DISDIKBUD TANAH LAUT MENGGELAR WEBINAR PENDIDIKAN MENYONGSONG TAHUN AJARAN BARU . Bagian Kedua

0
31

Sesi pembukaan webinar pendidikan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar pada Rabu, 1 Juli 2020 berakhir pada sekitar pukul 09.30 WITA, dan dilanjutkn dengan sesi webinar. Pada sesi utama ini diisi dengan paparan singkat hasil rekapitulasi laporan pembelajaran di masa pandemi COVID-19 dari SD dan SMP se Kabupaten Tanah Laut oleh saya selaku Kasi Kurikulum dan Penilaian, dan dilanjutkan dengan sambutan serta arahan oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Jamaluddin, M.Pd.

Saya selalu moderator memperkenalkan dan mengantarkan narasumber sebelum pemaparan materi dengan topik ” Mengelola Kurikulum, Pembelajaran, dan Penilaian” oleh Dr. Zaenal Fanani, M.Ed, Plt. Kepala LPMP Kalimantan Selatan. Pemaparan materi dari narasumbe dimulai pada sekitar pukul 10.20 WITA dengan diawali paparan materi yang berkaitan dengan topik webinar, yaitu tentang standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, dan standar penilaian.
Pada paparan selanjutnya, Dr. Zaenal Fanani, M. Ed menjelaskan tentang pengelolaan pembelajaran dimasa pandemi COVID-19 , baik melalui pola daring (dalam jaringan/online) , luring (luar jaringan/ offline), maupun kombinasai/ gabungan daring dan luring tersebut. Dijelaskan lebih lanjut tentang pembelajaran pola daring yang menggunakan aplikasi tekonologi informasi yang antara lain zoom, google meet, webex meeting, dan sebagainya. Narasumber juga mencontohkan lebih jauh tentang penggunaan aplikasi zoom dalam pengelolaan pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru saat menggunakan pola daring.

Paparan berikutnya, narasumber mengangkat tentang Roadmap Kemendikbud yang antara lain mengenai prioritas pembangunan sumber daya manusia,inovasi, visi pendidikan Indonesia 2035, dan merdeka belajar. Prioritas pembangunan sumber daya manusia (SDM) didasarkan pada arahan Presiden Joko Widodo, yang isinya ” Kita akan memberikan prioritas pembangunan kita pada pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan” .
Sedangkan mengenai visi pendidikan Indonesia 2035 disesuaikan dengan prioritas pembangunan sumber daya manusia sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, membangun rakyat Indonesia untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang unggul, terus berkembang, sejahtera, dan berakhlak mulia dengan menumbuhkan nilai-nilai budaya Indonesia dan Pancasila. Terkait dengan visi tersebut, narasumber menjelaskan tentang ‘Pelajar Pancasila” yang bermakna SDM yang unggul merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Dr. Zaenal Fanani, M.Ed melanjutkan paparannya tentang arah kurikulum, arah asesmen, dan guru penggerak, Arah kurikulum dimasa pandemi COVID-19 ini menurut narasumber dilsederhanakan standar capaiannya, fleksibelitas dan penyederhanaan materi, dan fleksibelitas alokasi waktu mata pelajaran. Sedangkan mengenai asesmen, narasumber menjelaskan tentang AKM (Asesmen Kompetensi Minimal) dan SK (Survei Karakter) . AKM mengukur komptensi, bukan mengukur materi atau bahan ajar, dan mengukur kinerja sekolah bukan siswa yang berdasarkan literasi dan numerasi siswa.

Seusai paparan materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Moderator memberikan kesempatan bertanya kepada 5 peserta dulu dalam sesi tanya jawab ini. Adapun peserta yang bertanya sebagai berikut : (1) Syafii dari salah satu sekolah yang ada Kotabaru ; (2) Iriansyah ( kepsek SMP di Tanah Laut ); (3) Agus Purwito (kepsek SMP di Tanah Laut) ; (4) Sukiman (kepsek SD diTanah Laut) ; dan (5) Hariwidiansyah (kepsek SMP di Tanah Laut.)
Kesempatan bertanya dibuka kembali setelah pertanyaan kelima penanya di atas dijawab oleh Dr.Zaenal Fanani, M.Ed. Penanya berikutnya berpartisipasi dalam sesi tanya jawab ini adalah : (1) A.Rifai (kepsek SMP di Tanah Laut); (2) Isti Handayani (guru MTsN di Tanah Laut); (3) Rahmad Supriadi (kepsek SMP di Tanah Laut); (4) Suwoto (pengawas sekolah Disdikbud Tanah Laut); (5) Eka M (guru ); dan (6) Rusmilasari (guru SMP di Tanah Laut).
Dari penjelasan narasumber sejak awal hingga sesi tanya jawab, ada beberapa keseimpulan yang saya dapat sampaikan. Pertama. Pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru selama masa pandemi COVID-19 harus bermakna dan mengacu pada kompetensi. Kedua. Kurikulum dan pembelajaran dapat diatur oleh sekolah melalui KTSP sekolah masing-masing. Ketiga. Ujian sekolah yang dilaksanakan oleh sekolah harus memperhatikan kualitas dengan lebih menekankan pada penalaran.

Selain beberapa kesimpulan di atas, ada pula beberapa catatan yang menjadi PR bagi Disdikbud Tanah Laut dalam rangka menyongsong dimulainya tahun ajaran baru, 2020/2021, yang antara lain tentang surat edaran mengenai sekolah dan pelaksanaan pembelajaran dimasa pandemi COVID-19, petunjuk dan kebijakan penggunaan dana BOS untuk mendukung kegiatan pembelajaran dimasa pandemi COVID-19, dan hal-hal lain yang bersifat peran teknis Disdikbud Tanah Laut.
Kegiatan webinar Pendidikan Disdikbud Tanah Laut pada Rabu, 1 Juli 2020 ditutup oleh host, Ahmad Muzani, M,Pd.I, dengan pembacaan doa. Saat itu waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 12.15 WITA.
#BangkitPendidikanNegeriku
#DirumahdanMenulisAja

Views All Time
Views All Time
23
Views Today
Views Today
1
Previous articleDISDIKBUD TANAH LAUT MENGGELAR WEBINAR PENDIDIKAN MENYONGSONG TAHUN AJARAN BARU . Bagian Pertama
Next articleUstaz Hanafiah Hipnotis Siswa MTsN Krueng Panjoe
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY