Filosofi Mawar

0
7

Descartes seorang fisuf Yunani ketika ditanya muridnya tentang optimisme, Descartes menjawab “Optimis adalah ketika seseorang terperangkap didalam kegelapan dan yakin cahaya akan diketemukan, sedangkan pesimis adalah ketika seseorang tersebut melupakan kemunculan cahaya dikegelapan dan sibuk mencari kambinghitam”.

Optimis senantiasa harus dipelihara dan dijaga dihati nurani manusia. Maju dan berkembangnya pola pikir seseorang tergantung pada tingkat optimis yang tertanam dalam dirinya. Siapa sangka Thomas Alfa Edison menemukan bola lampu setelah gagal ratusan kali ujicoba nya?. Hal itulah yang seharusnya kita tumbuhkembangkan dalam diri dan jiwa. Dalam dunia pendidikan guru adalah pelopor terdepan menciptakan rasa optimis kepada siswa. Mental juara harus selalu ditanamkan dalam diri siswa sehingga bisa menjadi karakter bagi masa depannya. Bangsa indonesia lahir dan merdeka didasarkan pada optimis yang besar bahwasanya penjajah akan kalah dengan pengorbanan dan perjuangan.

Hal itulah yang mendasari kepala sekolah, guru dan semua penggerak pendidikan di SDN 22 Mata Air Barat untuk bagaimana siswa bisa optimis mengikuti perlombaan apapun yang menyangkut tentang akademik dan keterampilannya. Menjadi juara soal kesekian yang terpenting bagaimana bisa tampil dan memupuk mental juara untuk berkompetisi.

Terakhir, filosofi mawar mengajarkan kita tentang optimisme. “Orang optimis melihat mawar indah pada bunganya sedangkan orang pesimis melihat mawar hanya pada durinya”. Wallahu’alam

 

 

Views All Time
Views All Time
26
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY