. Dia habiskan waktu untuk fokus menemukan pekerjaan.

Hanna juga tidak ingin mengganggu Raj. Hanna memilih diam dan fokus pada pekerjaannya sendiri.

Sore itu, Hanna tengah duduk di teras dengan segelas kopi jahe, panggilan video call datang dari Raj.

“Hai Raj…apa kabar?”

“Han,,Hanna aku terpilih pada seleksi”

“Lihat kotak pesanmu”

“Hanna, membuka kotak pesan”

Raj mengirim sebuh file. Jemari Hanna menyentuh layar handphone lalu membaca lembaran berisi kontrak kerja. Raj mendapatkan kontrak dari Hetero Healthcare company,  perusahaan obat HIV AIDS dan cancer terbesar di Mumbai sebagai scientific business manager.

“Raj selamat ya…..”

“Thank you…thank you Han”

“Kamu selalu mendukungku Han”

“Kamu juga Raj, selalu mendukungku”

“Han, aku akan sukses”

“Ya, Raj..pasti”

Hari ini Raj penuh suka cita dan kebahagian, kebahagian Raj disambut dengan datangnya Diwali. Dia menyiapkan pemujaannya dirumahnya. Raj membeli gambar dewi Lakmi dan Krisna dan banyak lampu. Raj suka memuja Krisna karena Yadav yang berarti pengembala sapi.

“Han, aku juga menemukan partner untuk bisnis obat dan makanan kesehatan”

“woow, selamat Raj”

“Tidak besar Han, tapi tidak buruk juga untuk sebuah awal”

“Raj…., aku suka semangat dan kerja kerasmu”

“Aku juga, aku bangga padamu, Han”

“Kamu perempuan”

“Kamu berjuang sendiri”

“hmm…Aku bisa apa, Raj?”

“Aku hanya punya dua pilihan, berjuang atau kalah”

“Dan aku harus memilih berjuang, sama yang seperti kamu Raj.

“Raj”

Yes….tell me Han”

            “Happy Diwali”

            “Happy Diwali too”

“Thank you Han

“Me too”

            “Thank you, Raj

 

Views All Time
Views All Time
40
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY