Dilema Pendidik di Masa Pandemi Oleh Luwis Kusumawati , Guru UPTD SDN 1 Kintap Kecil, Tanah Laut, Kalsel

0
13

Corona Virus Disease 2019 atau yang lebih dikenal dengan COVID-19 telah menjadi wabah yang menyebar keseluruh penjuru dunia. Virus yang berawal di negeri cina ini kini telah mempengaruhi berbagai sendi kehidupan, baik dari segi ekonomi, social hingga pendidikan. Berbagai Negara telah merasakan dampak dari virus tersebut, tak terkecuali Indonesia.

COVID -19 telah memberi warna tersendiri dalam dunia pendidikan di Indonesia, dimana untuk pertama kalinya siswa – siswi dari jenjang SD, SLTP hingga SLTA dapat menyelesaikan pendidikannya tanpa melalui Ujian Nasional. Seperti kita ketahui bhwa Ujian Nasional merupakan salah satu bagian penting dalam rangka penentuan kelulusan siswa. Selain itu, para siswa yang seharusnya selalu  hadir kesekolah untuk mengikuti pelajaran, kini mereka harus selalu dirumah yaitu belajar dari rumah.

Tentu saja dengan bimbingan guru dan juga peran orang tua yang menjadi sangat penting pada masa ini. Nilai – nilai siswa dikumpulkan dari hasil tugas – tugas yang telah diberikan guru untuk dapat dijadikan rujukan saat kenaikan kelas. Tugas – tugas tersebut diberikan kepada siswa dengan berbagai cara, ada yang mengambil kesekolah, ada yang dikirim melalui android, hingga diantarkan kerumah siswa .

Diluar itu semua, tentu saja diperlukan sosok pendidik yang cepat tanggap dengan situasi yang terjadi saat ini, serta dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan dari pendidik tersebut. Tak mudah bagi seorang pendidik untuk terus dapat memberikan layanan kepada peserta didik diluar jam mengajar yang biasa dilalui dalam keadaan normal. Dimana siswa hadir secara bersamaan dan situasi kegiatan pembelajaran dapat berjalan lancar pada situasi normal.

Dimasa pandemi ini, proses belajar mengajar menjadi sangat berbeda, profesionalitas pendidik sangat dibutuhkan agar tujuan pendidikan yang telah terencana dapat tercapai. Tak mudah bagi seorang pendidik untuk mengubah cara mengajar yang mana telah terbiasa “manual “ menjadi serba menggunakan teknologi . Mau tidak mau seorang pendidik pun harus “melek teknologi “,  sehingga masa pandemi seperti sekarang ini tidak menjadi dilema bagi seorang pendidik agar ia dapat  terus menjalankan tugasnya sebagai pendidik.

Bersyukur, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Laut menyelenggarakan “Webinar Pendidikan “  dengan tema “ Mengelola Kurikulum, Pembelajaran, dan Penilaian di Masa Pandemi COVID-19”. Dengan Narasumber DR. Zaenal  Fanani M.Ed dari LPMP Provinsi Kalimantan Selatan, sebagai pembawa acara /host Ahmad Muzani, M.Pdi, dan sebagai moderator Maslani, S.Pd, serta dihadiri oleh bapak Jamaluddin, M.PD , selaku Plt Kadisdikbud Tanah Laut.

Kegiatan ini diikuti oleh guru dan juga kepala sekolah mulai jenjang SD dan SLTP. Secara pribadi kegiatan ini sangat bermanfaat bagi penulis, ibarat malam yang gelap kegiatan webinar ini memberikan secercah cahaya, bagi kami para pendidik yang kebingungan bagaimana cara mengelola kegiatan belajar mengajar dimasa pandemic COVID-19 ini. Seteleh menyimak penjelasan dari narasumber, penulis menjadi lebih memahami  hal apa saja yang harus dilakukan sebagai seorang pendidik untuk dapat terus bereksplorasi dengan hal – hal baru yang ada disekitar serta dapat menggunakannya sebagai media pembelajaran kepada peserta didik.

Dari kegiatan ini penulis menjadi lebih mengerti bahwa untuk dapat mencapai suatu tujuan, dalam hal ini tentu saja yang berkaitan dengan dunia pendidikan yaitu mengenai peningkatan kompetensi siswa, seorang pendidik dapat menggunakan berbagai cara dan memanfaatkan kemajuan perkembangan teknologi yang ada. Terimakasih kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Laut atas terselenggaranya kegiatan tersebut, semoga dilain kesempatan kegiatan semacam ini dapat terselengara kembali, karena kegiatan semacam ini sangat kami butuhkan dan tentu saja sangat bermanfaat bagi kami para pendidik.

 

Views All Time
Views All Time
13
Views Today
Views Today
1
Previous articleMENGELOLA PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI, SEBUAH TANTANGAN BAGI GURU MASA KINI Oleh Ridhawati, S.Pd, Guru UPTD SMPN 2 Pelaihari, Tanah Laut, Kalsel
Next articleSEKOLAH DI MASA PANDEMI : JANGAN LUPA PEDAGOGI DITENGAH TEHNOLOGI
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY