Fungsi, Tujuan dan Langkah Metode Pemberian Tugas

0
2153
adi suprayitno
Fungsi, Tujuan dan Langkah Metode Pemberian Tugas

Fungsi, Tujuan dan Langkah Metode Pemberian Tugas

Bagi setiap guru yang ingin berhasil dalam mengajar perlu pengetahuan beberapa metode. Sedangkan menurut Das Dariyanto dalam bukunya “Tujuan, Metode dan Sampel Dalam PBM”, metode mengajar yaitu “Suatu cara yang digunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan murid sehubungan dengan penyampaian bahan pelajaran” (1983:5).

Dengan pengertian metode di atas, maka penulis ingin membicarakan salah satu metode pengajaran yang digunakan oleh guru yaitu metode pemberian tugas. Pengertian metode pemberian tugas menurut Drs. Dariyanto dalam bukunya “Tujuan, Metode dan Sampel dalam PBM”, yaitu menyatakan kembali apa yang telah dikerjakan di hadapan guru atau murid menjawab guru terhadap bahan yang ditugaskannya. Hal ini baik secara perorangan maupun kelompok. Sedangkan pemberian tugas tersebut dapat digolongkan ke dalam dua golongan yaitu:

  1. Tugas-tugas yang harus dikerjakan saat proses belajar mengajar berlangsung
  2. Tugas-tugas yang harus dikerjakan di rumah.
    1. Fungsi Metode Pemberian Tugas

Dalam proses belajar mengajar pada umumnya, terutama seorang  guru sungguh mempunyai peranan sentral dan besar pengaruhnya untuk berhasilnya tujua pendidikan yang digariskan. Demi tercapainya upaya tersebut di atas, maka diperlukan penyusunan suatu pedoman pemberian tugas bagi guru dan semua unsur pembina pendidikan di sekolah. Di dalam memilih dan menerapkan suatu metode pemberian tugas yang ada dan yang lebih sesuai dengan tuntunan kurikulum dewasa ini, hendaknya yang mengutamakan azas dan suasana interaksi indikatif yang bersifat kekeluargaan dan kasih sayang antara pendidik (guru) dan anak didik (siswa) dalam mencapai tujuan pendidikan. Maka dari itu fungsi metode pemberian tugas, yaitu sebagai berikut:

  1. Untuk merangsang anak terhadap topik yang diajukan atau diajarkan
  2. Untuk mengetahui sampai dimana penguasaan anak terhadap tugas yang diajukan
  3. Untuk mengetahui sampai dimana partisipasi anak hubungan sosial, rasa tanggung jawab, kepercayaan pada diri sendiri dan semangat kerjanya.
  4. Untuk melihat kelemahan dan kekurangan anak dalam kerjanya, apakah dapat memperbaiki sendiri atau masih memerlukan bantuan orang lain.
  1. Tujuan Metode Pemberian Tugas

Dalam menyampaikan materi pelajaran yang telah dirumuskan, perlu dipertimbangkan metode mana yang paling tepat digunakan dengan mengingat kegiatan belajar yang telah kita tetapkan dan tujuan yang ingin dicapai. Perlu disadari bahwa dalam proses mengajar sehari-hari tidak jarang guru menghadapi siswa yang mengalami kesulitan. Untuk itu seorang guru harus segera tanggap dan mencoba metode membangkitkan kembali semangat siswa dalam menerima pelajaran, maka guru sebelumnya harus dapat memilih salah satu metode yang akan dipergunakan. Sesuai judul yang penulis ajukan yaitu metode pemberian tugas, maka tujuan ditetapkan metode pemberian tugas itu sebagai berikut:

  1. Untuk memberikan kesempatan kepada siswa secara aktif untuk mengembangkan kemampuan pribadinya dalam kegiatan menerima tugas-tugasnya.
  2. Mengisi waktu senggang (lowong) sehingga anak di luar sekolah dapat menggunakan waktunya untuk menyelesaikan tugas dari sekolah.
  3. Membendung, setidak-tidaknya mengurangi pengaruh negatif pada saat-saat siswa berada di luar sekolah
  4. Langkah-langkah Metode Pemberian Tugas

Pemberian tugas yang diberikan di luar sekolah agar supaya penggunaan metode pemberian tugas di luar sekolahan dapat dikerjakan dengan tertib dan efektif, perlu langkah-langkah sebagai berikut:

  • Langkah Awal
  1. Membicarakan/menilai tugas atau pekerjaan rumah pada jam tatap muka sebelumnya, apabila tugas atau pekerjaan rumah itu berhubungan dengan bahan yang akan diajukan
  2. Mengulangi bahan yang lampau dan mencoba menghubungkannya dengan bahan yang akan diajarkan
  3. Membangkitkan perhatian siswa dengan mengajukan pertanyaan, menunjukkan gambar atau model yang berkaitan dengan bahan baru yang akan dikerjakan.
    • Langkah Inti
  4. Guru memberi kesempatan pada siswa untuk mengajulan pertanyaan yang berhubungan dengan pelajaran yang sudah dipersiapkan sebelumnya maupun yang sedang dibahas.
  5. Pertanyaan siswa tersebut diajukan kepada seluruh siswa agar dipecahkan dan guru apabila diperlukan menjembatani untuk menemukan jawaban tersebut.
  6. Guru mulai memasuki bahan materi baru kepada siswa sesuai dengan topik yang telah disiapkan melalui tugas-tugas yang sebelumnya dipersiapkan untuk siswa.
  7. Siswa mulai aktif melaksanakan tugas-tugas yang dihadapi ditunjang/dijembatani oleh guru apabila mengalami beberapa kesalahan.
  8. Apabila tugas-tugas tersebut belum selesai guru memerintahkan kepada siswa agar diselesaikan di rumah sebagai pekerjaan rumah boleh sendiri-sendiri, boleh berkelompok sesuai dengan tugas-tugas tersebut.
  9. Guru menjembatani para siswa kepada jawaban yang benar, memberikan kesimpulan dan penilaian terhadap situasi yang terlibat dalam kegiatan belajar mengajar.
  10. Pemberian tugas yang diberikan di sekolah dalam proses belajar mengajar.

Dalam melaksanakan metode pemberian tugas yang diberikan di sekolah saat proses belajar mengajar itu cukup banyak, maka sesuai PTK ini penulis menggunakan salah satu yaitu metode tanya jawab, agar penggunaan metode ini lebih tertib dan efektif maka perlu langkah-langkah yaitu:

  • Langkah Awal
    1. Menentukan topik
    2. Menentukan kemampauan dasar
    3. Menyusun pertanyaan-pertanyaan secara tepat sesuai dengan kemampuan dasar
    4. Mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan siswa.
  • Langkah Inti
    1. Menjelaskan pada siswa kemampuan dasar yang ingin dicapi sesudah pelajaran berakhir.
    2. Mengkomunikasi penggunaan metode tanya jawab/murid tidak hanya bertanya tetapi juga menjawab pertanyaan guru maupun siswa yang lain.
    3. Guru memberikan permasalahan sebagai bahan apersepsi.
    4. Guru harus mengajukan pertanyaan ke seluruh kelas.
    5. Guru harus memberikan waktu cukup untuk memikirkan jawabannya, sehingga dapat merumuskan secara sistematis.
    6. Tanya jawab harus berlangsung dalam suasana tenang dan bukan dalam suasana yang tegang dan penuh persaingan yang tak sehat diantara siswa.
    7. Guru harus mengusahakan agar sebanyak-banyaknya siswa memperoleh giliran pertanyaan secara merata
    8. Guru mgar setiap pertanyaan hanya berisi satu masalah saja.
    9. Pertanyaan harus dibedakan dalam golongan pertanyaan pikiran dan pertanyaan mengungkapkan kembali pengetahuan yang dikuasai atau pertanyaan yang meminta pendapat, perasaan sikap dan hanya fakta-faktanya saja.

Dalam kegiatan belajar mengajar seorang guru dalam menyampaikan suatu materi pada siswa dengan menggunakan metode pemberian pekerjaan rumah. Istilah pekerjaan rumah tidaklah asing bagi para pendidik, baik di sekolah dasar sampai di sekolah menengah atas. Menurut pendapat Jusuf Djaja Adisastra :

Metode tugas dalam istilah populer lebih dikenal dengan nama pekerjaan rumah atau disingkat PR. Metode tugas berartu suatu perencanaan yang dilakukan bersama antara murid dan guru mengenai suatu persoalan atau problema yang harus diselesaikan oleh murid dalam jangka waktu tertentu. (Jusuf Djaja Adisastra, Metode-metode Pengajaran Jilid I, 1982, p. 35).

Dengan demikian yang penelitian maksud dengan pekerjaan rumah yaitu istilah cara penyajian pelajaran, dimana guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa atau anak-anak didiknya untuk mengerjakan tugas yang diberikan kepadanya, kemudian harus dipertanggungjawabkan hasilnya dalam jangka waktu tertentu.

Berdasarkan uraian di atas pekerjaan rumah yang diperoleh dari guru itu dapat memperdalam bahan pelajaran, mengembangkan bahan yang sudah dipelajari dan dapat pula untuk mengukur sampai sejauh mana kemampuan mereka dalam menyerap suatu pelajaran khususnya pelajaran Pendidikan Moral Pancasila. Adapun dalam mempelajari pelajaran anak didik mungkin menghafal, mencari informasi, mungkin mengerjakan sesuatu yang akhirnya membuat suatu kesimpulan tertentu atas pertanggungjawaban tentang tugas yang dilaksanakan. Dalam pemberian pekerjaan rumah dapat secara individual atau secara klasikal.

  1. Tujuan Pekerjaan Rumah

Menurut Winarno Surakmad, tujuan pekerjaan rumah adalah sebagai berikut :

  1. Merangsang agar siswa lebih baik memupuk inisiatif, bertanggung jawab, dan berdiri sendiri.
  2. Membawa kegiatan-kegiatan sekolah yang berharga kepada minat siswa yang masih terluang dari siswa-siswa agar dapat digunakan lebih konstruktif.
  3. Memperkaya pengalaman-pengalaman sekolah dengan memulai kegiatan-kegiatan di luar kelas.
  4. Memperkuat hasil belajar di sekolah dengan menyelenggarakan latihan-latihan yang perlu integrasi dan penggunaannya. (Winarno Surakhmad, Metodologi Pengajaran Nasional, 1986, p.92).

Dengan demikian pemberian pekerjaan rumah terdapat tujuan-tujuan yang peneliti kehendaki antara lain :

  1. Dengan adanya pemberian pekerjaan rumah dapat menumbuhkan rasa sosial dan erat antara siswa dengan siswa, antara siswa dengan guru, dengan pihak lain yang dianggap mampu untuk memberi pertolongan kepadanya.
  2. Agar siswa dapat mengambil kesimpulan dari tugas yang dilaksanakan untuk dipertanggungjawabkan sehingag secara tidak sadar berlatih berfikir secara kreatif.
  3. Dengan adanya pemberian pekerjaan rumah, maka siswa dapat memperluas materi yang diterima di sekolah sehingga siswa dapat lebih terampil, cekatan dan mendalam.
    1. Jenis-jenis Pekerjaan Rumah

Menurut Rostiyah N.K, dalam bukunya Strategi Belajar mengajar menyebutkan dua jenis pekerjaan rumah adalah :

  1. Secara Lisan

Siswa diberi tugas tanpa adanya teks (secara langsung) hendak mengetahui sejauh mana daya ingat para siswa. Misalnya : Mengidentifikasi fungsi organ pada manusia

  1. Secara tertulis

Siswa diberi tugas untuk menjawab soal-soal dengan menggunakan teks (secara tertulis) dengan jelas. Misalnya : siswa membuat tugas dan wewenang lembaga tinggi negara. (Rostiyah N.K, 1988, p. 133).

  1. Kebaikan-kebaikan Pekerjaan Rumah

Menurut winarno Surakhman dalam bukunya Metodologi Pengajaran Nasional menyebutkan kebaikan pekerjaan rumah :

  1. Pengetahuan yang pelajar peroleh dari hasil belajar, hasil eksperimen atau penyelidikan yang banyak berhubungan dengan minat mereka dan yang lebih mereka, akan lebih lama dapat diingat.
  2. Murid berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertangung jawab dan berdiri sendiri. (Winarno Surakhmad, 1986, p. 92).

Dengan demikian pekerjaan rumah yang peneliti kehendaki adalah sebagai berikut :

  1. Dengan pekerjaan rumah akan memperluas pengetahuan, lebih-lebih bila siswa mengalami kesulitan maka akan berusaha memecahkannya.
  2. Pekerjaan Rumah merupakan salah satu teori untuk latihan-latihan yang sangat berarti. Untuk mengingat dan memperdalam pelajaran yang diterangkan di sekolah sehingga siswa dapat menjadi lebih terampil dan cekatan terhadap persoalan-persoalan yang dihadapinya.
  3. Dengan pekerjaan rumah, siswa secara tidak sadar akan memperdalam ilmu pengetahuan yang diterimanya di sekolah.
  4. Kelemahan-kelemahan Pekerjaan Rumah

Menurut Winarno Surakhmad, menyebutkan kelemahan-kelemahan pekerjaan rumah adalah sebagai berikut :

  1. Seringkali melakukan penipuan dimana siswa hanya meniru atau menyalin hasil pekerjaan orang lain, tanpa mengalami peristiwa belajar.
  2. Adakalanya tugas itu dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
  3. Apabila tugas terlalu sering diberikan, apalagi bila tugas-tugas itu sukar dilaksanakan oleh siswa ketenangan mental mereka dapat berpengaruh.
  4. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual. (Winarno Surakhmad, 1986, p.93).

Dengan demikian kelemahan-kelemahan pekerjaan rumah menurut peneliti adalah sebagai berikut :

  1. Pekerjaan rumah kurang baik, bila guru bertujuan hanya agar bahan Pendidikan Mral Pancasila yang banyak itu terselesaikan pada akhir tahun atau bahan pelajaran dapat selesai.
  2. Pekerjaan rumah akan merupakan yang sia-sia, apabila pekerjaan itu tidak dikontrol oleh guru dan tidak dibicarakan hasilnya yang berguna untuk perbaikan dan pemecahan kesulitan.
    1. Wujud Pekerjaan Rumah

Menurut Rostiyah N.K dalam bukunya Strategi Belajar Mengajar, adapun wujud pemberian pekerjaan rumah adalah sebagai berikut :

  1. Tugas dapat diberikan dalam bentuk pertanyaan mengenai mata pelajaran tertentu atau suatu perintah yang harus dibahas dengan diskusi atau perlu dicari uraiannya pada buku pelajaran. Misalnya : Membuat kliping, merangkum dalam mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila.

Tugas dapat juga berupa tugas tertulis atau tugas lesan. Misalnya : tugas tertulis : siswa membuat tugas dan wewenang lembaga tertinggi negara, tugas lesan : siswa menghafal seluruh butir-butir Pancasila. (Rostiyah N.K, 1988, p. 1330.

Views All Time
Views All Time
2078
Views Today
Views Today
3

LEAVE A REPLY