Citra Diri

0
222
Memang,.. dasar anak pemalas, bandel, bodoh..! Gitu aja nggak bisa”.  Kata-kata seperti itu selalu muncul baik di rumah, lingkungan masyarakat, bahkan yang sangat menyedihkan terjadi di lingkungan sekolah. Bila hal ini terjadi secara terus menerus sejak anak masih kecil, tentulah ia akan memandang dirinya sama seperti ungkapan orang-orang yang berkata seperti itu kepada dirinya.
Dapat dipastikan, anak-anak kita lebih banyak mendapat sapaan kata-kata negatif dibanding sapaan kata-kata positif. Jangan disalahkan mereka jika nantinya mereka memiliki citra diri negatif, kurang motivasi dalam menatap kehidupannya dan kurang memiliki rasa empati, karena memang mereka tidak dimotivasi tetapi dididik dan dibesarkan dengan kata-kata negatif.
Citra diri negatif ini tentunya sangat berpengaruh pada pembentukan konsep diri mereka, yang sudah pasti terbentuknya konsep diri negatif.
Pengertian Citra Diri
Citra/Gambar diri adalah gambaran kita terhadap diri sendiri atau pikiran kita tentang pandangan orang lain terhadap diri kita. Gambaran ini terbentuk bertahun-tahun selama kita hidup. Oleh karena itu, lingkungan memegang peran penting dalam pembentukan citra diri seseorang anak. Tanpa disadari, lingkungan keluarga, masyarakat dan lingkungan sekolah selalu memvonis dengan kata-kata yang mengandung makna negatif sehingga bila kata-kata negatif ini selalu ia dengar dan terima maka ia akan memandang dirinya minimal sama dengan kata-kata negatif tersebut.
Padahal, Tuhan menciptakan manusia dalam format yang sama untuk semua orang, lingkunganlah yang berpengaruh besar terhadap pembentukan dirinya. Menurut Stephen Covey, paling tidak ada empat anugerah Tuhan kepada manusia yang tidak dimiliki ciptaan Tuhan lainnya, yaitu kesadaran diri (self awareness), imajinasi (imagination), nurani (conscience), dan kehendak bebas (free will).
Dengan kesadaran diri, kita menyadari keberadaan kita. Kita juga bisa menciptakan, baik benda fisik maupun situasi, dengan kemampuan imajinasi kita. Dengan hati nurani, kita dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk, antara yang jahat dengan yang baik. Tuhan juga memberi kita kehendak bebas sehingga kita dapat memilih untuk melakukan apa yang kita inginkan. Tentunya kelakuan kita dibatasi oleh nurani kita juga. Oleh karena manusia diberi kelebihan-kelebihan, maka sudah seharusnya seorang manusia dihargai.
Mengatasi Citra Diri yang Buruk
Citra diri berkaitan erat dengan percaya diri (self esteem), artinya seberapa tinggi kita menghargai, menilai dan menghormati diri sendiri. Orang akan menghargai dirinya secara keseluruhan jika ia merasa memberi kontribusi yang berharga bagi lingkungannya. Untuk mengatasi citra diri yang buruk, kita harus mau berubah, sabar, objektif, dan terbuka atas dukungan orang lain.
Kita harus bangga akan keunikan kita. Kita juga harus percaya bahwa kita mampu melakukan apa yang kita inginkan. Seperti yang dikatakan oleh Norman Vincent Peale: “You can if you think you can.” Maka kita harus mencoba hal-hal baru, keluar dari rutinitas, dan jangan takut gagal. Sehingga kreativitas kita bisa berkembang dan hidup ini menyenangkan dan memberikan hasil. Ingat bahwa kita sudah diberi kemampuan dan kelebihan oleh Tuhan untuk berhasil.
Menurut Stepahie Barrat-Geodefroy, ada empat langkah untuk memperoleh kepercayaan diri. Pertama, daftarlah apa saja kemampuan istimewa kita. Kedua, munculkan sikap optimis, berpengharapan akan kesuksesan, tetapi bukan mengagungkan kesuksesan itu. Ketiga, ubah diri kita secara bertahap menuju keseluruhan. Keempat, memenej kegagalan. Kegagalan tidak perlu dipermasalahkan, melainkan dipelajari agar kita semakin hari menjadi semakin baik. Maka kita tidak melihat ada kegagalan di mana pun, yang ada hanyalah akibat dari proses pendewasaan dan pembelajaran kita.
Pentingnya Citra Diri Positif
You are what you think,” demikian kata pepatah. Jadi jika kita memiliki citra diri positif, maka kita akan mengalami berbagai macam hal positif sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Rendall Fitzgerald percaya bahwa orang yang memiliki citra positif adalah orang yang beruntung, dan orang yang beruntung akan menikmati banyak hal yang menguntungkan, antara lain:
  1. Membangun Percaya Diri.
Citra diri yang positif secara alamiah akan membangun rasa percaya diri, yang merupakan salah satu kunci sukses. Dengan citra diri positif, Christopher ”Superman” Reeves, aktor pemeran tokoh Superman, yang menjadi lumpuh dari leher ke bawah setelah mengalami kecelakaan dalam berkuda, tidak berlama-lama menangisi nasibnya yang sepertinya terlihat buruk. Citra dirinya yang positif mendorongnya untuk melakukan sesuatu yang masih dapat ia lakukan.
  1. Meningkatkan Daya Juang.
Dampak langsung dari citra diri positif adalah semangat juang yang tinggi. Orang yang memiliki citra diri positif, percaya bahwa dirinya jauh lebih berharga daripada masalah, ataupun penyakit yang sedang dihadapinya. Ia juga bisa melihat bahwa hidupnya jauh lebih indah dari segala krisis dan kegagalan jangka pendek yang harus dilewatinya. Seperti juga Reeves, Lance Armstrong, pembalap sepeda internasional yang menderita kanker testis tidak menyerah pada penyakit yang merongrongnya. Segala upaya dijalaninya dengan tekun untuk mengalahkan penyakit ini dan meraih kembali gelar juara dunia yang sempat ditinggalkannya selama berjuang menuju pemulihan dari sakit kanker. Usahanya tidak sia-sia, Lance Armstrong berhasil meraih kembali gelar-gelar juara dunia bergengsi satu demi satu.
Manfaat Citra Diri Positif
  1. Membawa Perubahan Positif.
Orang yang memiliki citra diri positif senantiasa mempunyai inisiatif untuk menggulirkan perubahan positif bagi lingkungan tempat ia bekerja dan berkarya. Mereka tidak akan menunggu agar kehidupan menjadi lebih baik, namun sebaliknya mereka akan melakukan perubahan untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik. Norman Monath yang diberhentikan dari pekerjaannya di sebuah penerbitan, tidak berlama-lama menangisi nasibnya. Ia berinisiatif mengubah kehidupannya dari titik rendah menuju puncak. Ia menghubungi beberapa relasi, teman dan kerabat yang dipercayai memiliki pengalaman berharga dalam membangun bisnis penerbitan. Ia juga tidak menunggu sampai ia memiliki uang yang cukup untuk membangun bisnis, ia menciptakan peluang untuk mendapatkan investor yang bersedia untuk mempercayakan uang mereka untuk dikelola oleh Norman Monath.
  1. Mengubah Krisis Menjadi Keberuntungan.
Selain membawa perubahan positif, orang yang memiliki citra positif juga mampu mengubah krisis menjadi kesempatan untuk meraih keberuntungan. Citra diri yang positif mendorongnya untuk menjadi pemenang dalam segala hal. Menurut orang-orang yang bercitra diri positif kekalahan, kegagalan, kesulitan dan hambatan sifatnya hanya sementara. Fokus perhatian jangan diarahkan pada kondisi yang tidak menguntungkan tersebut, melainkan perlu diarahkan pada jalan keluar. Menurut Helen Keller, seringkali kita memandang pada pintu yang tertutup terlalu lama, sehingga kita tidak melihat bahwa ada pintu-pintu kesempatan lain yang terbuka untuk kita. Kita seringkali memandang dan menyesali kegagalan, krisis dan masalah yang menimpa terlalu lama, sehingga kita kehilangan harapan dan semangat untuk melihat kesempatan lain yang sudah terbuka bagi kita. John Forbes Nash, pemenang nobel di bidang ilmu pengetahuan ekonomi dan matematika, justru merasa tertantang ketika mengalami soal matematika atau permasalahan ekonomi yang sulit. Kesulitan-kesulitan ini menurut Forbes, merupakan kesempatan untuk membuktikan kemampuannya memecahkan masalah tersebut.
Strategi Membangun Citra Diri Positif
Salah satu kunci keberhasilan adalah citra diri positif. Salah satu cara membangun citra diri positif adalah melalui persiapan. Prinsip ini dipegang teguh oleh Arthur Ashe, mantan juara tenis internasional dari Amerika Serikat. Dengan persiapan yang cukup, kita menjadi lebih yakin akan kemampuan kita meraih sukses. Keyakinan ini merupakan modal dasar meraih keberuntungan. Dengan melakukan persiapan, kita sudah berhasil memenangkan separuh dari pertarungan. Persiapan menuntun kita untuk mengantisipasi masalah, mencari alternatif solusi, dan menyusun strategi sukses.
  1. Berpikir Unggul.
Untuk membangun citra diri yang positif, kita harus berpikir unggul. Cara berpikir unggul seperti ini akan mendorong kita untuk senantiasa berusaha menghasilkan karya terbaik. Mereka tidak akan berhenti sebelum mereka dapat mempersembahkan sebuah karya. Muhammad Ali, petinju asal Amerika Serikat, telah menjadi petinju legendaris dengan segudang prestasi yang membanggakan. Semua ini dapat diraih Ali karena selalu berpikir unggul. Setiap kali bertanding, yang dipikirkan oleh Ali adalah kemenangan. Ali tidak pernah berpikir kalah, tetapi selalu berpikir menang. Dengan tujuan kemenangan, Ali dan pelatih serta semua yang mendukungnya berlatih dan menyusun strategi untuk membukukan kemenangan yang sudah dipikirkan sebelumnya.
  1. Belajar Berkelanjutan.
Selain melalui persiapan yang tepat serta berpikir unggul, citra diri positif juga bisa dibangun melalui komitmen pada pembelajaran berkelanjutan. Hasil belajar akan membawa perubahan positif dengan menambah nilai bagi orang yang berhasil mendapatkan pengetahuan ataupun keterampilan baru, yang bisa dijadikannya modal untuk maju meraih sukses. Tanpa semangat untuk senantiasa mengembangkan diri, orang yang sudah memiliki citra positif bisa saja lalu kehilangan citranya tersebut karena tidak dianggap ”unggul” lagi atau tidak dianggap mampu menambah nilai bagi masyarakat sekitar melalui karya-karya yang dihasilkannya.
Pembentukan citra diri sedini mungkin sangat berarti bagi anak-anak kita. Pembentukan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya citra diri yang positif  sangat urgen dilakukan, namun hal ini selalu diabaikan begitu saja oleh orang tua, masyarakat dan juga para pendidik. Bila salah kaprah, kita tinggal manuai hasilnya, sebagian besar anak-anak kita tak memiliki motivasi yang jelas. Mereka menjadi generasi yang fesimistis, mudah menyerah, pasrah pada kondisi yang apa adanya, mereka belajar namun tak tau untuk apa, mereka selalu berargumentasi; “memang begini nasib kami”. Menyedihkan sekali.

Semoga Bermanfaat.                                                                                                 Purnawanto, S.Pd, M.Si. IGI Sumatera Utara

Views All Time
Views All Time
368
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY