Cinta Terlarang (Pentigraf)

5
16

Namaku Tita, seorang istri dan ibu dari empat orang anak. Dalam beberapa hari ini merasa ada yang mengganjal di hati. Bukan tentang suami, tetapi masalah anak. Memang benar lebih gampang mengasuh anak pada waktu kecil, yang lelah hanya badan. Seiring dengan pertumbuhan usia semakin dewasa, pikiran yang lelah.

Anak sulungku sudah menginjak remaja kini sedang menempuh pendidikan sarjana di salah satu universitas. Berhari-hari ia menulis sesuatu yang tentu saja tak kumengerti. Ia selalu mengurung diri di kamar. Sejenak setelah dinasihati oleh ayahnya tentang kedekatannya dengan seorang dosen. Bukan kedekatan seorang dosen dan mahasiswa, namun kedekatan sepasang kekasih. Kami tidak melarang jika dosen itu masih sendiri. Tetapi ia telah beristri.

Apa yang telah terjadi sebenarnya ketika aku bertanya dari hati ke hati. Tidak mungkin aku menganjurkan untuk bercerai dengan istrinya. Menjadi istri kedua? Tentu aku tak rela. Cinta tak harus memiliki Nak, kataku suatu hari. Jika kamu ingin segera menikah Ayah punya calon untukmu. Kalimat itu masih terngiang di telingaku. Aku menangis sambil membersihkan pusara anak sulungku nan cantik.

 

Malang, April 2021

Views All Time
Views All Time
23
Views Today
Views Today
1

5 COMMENTS

LEAVE A REPLY