DIPENGHUJUNG PENANTIAN RINDU

0
32

Ayah…
Diusiaku 3 tahun, aku belum begitu mengenalmu
Aku belum merasakan kasih sayangmu aku belum tahu bagaimana rasanya engkau memelukku
Aku juga belum tahu kenangan apa yang membekas dalam pikiranku
Sampai saat ini, aku tidak mampu mengingat semua kenangan bersamamu
Bahkan aku tidak mampu membanyangkan wajah tampanmu
Ayah….
Sejenak aku mengambil nafas panjang
Bukan karena lelah…
namun aku merindukanmu..
Merindukan sosok yang aku sendiri tidak tahu bagaimana paras wajahmu
Bagaimana penampilanmu
Bagaimana sikap dan perlakuanmu terhadap ibu dan anak-anakmu
Aku sama sekali tidak tahu
Tidak ada sedikitpun kenangan yang membekas dalam ingatanku
Ayah….
Tahukah kamu, disaat aku punya prestasi
Disekolah… aku disayangi oleh guru-guru
Aku berjuang keras untuk menjadi juara
Aku berusaha membuatmu bangga
Aku bangun setiap subuh membantu ibu
Mencari rezky
Kusingkirkan segala rasa gengsi dan malu ku setiap aku mengayuh sepeda DEKI ibu
Aku selalu berdoa, dikehidupanku aku ingin melihat istrimu bahagia
Ingin melihat istrimu menjadi sosok yang bangga memiliki anak-anak darimu

Ayah….
Tahukah kamu… setiap pengambilan raport
Dari Sekolah Dasar sampai Menengah aku selalu mengambil sendiri
Sementara teman-temankuku selalu diambilkan ayah ataupun Ibunya
Guru-guru percaya kepadaku, karena prestasiku
Bahkan raport adek aku juga yang ambilkan

Ayah…
Setiap pengambilan raport
Ada rasa iri dengan teman-temanku
Andai engkau ada disini dan mengambilkannya pasti engkau bangga
Terhadap prestasi yang aku torehkan
Aku sedih ayah… disaat aku sendiri tak bisa memelukmu

Ayah…
tahukah kamu
Aku tidak pernah meminta dan merepotkan ibu untuk memberikan aku hadiah atas prestasiku
Tapi aku hanya mau ibu membelikan buku-buku untukku sekolah… itu saja ayah
Karena aku tahu… Ibu berusaha keras untuk aku bisa menjadi anak yang dibanggakan

Ayah…
Setiap aku mengenangmu aku tak mampu menahan airmataku
Karena aku tidak tahu siapa kamu
Aku hanya bisa menangis ketika aku melihat ibu bekerja
Ketika aku melihat rambut ibu memutih setiap saat
Bahkan aku melihat tubuh ibu semakin kurus

Ayah…
Tahukah kamu….
Ibu.. istrimu sosok wanita yg tegar dan sabar
Banyak hal yang meliputi hatinya
Namun ia mampu menyembunyikan rasa itu ketika dihadapan anak-anaknya
Ibu… tak pernah meneteskan airmata dihadapan kami
Ibu tak pernah terucap kata menjadi istri keduamu
Ibu bahkan bangga bisa memiliki anak-anak darimu

Ayah…
Tahukah kamu..
Disetiap tetesan keringat ibu mengalir dalam darahku
Menjadi daging-daging yang membuatku kuat dan pintar
Ibu.. tak pernah mengeluh
Entah berapa jauh perjalanan yang ia lakukan
Untuk mengubah kehidupan ekomoni keluarga kita
Ayah…
Aku juga tidak tahu tentangmu
Karena Ibu tidak pernah bercerita
Tentang kesulitan hidupnya
Tapi aku bisa membaca dari raut wajah lelahnya Ayah

Ayah…
Disaat aku menulis bait-bait keindahan hidup ini
Tanpa terasa airmata ini mengalir
Aku menangis karena aku bangga bisa terlahir dari darah daging kalian
Aku bangga bisa berada dalam kandungan Ibu yang luar biasa
Terlahir dari seorang wanita yg anggun.. lembut… dan tegas

Ayah…
Istrimu adalah wanita idola dalam kehidupanku
Istrimu wanita sholehah yang mengabdikan dirinya untuk Tuhan dan anak-anakmu
Istrimu sosok yang membuatnya mencintaimu sampai akhir hayat

Ayah…
Kini… ibu juga telah pergi bersamamu
Kakak juga cerminan pribadi yang lembut
Ia begitu muda pergi menemui Rabbnya
Diusianya ke 21 ia mengabdikan diri untuk patuh pada istrimu
Hatinya begitu lembut dan sikapnya cerminan wanita yang sholehah
Aku bangga ayah..
bangga memiliki kakak yang peduli dengan adek- adeknya
Aku sangat mencintainya Ayah

Ayah….
Aku selalu berdoa buat kalian
Kalianlah motivasi kehidupanku
Kalianlah yg membuat aku bisa sampai kejenjang lebih tinggi
Dari kalian aku belajar arti perjuangan..
Arti pengorbanan… arti kesedihan.. arti kecewa.. arti hidup yang sesungguhnya

Ayah… ibu…
Aku sangat rindu padamu
Rindu yang selalu bergelora dalam hatiku
Ayah… semenjak kepergian Ibu 2005
Aku tidak pernah lagi lebaran dikampung
Aku tidak ingin jiwaku terbelenggu karena rasa sedih yang selalu menyelimuti
Setiap mendengar suara takbir
Ayah… hatiku terlalu sensitif.. setiap kali mendengar dan cerita tentang KATA-KATA Ibu ataupun ayah aku selalu menangis

Ayah…
Aku berdoa semoga Allah mengampuni segala dosa-dosamu
Ditempatkan yang terbaik disisinya
Ayah..
Inilah doa yang selalu aku lantunkan ketika selesai shalat

YA ALLAH…
Jauhkanlah diri dan keluargaku dari panasnya siksaan api neraka
Jauhkanlah diri dan keluargaku dari azab kuburMu
Jauhkanlah diri dan keluargaku dari fitnah dunia
Jauhkanlah diri dan keluargaku dari fitnah dazal
Aamiin ya Allah

Views All Time
Views All Time
191
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY