EMPAT NILAI KARAKTER

0
147

EMPAT NILAI KARAKTER

                                                     OLEH : KURNIATI GUSTI, A.Md., S.Pd SD

Pohon Bambu tumbuh wujudnya ”memerlukan waktu sekitar 5 tahaun, bambu memiliki kekuatan pada akarnya. Satu hingga tiga tahun akar bambu sedang tumbuh dengan pesat sehingga memiliki kekuatan yang luar biasa. Pertumbuhan bambu baru terlihat secara signifikan setelah empat tahun, dengan akar-akarnya yang juga tumbuh subur. Pada tahun kelima, setelah pertumbuhan akarnya selesai, barulah batang bambu akan muncul.

Menanamkan nilai karakter pada anak – anak seperti hal nya pohon bambu, menanamkan nilai karakter sejak dini (akar), agar ketika dewasa kelak ia akan tumbuh menjadi pribadi yang jujur, tangguh, simpati, dan cerdas sehingga ia dapat menghadapi berbagai badai kehidupan dengan tangguh seperti halnya batang bambu.

Pohon bambu juga mengajari kita soal fleksibilitas. Kita jarang menyaksikan bambu roboh. Di tengah tumbangnya pohon-pohon lain akibat serangan angin puting beliung, bambu tetap tegar berdiri.Selain karena akar yang kuat, batangnya juga mampu bergoyang bersama angin. Alhasil, dalam cuaca buruk dan angin kencang, pohon bambu bisa bergoyang dan mengeluarkan desis suara mengikuti irama angin. Sementara pohon-pohon lain yang memiliki batang lebih besar, justru tidak kuat menghadapi ganasnya angin. Begitu pula karakter yang harus dimiliki oleh generasi penerus anak – anak kita dan peserta didik kita.

Karakter nilai merupakan  fondasi yang kuat sangat diperlukan, cara bambu mengekspresikan diri, menjadikannya tanaman rumput yang berbeda. Dalam kehidupan latar belakang tiap pribadi berbeda dan    bukanlah penentu untuk menjadi pribadi yang berkarakter kuat, melainkan bagaimana kita berupaya mengekspresikan potensi diri, tidak peduli latar belakang kita, itulah yang akhirnya membuat kita menjadi pribadi luar biasa, dan hal yang luar biasa tentunya dari kerja yang luar biasa.

Nilai karakter yang perlu di tanamkan dan di perkuat diantara nya yaitu : Jujur, Tangguh, Peduli dan Cerdas

  • Jujur( Olah Hati):Jujur dalam segala hal ( tidak bohong dalam segala hal sekecil apapun), Jujur terhadap diri sendiri menerima diri sebagaimana adanya , kejujuran akan menjadikan orang lain mempercayai dan menghargai dan itu sangatlah mahal harganya. Sekali berbohong maka walaupun kita berkata jujur orang tidak akan mempercayainya. Seperti halnya ketika hari pertama masuk sekolah, peserta didik kelas awal di jenjang Taman Kanak – Kanak dan Sekolah Dasar biasanya beberapa peserta didik enggan untuk di tinggal oleh orang tua nya, sebagai guru tentunya harus memberikan rasa aman dan nyaman sehingga peserta didik tersebut mau di tinggal oleh orang tuanya di sekolah, ketika peserta didik tersebut menangis menyadari orang tuanya tidak ada yang kita lakukan sebagai guru cukup diam duduk sejajar di samping nya maka ia akan merasa nyaman dan lambat laun tangisannya akan berhenti dan ketika ia sudah merasa nyaman katakan bahwa ibu atau bapak guru adalah orang tua mu di sekolah jadi jangan merasa takut beri penjelasan bahwa ia bisa merasa aman dan nyaman di sekolah bersama ibu atau bapak guru, bila kita mengatakan jangan menangis ibu atau ayah mu ada di luar padahal tidak ada maka kita sudah mengajarkan kepada peserta didik berbohong, atau kita mengatakan jangan menangis ibu atau ayah mu pulang dulu nanti kembali lagi maka tangisan anak akan semakin keras karena merasa tidak nyaman.Orang tua pun harus membangun rasa aman , saling percaya dan jangan menutupi sebuah  kesalah dan menerima apa adanya terhadap anak.
  • Tangguh ( Olah Raga) : Melentingkan terhadap masalah yang dihadapi, mudah beradaptasi dan fleksiblel, mampu mempertahankan kesehatan fisik dan psikisnya. Anak – Anak Harus mampu menghadapi resiko dari kegiatan yang dilakukan , mampu menghadapi masalah seperti bola yang di pantulkan ke lantai, ketika ada masalah maka ia tak mudah berputus asa, serta tahu kosekuensi setiap tindakkan yang di perbuatnya baik dan buruknya. Sehingga ia mempunyai rasa percaya diri mengenali faktor positif di dalam dirinya, tidak mudah mengeluh mencoba mandiri memecahkan masalah sendiri , mudah menyesuaikan dir dengan lingkungan yang berbedai, , optimis mensyukuri kelebihan dan kekurangan dan dapat menarik makna dari sebauh kegagalan. Anak – anak senang dengan berlari, loncat , dan mencoba hal hal baru, terkadang kali kita sering mengatakan jangan lari lari nanti jatuh dan sering mengatakan jangan ini atau jangan itu, sebaiknya hal tersebut jangan dikatakan. Ketika anak akan melakukan sesuatu kita beri dulu penjelasan bahwa kegiatan yang ia akan lakukan ada resiko seperti ini dan seperti itu sehingga ketika ia melakukan aktifitas tersebut ia paham kosekuensi nya ketika mengalami jatuh atau lainnya ia akan bangkit.
  • Peduli ( Olah Rasa) : Peduli dengan sekitarnya, sehingga ia dapat membantu sekitarnya bahkan bila anak dapat berkata ”apa yang bisa saya bantu” bila ada yang mengalami kesulitan itu suatu hal yang luar biasa.
  • Cerdas ( Olah Pikir) : Mampu mengambil keputusan dan memecahkan masalah dengan cepat dan tepat. Kepintaran bukan penentu seseorang dapat mengabil suatu tindakkan dengan tepat dan tepat . “Pintar belum tentu cerdas tapi cerdas sudah pasti pintar”

Bila empat nilai karakter tersebut dapat tertanam kuat maka kita sebagai guru dan orang tua  dapat merasa tenang ketika anak – anak  jauh dari kita. Tentunya semua itu tidaklah mudah perlu pembiasaan dan contoh sejak dini. Bagaimanapun juga contoh adalah guru dan suri teladan yang paling baik. Semua itu tidak lepas dari peran orang tua dirumah dan guru di sekolah.

                           

Marilah kita bersama sama mendidik siswa dan siswi di rumah dan di sekolah dengan pendidikan berkarakter sejak dini. Semoga Bermanfaat.

Views All Time
Views All Time
247
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY