DONGENG MEDIA EFEKTIF MENANAMKAN NILAI DAN ETIKA PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR

0
289

DONGENG MEDIA EFEKTIF MENANAMKAN NILAI DAN ETIKA PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR

Oleh : KURNIATI GUSTI, A.Md., S.Pd
Abstrak
Dunia dongeng merupakan dunia yang fantastik dan penuh warna warni kehidupan. Menghidupkan kisah dengan dongeng akan menciptakan nuansa tersendiri khususnya bagi anak-anak usia sekolah dasar. Semua cerita yang didengar sejak kecil, sebenarnya merupakan cerita pembentukan karakter anak, dongeng yang di dengar para tokohnya mewakili karakter tertentu. Ada tokoh dengan karakter positif, tetapi ada juga yang negatif. Penanaman karakter, nilai dan etika melalui dongeng dianggap efektif karena dongeng begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak . Apalagi dengan sikap dan sifat anak-anak serba ingin tahu, maka penceritaan yang menarik mempengaruhi alam bawah sadar anak-anak. Nilai yang terkandung dalam dongeng akan terinternalisasi dalam alam bawah sadar anak-anak dan terus terbawa hinga mereka dewasa.

Menurut kamus bahasa indonesia dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi. Dongeng dalam pengertian luas merupakan pengungkapan diri manusia, tempat mencari hiburan dan memenuhi angan – angan.

Pada zaman serba canggih seperti sekarang kegiatan mendongeng dimata anak-anak tidak populer lagi. Sejak bangun hingga menjelang tidur mereka dihadapkan pada televisi yang menyajikan beragam acara mulai dari film kartun, pertunjukan musik, hingga sinetron yang terkadangkali bukan tontonan yang pas untuk anak – anak terutama anak-anak usia sekolah dasar dan apabila mereka bosan dengan acara yang disajikan, mereka pindah pada permainan lain salah satunya seperti video game.
Tontonan televisi yang memberikan pengruh negative pada anak-anak usia sekolah dasar tidak lagsung mempengaruhi karakter anak-anak usia sekolah dasar secara tidak langsung mempengaruhi karakter anak-anak usia sekolah dasar tersebut, sehingga orang tua terkadang kali mengalami kesulitan memberikan arahan dan komunikasi pada anak usia sekolah dasar untuk menanamkan nilai dan etika dengan baik.

Menurut Hurlock salah satu karakteristik tugas perkembangan anak-anak adalah berkaitan dengan rasa ingin tahu yang tinggi.( Buku Pembangunan karakter pada anak, Drs. Najib Sulhan. MA)

Anak – anak senang dengan hal-hal yang baru, merangsang rasa keingintahuan anak yang tinggi dapat dipenuhi dengan melakukan beberapa kegiatan, salah satunya dengan membaca atau mendengarkan cerita fantasi dan cerita fiksi seperti cerpen, fabel, legenda, yang mengandung unsur positif. Cerita – cerita tersebut akan mengembangkan imajinasi anak ke arah yang positif pula.

Menurut David McCelland Bahan bacaan yang dikonsumsi oleh anak – anak saat ini, sangat menentukan karakternya 25 tahun ke depan.( Buku pendidikan karakter berbasis sastra, Derektorat Jendral Pendidikan Dasar).
Buku yang dibaca anak-anak usia SD maupun yang diceritakan oleh orang tua atau didengarnya dari seseorang yang mengandung nilai moral akan melekat pada memori anak hingga ia dewasa nanti.

Sebagian siswa sepulang sekolah sampai menjelang tidur waktunya lebih banyak digunakan untuk menonton acara televisi dan main game di hand phone,  Play Station, atau bermain dengan temannya hingga sore hari hingga orang tua harus bersusah payah menyuruh anak untuk makan, mandi dan belajar sehingga terkadangkali terjadi pertentangan antara orang tua dengan anak yang membuat orang tua cenderung melakukan kekerasan seperti membentak, menjewer, mencubit dll.

Sebaliknya dengan perlakuan keras orang tua tersebut anak menjadi kesal, kadang memberontak, dan prilaku anak di sekolah cenderung nakal sering mengganggu temannya, tidak mengerjakan PR, pendiam dll.
Sebagian siswa lainnya yang mengisi waktu dirumahnnya dengan pergi sekolah agama, membaca buku yang dipinjam dari perpustakaan sekolah, minta dibacakan buku yang dipinjamnya dari perpustakaan sekolah oleh orang tuanya karena belum bisa membaca bahkan ada siswa yang minta dibacakan buku yang di pinjamnya berulang – ulang. Untuk anak – anak tersebut orang tua tidak mengalami kesulitan untuk menyuruh anak untuk mandi, makan, belajar, shollat dll. Bahkan ada yang mengerjakan hal tersebut dengan mandiri serta rata-rata prestasi anak tersebut baik di sekolahnya.

Anak yang dibacakan cerita, memperhatikan ucapan, gerak dan mata pendongeng, karena seriusnya memperhatikan tanpa sadar dalam dirinya akan timbul suatu pertanyaan yang terucap secara spontan, setelah mendengarkan dongeng anak terlihat senang dan minta di dongengi lagi dengan cerita yang berbeda. Mendongeng selain dilakukan oleh keluarga di rumah, juga digunakan oleh guru – guru di sekolah dalam pembelajaran di kelas.

Dari uraian di atas maka mendongeng dapat mengurai pengaruh buruk acara televisi, lingkungan, teman bermain yang tidak baik, seperti kalangan ahli psikologi menyarankan agar orang tua membiasakan mendongeng untuk mengurangi pengaruh buruk permainan modern, selain itu mendongeng mampu mencetak anak yang gemar membaca, berprilaku lebih baik, meningkatkan prestasi anak di sekolah, mempererat kasih sayang antara anak dengan orang tua, kakek, nenek, kakak, adik dll. Selain itu mendongeng dapat menjadi sarana hiburan penghilang stress anak.
Karena ketika mendongeng terjadi interaksi tanya jawab, maka secara tidak lanngsung timbul komunikasi antara anak dengan orang tua pada saat itulah orang tua menanamkan nilai dan etika pada anak, orang tua menjelaskan mana yang baik untuk ditiru dan mana yang tidak perlu ditiruoleh anak dan dapat juga orang tua menambahkan wawasan pengetahuan anak dengan menyelipkan berbagai materi sekolah. Kegiatan mendongeng disajikan dengan menarik serta dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak sehingga kegiatan mendongeng menjadi kegiatan yang membuat anak menjadi senang dan terhibur. Nilai-nilai yang terdapat dalam mendongeng tersebut diatas akan berbekas pada jiwa anak-anak hingga ia dewasa nanti. Seperti halnya penelitian yang dilakukan oleh David McClelland ternyata dongeng dapat mempengaruhi alam sadar anak-anak dan nilai-nilai yang terkandung dalam dongeng akan terus terbawa hingga mereka dewasa dan bahan bacaan yang dikonsumsi oleh anak-anak saat ini sangat menentukan karakternya 25 tahun ke depan. Apakah nantinya ia akan menjadi orang cerdik, jujur, beranggung jawab, licik atau lainnya.

Oleh karena itu terlepas dari banyaknya manfaat yang dapat di ambil dari mendongeng, rasanya kita tetap harus berhati-hati karena apabila kita tidak selektif dalam memilih kisah dongeng, justru akan menjadi teladan yang buruk bagi anak-anak.
Agar dongeng menjadi kegiatan yang digemari dan menjadi media yang efektif untuk menanamkan nilai dan etika pada anak-anak maka orang tua atau orang yang akan membacakan cerita  atau mendongeng pada anak disarankan untuk memperhatikan hal – hal berikut ini :
Meluangkan waktu untuk membacakan dongeng terhadap anak
Carilah dongeng dengan kisah yang menerik dan mengandung nilai moral atau unsur positif lainnya.
Sajikan dongeng dengan semenarik mungkin, untuk itu kita dapat menggunakan berbagai alat bantu seperti boneka atau dapat pula mendongeng dengan ekspresi yang bervariasi.

Muatan-muatan dalam dongeng harus di pertimbangkan dengan kondisi psikologi yang mungkin diserap oleh anak jangan sampai terjadi kesalahan pemahaman dari dongeng yang dimaksudkan positif menjadi negatif.

Semoga dengan mengetahui manfaat dari mendongeng akan banyak orang  tua meluangkan waktunya untuk dapat berkomunikasi dengan anak untuk dapat mengetahui keadaan anak dengan baik. Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih.

Views All Time
Views All Time
396
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY