FIRDA, HAFIZAH CILIK yang INSPIRATIF

0
278

Sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya, sebuah televisi swasta nasional kembali menayangkan acara yang menampilkan penghafal al Quran (hafiz)  yang masih berusia muda alias hafiz cilik,  yang telah memiliki hafalan surah al Quran di atas 5 (lima) juz  pada saat menjelang dan saat bulan puasa Ramadhan 1439 H/ 2018 M ini. Penulis dan keluarga hampir tidak pernah melewatkan acara tersebut, yang jam tayangnya siang menjelang sore hari, atau 13.15 -15.00 WIT.

Salah satu peserta hafiz tahun 2018  ini terdapat seorang anak perempuan yang tunanetra dari peserta yang mengikuti acara tersebut, dan uniknya lagi peserta yang bernama Firda tersebut,  berasal dari keluarga yang semuanya tunanetra, baik ayah, ibu, bahkan adiknya.  Ayahnya Firda bekerja mencari nafkah untuk keluarga dengan menjalani profesi sebagi tukang pijat, sedangkan ibunya menjadi ibu tangga dan mengasuh anaknya di rumah. Luar biasanya lagi, Firda dapat membaca dan kemudian menjadi penghafal (hafiz) seperti saat ini, karena diajarkan dan dibimbing oleh ibunya yang tunanetra atau tidak dapat melihat. Subhanallah, Allahuakbar.

Saat tayangan acara hafiz pada Rabu, 16 Mei 2018,  sang pembawa acara, Irfan Hakim melakukan sedikit wawancara dengan peserta hafiz  yang tampil satu per satu. Ketika mewawancarai Firda, Irfan Hakim bertanya kepada Firda dengan sebuah pertanyaan  yang salah satunya   “ …jika Firda diberikan oleh Allah Swt dapat melihat, apa yang pertama kali Firda ingin lihat?  Jawaban Firda inilah yang membuat Irfan Hakim, pembimbing, penonton di studio televisi tersebut terharu dan banyak yang meneteskan air matanya. Jawaban Firda sangat singkat, hanya dengan satu kata, yaitu katanya “.. AL QURAN”.

Kembali Firda menunjukkan kehebatan keluarganya yang dihadapan kita penonton dan pemirsa yang saat ini diberikan oleh Allah Swt. kemampuan melihat dan lengkap anggota jasmaninya. Dengan jawaban bahwa hal pertama yang ingin dilihat apabila ia dapat melihat adalah al Quran. Anak sekecil itu sudah memiliki sebuah jawaban yang luar biasa, maknanya sangat dalam dan menusuk jauh ke dalam hati kita yang selama ini dikarunai Allah Swt mampu melihat,  namun jarang memegang dan membaca kitab suci AL QURAN. Subhanallah.

Bulan Ramadhan sudah diambang pintu, maka sudah saatnya dan semestinya kita umat Islam kembali memperbanyak membaca dan mentadabburi al Quran sebagaimana pesan yang tersirat dari Firda, tunanetra dan dari keluarga tunanetra namun pengahafal al Quran atau seorang hafiz tersebut di atas. Kini, Firda seorang tunanetra yang hafiz al Quran cilik telah mengetuk dan menjadi inspiratif banyak orang, khususnya umat Islam, untuk kembali membaca  kitab  suci al Quran, kapanpun dan dimanapun.

 

#####

 

Views All Time
Views All Time
378
Views Today
Views Today
2
Previous articleTAYANGAN TELEVISI yang INSPIRATIF
Next articlePenilaian Pengetahuan Kurikulum 2013 SMP/MTs (Bag 1)
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY