CHARACTER BUILDING SAAT STAY AT HOME

0
28

CHARACTER BUILDING SAAT STAY AT HOME

INDONESIA ADALAH negara yang besar. Negara kepulauan dengan jumlah pulau paling banyak, jumlah penduduk ke-4 terbesar, kekayaan alam melimpah, dan budaya paling beragam di dunia. Semuanya merupakan anugerah Tuhan yang tak dapat di pungkiri .Inilah keunggulan komparatif yang kita miliki, yang wajib di syukuri. Salah satu cara untuk mengejewantahkan rasa syukur itu adalah dengan terus menerus merawat dan memajukan budaya yang kita miliki dan ikut mendorong untuk lebih mewarnai peradaban dunia.Tetapi dampak globalisasi terhadap kebudayaan kita terasa langsung pada kehidupan budaya masyarakat. Di lingkungan perkotaan, masyarakat dihadapkan pada sebuah tegangan yakni terasing dari budaya tradisi yang menjadi akar mereka, namun di sisi lain, mereka tidak sepenuhnya terserap dalam budaya global. Pada situasi seperti itu, masyarakat rentan mengalami krisis jati diri dan kehilangan pegangan hidup yang dahulu disediakan oleh budaya tradisi. Bahkan situasi ini dapat memicu konflik identitas yang bisa berujung secara ekstrem pada pengerasan identitas primordial dan fanatisme apabila tidak disikapi secara dewasa.
Menurut Riwayati, S.Pd ( Guru SMKN 4 Kendal ) bahwa keberhasilan suatu bangsa dalam mencapai tujuannya, tidak hanya ditentukan oleh dimilikinya sumber daya alam yang melimpah ruah, akan tetapi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Bahkan ada yang mengatakan bahwa “Bangsa yang besar dapat dilihat dari kualitas/ karakter bangsa (manusia) itu sendiri”. Di lihat dari segi manajemen suatu organisasi, maka unsur manusia merupakan unsur yang paling utama dibandingkan dengan unsur-unsur lainnya seperti uang (money), metode kerja (method), mesin (mechine), perlengkapan (material) dan pasar ( market). Dikatakan demikian karena adanya daya guna,manfaat, dan peran unsur-unsur tersebut, hanya dimungkinkan apabila unsur “manusia” mempunyai, memiliki daya/kekuatan untuk memperdayakan berbagai unsur di maksud sehingga masing-masing unsur dapat memberi hasil, manfaat, dayaguna dan peran dalam manejemen tersebut ungkapnya”).
Dalam menghadapi tantangan saat ini, sudah waktunya mendorong penguatan pendidikan karakter dengan mendasarkan pada nilai-nilai luhur yang ada.Siswa-siswa kita yang sedang melaksanakan BDR tidak serta merta kehilangan character diri yang akan menjadi modal mereka nantinya dalam membangun bangsa. Justru pada saat mereka BDR, pencapaian character yang mungkin selama ini hilang atau berkurang harus semakin optimal di tumbuhkan dalam diri peserta didik.
Tetapi yang menjadi kekuatiran kami selaku tenaga pendidik selama BDR adalah merosotnya nilai-nilai karakter dalam diri anak didik, karena terbatasnya lingkungan pergaulan yang selama ini hanya berada di rumah. Nah di sini peran orang tua sangat di butuhkan atau lingkungan rumah harus betul-betul mendukung peningkatan karakter anak. Kenapa demikian ? Karena selama ini Sebelum Covid -19 melanda negara kita, Lingkungan Sekolah yang menjadi wadah utama selain Lingkungan rumah, dalam pendidikan karakter anak contoh :
1. Sekolah secara komprehensif, memberikan contoh (teladan) yang baik dalam berbagai tindakan dengan cara menunjukkan perilaku yang baik kepada peserta didik
2. Memberikan kesempatan peserta didik untuk pengabdian terhadap sesama pengajaran yang bermuatan karakter serta evaluasi dalam upaya perbaikan secara terus menerus.
3. Internalisasi nilai-nilai karakter pada peserta didik dilakukan dengan pengembangan kognitif, afektif dan psikomotrik yang terintegrasi dalam proses pembelajaran pada setiap mata pelajaran dan juga melalui budaya sekolah yang kuat.
Sejauh ini, kurangnya pendampingan karakter yang serius dari orangtua yang berakibat pada mentalitas anak. Sebagian orangtua memiliki kesadaran tentang pendidikan karakter anak di rumah. Namun, sebagian orangtua bersikap apatis, bahkan membiarkan anak-anak tumbuh dalam kesendirian. Krisis inilah yang dihadapi bersama saat ini yaitu kurangnya keteladanan dan pendampingan orangtua. Padahal, pendidikan karakter dan humaniora (kemanusiaan) menjadi salah satu jawaban yang kiranya tepat untuk menyelesaikan banyak persoalan yang ada. Pendidikan budi pekerti memiliki substansi dan makna yang sama dengan pendidikan formal di sekolah. Tujuan untuk menanamkan atau menginternalisasikan nilai-nilai moral ke dalam sikap dan perilaku anak-anak.
Guru berharap bahwa selama anak didik BDR di harapkan orangtua mengajak anak-anaknya ikut dalam kegiatan kemanusiaan yang dilaksanakan oleh lingkungan sekitar. (Yang penting orang tua selalu memantau anak tentang protokoler Covid 19, selalu memakai masker dan mencuci tangan serta menjaga jarak. Karena dengan terlibat kegiatan di lingkungan tetangga, nilai karakter mandiri bisa tumbuh pada diri anak. Bahkan mungkin akan muncul nilai gotong-royong yang dapat mencerminkan tindakan menghargai semangat kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama, dapat menjalin komunikasi dan persahabatan, walaupun hanya dengan 2-3 orang saja. Terlibat dengan peduli sesama, memberi kepada yang berkekurangan, artinya orang tua melibatkan anak pada saat ada orang tua yang berniat untuk sekedah kepada orang lain.
Dengan adanya kegiatan-kegiatan yang kecil dan sederhana ini, memungkinkan anak-anak tetap menumbuhkan di hati mereka tentang pendidikan karakter, yang mungkin ada saja anak yang selama ini tidak peka, tetapi karena di dampingi oleh orangtua dalam kegiatan sederhana membuat hati anak-anak tersentuh. Dengan berbagi pengalaman, anak didik jadi terinspirasi dan dapat belajar dari pengalaman di lingkunganya (rumah dan tetangga). Sehingga mereka tidak menjadi generasi yang minder, namun generasi yang tetap melakukan kebaikan meskipun itu dinilai kecil. Karena yang terpenting adalah karakter keberanian itulah yang perlu ditanamkan orang di sekitarnya kepada anak-anak. Itulah hal-hal sederhana yang bisa dilakukan orangtua selain guru dalam membangun karakter pada siswa. Dengan cara sederhana ini, diharapkan bisa mendidik anak-anak tidak hanya pada kemampuan membesarkan tmbuh kembang fifik saja tetapi juga pribadi yang positif, yang berkarakter Indonesia.
Majulah Anak Indonesia
By: Lince Leny ( Toraja)
Lenylince136@gmail.com

Views All Time
Views All Time
24
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY