DISDIKBUD TANAH LAUT MELAKSANAKAN BIMTEK ANTI KORUPSI BAGI KEPALA SEKOLAH . Bagian 1. Sesi Kepala Sekolah SMP

0
13

Kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pendidikan antikorupsi bagi kepala sekolah SD dan SMP lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Laut dilaksanakan sejak Senin, 11 Nopember 2019 di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Laut. Pelaksanaan bimtek pendidikan antikorupsi tersebut dibagi dalam 3 (tiga) anggkatan, setiap angkatan dilaksanakan selama 2 (dua) hari. Senin-Selasa, 11-12 November 2019 diikuti oleh kepala sekolah SMP negeri dan swasta se Kabupaten tanah laut, Rabu-Kamis, 13-14 November 2019, bagi kepala sekolah SDN dari Kecamatan Pelaihari, Bajuin, Jorong, Tambang Ulang, Kurau,dan Bumi Makmur. Sedangkan pada tanggal 15-16 November 2019 diikuti oleh kepala sekolah SDN dari Kecamatan Takisung, Kintap, Panyipatan, Batu Ampar, dan Bati-Bati.

Sementara itu, pemateri atau narasumber bimbingan teknis (bimtek) pendidikan antikorupsi bagi kepala sekolah SD dan SMP lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Laut tersebut berasal dari unsur praktisi pendidikan ,Bapak Arbain Yusran, S.Ag, M.Pd.I  dari MAN 2 Kota Banjarmasin,; dan dari  penyuluh antikorupsi dari KPK RI, Ibu Rofiah, S.Sos, M.Si dari BPSDMD (Badan Pengambangan Sumber Daya Manusia Daerah) Provinsi Kalimantan Selatan. Kedua narasumber tersebut merupakan penyuluh antikorupsi yang berpengalaman memberikan penyuluhan di berbagai instansi pemerintah di lingkup Provinsi Kelimantan Selatan.

Pada Senin, 11 November 2019, seusai upacara pembukaan sekitar pukul 10.00 WITA, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ibu Rofiah, S.Sos, M.Si  yang mengupas dan membahas tentang norma-norma terkait dengan korupsi, peran kepala sekolah dalam pencegahan korupsi sejak dini. Pemaparan materi dari narasumber berlanjut setelah istirahat siang hingga sore, pukul 14.00 -16.00 WITA. Penyajian materi oleh narasumber dengan menggunakan metode pembalajaran orang dewasa, seperti diskusi, curah pendapat, pemutaran vedio, dan juga melakukan permainan atau game.

Selanjutnya, pada Selasa, 12 Noember 2019, kembali Ibu Rofiah, S.Sos, M.Si, kembali menjadi narasumber pada bimbingan teknis anti korupsi bagi kepala sekolah. Ppaparan materi tentang perilaku korupsi dan pencegahannya. Sebagai tindak lanjut dari paparan materi, narasumber juga membagikan kepada seluruh peserta instrumen penilaian pengelolaan sekolah berintegritas, dan medical check up korupsi. Melalui pengisian instrumen tersebut, para peserta melakukan evaluasi diri dalam rangka pencegahan tindak pidana korupsi.

Sedangkan  Bapak Arbain Yusran, S.Ag, M.Pd.I , yang memberikan paparan materi pada hari Selasa, 12 November 2019, mengupas tuntas tentang dahsyatnya korupsi dan bagaimana mengimplementasikan pencegahan tindak pidana korupsi dalam keluarga dan di sekolah. Dengan gaya khasnya sebagai seorang dai, Arbain Yusran, S.Ag, M.Si menyampaikan materi tentang korupsi dengan menggunakan pendekatan religi atau agama (Islam).  Pendekatan religius atau agama (Islam) menjadi pintu masuk yang diharapkan dapat menyadarkan akan pentingnya pencegahan tindak pidana korupsi.

Kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pendidikan antikorupsi bagi kepala sekolah SD dan SMP lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Laut bagi kepala sekolah SMP berakhir pada pukul 16.00 WITA yang ditutup dengan foto bersama narasumber, pelaksanaa, dan peserta sebelum pulang ke rumah masing-masing.

(by Maslani)

 

Views All Time
Views All Time
12
Views Today
Views Today
1
Previous articleSENTUH  HATINYA
Next articleMTsN 3 Mataram Terpilih Salah Satu Lokasi UKIN Mahasiswa PPG UIN Mataram
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY