Cinta Gadis Kembar

0
22

Sore itu langit cerah meskipun saat ini belahan bumi sedang mengalami musim penghujan. Arina dan Arini, gadis kembar yang cantik itu dedang belajar bersama. Gadis kembar yang pakaiannya selalu sama warna meskipun beda modelnya. Entah mengapa gadis kembar identik lebih cocok jika pakaiannya selalu kembar. Tampak menarik dan membahagiakan setiap orang yang dijumpainya.

Namun kali ini berbeda kasus karena mereka tertarik dengan pemuda yang sama. Bagaikan air mengalir masing-masing berjalan bersama-sama. Arina lebih dahulu mengenal Satria. Mereka sahabat satu kelas. Sedangkan Arini mengenal ketika menyusul saudara kembarnya di kelas ketika mereka sedang berbicara. Arina dan Arini tidak satu kelas karena untuk memudahkan ketika ujian praktik, sehingga tidak membingungkan bagi gurunya.

“Kakak pacaran dengan Satria?”, kata Arini suatu ketika mereka sedang santai.

“Kenapa Dik?, kamu suka dengan Satria?”, jika betul, tenang saja Kakak belum jadian kok”, jawab Arina sambil tersenyum memandang adik yang disayanginya itu.

Perasaan Arini campur aduk, antara berkata jujur atau harus berbohong demi kakak tersayangnya. Sedih juga gundah gulana. Tak harus berkata jujur jika berbohong lebih baik.

“Oh, enggak Kak, hanya ingin tahu saja, Satria sangat perhatian dengan Kakak”, jawab Arini dengan nada tertahan. “Selamat belajar Kak, aku keluar dulu ya”, imbuhnya.

“Kemana Dik?, Kakak ikut dong”, kata Arina.

Arini tak menjawab dan langsung keluar dengan cepat. Dia tak ingin kelihatan bersedih di mata Kakaknya. Dia ingin sendiri untuk menenangkan hatinya. Angin semilir seakan berbisik, membisikkan kata yang indah dan menenangkan. Bahagiaku adalah bahagianya Kakakku. Karena mereka berdua terdidik untuk saling mengalah, siapa yang menginginkan lebih dulu terlepas dari rasa sedih menimpanya.

Allah memberikan yang terbaik bagi masing-masing maklukNya. Tidak perlu berebut untuk mendapatkannya. Ibarat air yang mengalir menuju muaranya, manusia mengikuti takdir yang telah diberikan olehNya.

Jangan menangis karena keinginan tidak sesuai dengan harapan. Menangislah karena selama ini belum melakukan sesuai dengan yang telah diperintahkanNya. Damailah dengan hatimu niscaya kebahagiaan akan berpihak kepadamu. Ketika seseorang melakukan kebaikan maka kebaikan tersebut akan menjadikan cahaya di hatinya dan kekuatan di badannya. InsyaAllah. Wallahualam Bisyawab.

 

Malang, Maret 2021

Views All Time
Views All Time
24
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY