CERPEN: TAMAN SURGA BAGIAN III

0
9

Hanna menuju pintu nomor 24, lalu memutuskan berjalan kearah kanan sambil mencari mungkin ada petunjuk arah menuju taman surga itu.

Hanna merasa ragu lalu berbalik kearah kiri dan terus berjalan. Udara semakin dingin, dia berusaha melawan rasa dingin yang menyerang, semangatnya mengalahkan rasa dingin.

Dari kejauhan Hanna melihat sekelompok wanita berkerudung putih, ada yang mengenakan mukena putih, semua terlihat bertubuh pendek.

“Indonesia, pasti rombongan Indonesia”  pikir Hanna

Hanna mendekati rombongan itu.

“Maaf bu, arah ke Raudah di mana ya?”

“Arah sana” jawab  Seorang Ibu

“Mbak… Indonesia?”

“Ya” Ujar Hanna

“Lah saya berbahasa Indonesia,” Hanna bicara dalam Hati

“Mungkin karena abaya dan cadar yang aku pakai, mata dan alis ku juga mirip wanita timur tengah”

“Kami juga mau ke Raudah”. Ibu itu melanjutkan kata-katanya.

Hanna mengikuti rombongan ini dari belakang, tiba di depan pintu 25 ketua rombongan mereka menghitung anggotanya. Hanna terpaksa menyingkir dari rombongan itu.

Tapi setidaknya Hanna sudah mengetahui arah jalan masuk ke taman surga yang dirindukan umat muslim seluruh dunia.

Di pintu 25, para wanita warga negara India Pakistan sedang berdesak-desakan di pintu. Hanna menyelinap bergabung dengan mereka. Hanna berhasil masuk tanpa diperiksa petugas.

Hanna berjalan mengikuti arah jalan bersama wanita-wanita berhidung mancung itu. Hanna merasa sangat asing, hati Hanna terus berdo’a.

“Ya Allah, lindungi hamba-Mu”

“Tuntunlah hamba”.

Akhirnya Hanna menemukan keindahan taman surga, untuk masuk kedalam petugas askar membagi antrean berdasarkan kelompok negara, Melayu, Turki dan India-Pakistan.

Hanna tidak membuka cadar nya, dia sengaja menyembunyikan wajahnya karena dia orang melayu yang berada ditengah-tengah warga India-Pakistan. Hanna duduk bersama mereka.

Hanna, duduk bersandar pada sebuah tiang, disamping nya duduk seorang nenek, nenek menatap Hanna entah apa yang di pikirannya, Hanna mengabaikan tatapan nenek itu.

Hatinya pasrah sambil mengingat Tuhannya. Hanna memejamkan mata dan berkonsentrasi menanggalkan pikiran keduniaan.

Hanna mengucap Zikir sebanyak-banyaknya. Hanna tahu, semua adalah kekuasaan yang maha Kabir.

Setelah menunggu cukup lama, Hanna berhasil menginjakkan kaki di karpet biru taman surga. Hanna sholat sunah dua rakaat, seorang askar menjaganya, lalu mengangkat kedua telapak tangannya untuk.

Hanna menangis sejadi-jadinya, bibirnya beristiqfar tiada henti, kedua tangan Hanna menyentuh pagar berwarna emas sambil memohon ampunan dan keberkahan. Hanna berada di taman surga, taman impian seluruh umat muslim sedunia.

***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Views All Time
Views All Time
69
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY