GELORA LITERASI DI ACEH BESAR OLEH : JUWITA,S.Pd

0
7

GELORA LITERASI DI ACEH BESAR

OLEH : JUWITA,S.Pd

 

“Menulislah agar engkau tetap dikenang sampai 1000 tahun”. Lewat menulis kita dapat berbagi  kepada orang lain, menulis merupakan  suatu ketrampilan yang sangat berguna bagi penulis sendiri dan orang lain, menulis dapat menjadi sarana seseorang untuk mengungkapkan berbagai gagasan dan ide supaya dibaca oleh para peminat bacaan.

Literasi adalah ruh kemajuan pendidikan, dimana saja dan negara mana saja di dunia ini bila ingin negaranya menjadi negara cerdas dan maju harus menjadikan literasi sebagai pondasi dasar untuk meraih pendidikan bermutu. Allah SWT menurunkan wahyu pertama melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW yaitu surat Al-‘Alaq yang isinya adalah Iqra’ artinya baca. Ironis dan miris bila kita sebagai ummat Nabi Muhammad tidak menjadikan filosifi Iqra’ tersebut sebagai pegangan dalam meningkatkan budaya membaca dan menulis.

Gerakan literasi sekolah bertujuan untuk memperkuat karakter siswa melalui hamonisasi olah hati( etik), olah rasa (estetik), olah pikir  (literasi). Pendidik adalah ujung tombak perubahan, kemajuan suatu bangsa tidak terlepas dari usaha dan pembaharuan yang  dilakukan guru, dalam  rangka mendukung gerakan literasi Nasional penulis melakukan suatu gerakan nyata dengan terjun langsung ke sekolah-sekolah untuk sosialisasi gerakan literasi hingga menerbitkan buku dengan program GELIS merupakan kanal SAGUSAKU IGI. Harapannya, siswa dan siswi SD di Kabupaten Aceh Besar dapat berkarya dan pihak sekolah  dapat mengeksplor kecakapan siswanya serta menjadi motivasi untuk aktif berkreasi dalam literasi dengan tujuan meningkatkan budaya karakter bangsa,dapat menambah perbendaharaan sastra budaya di Aceh Besar serta menjadi motivasi untuk mengapresiasi karya seni, menjadi lebih eksis dalam berkarya, membangkitkan semangat para guru dan kepala sekolah untuk lebih peka terhadap kreatifitas siswa dan siswinya di sekolah.

Hidup itu bukanlah panggung sandiwara bagi orang hebat yang sukses, tetapi hidup adalah kenyataan untuk berubah  kearah yang lebih baik. Manusia hebat dan sukses tidak akan pernah bosan untuk menginspirasi dan memotivasi diri serta orang lain untuk yakin menekuni apapun profesi pekerjaannya yang dianugerahi Allah SWT.

Guru dalam mengajarkan ilmu pengetahuan pada generasi bangsa mungkin hanya butuh satu hari agar mereka paham, tetapi untuk membentuk karakter pada generasi bangsa guru butuh waktu bertahun, dan kunci penentu adalah guru wajib  terlebih dahulu membentuk karakter dirinya.

Ingat ! Dengan literasi kamu akan mendekap dunia. Dengan literasi kamu akan berselancar di samudera. Dengan literasi kamu akan terbang ke angkasa. Hanya dengan literasi kamu akan tahu luasnya dunia, kamu akan tahu dalamnya samudera, dan kamu akan tahu tingginya angkasa.

Berikut ulasan kunjungan penulis menggerakkan literasi ke  sekolah dalam gugus XII di Aceh Besar  ;

 

SPEKTAKULER GERAKAN LITERASI DI SDN 1 INDRAPURI

Senin 3 Desember 2018 gerakan literasi penulis lakukan di SDN 1 Indrapuri. SDN 1 Indrapuri merupakan sekolah tempat penulis bertugas. Jam 7.30 penulis sudah berada di sekolah,   dewan guru beserta siswa sangat antusias ingin segera digelar kegiatan literasi, dibantu oleh siswa penulis membentangkan sanduk tepat di didepan kelas empat dibawah pohon.   Di pintu ruang kepala sekolah Bapak Mukhtaruddin,S.Pd selaku kepala sekolah SDN 1 Indrapuri memandang aktifitas kami dibawah pohon sambil tersenyum. Gerakan literasi di SDN 1 Indrapuri guru dan siswa sepakat untuk menulis cerita mini, dan siswa yang dilibatkan mulai dari kelas IV sampai kelas VI. Acara sosialisasi langsung dilaksanakan di halaman sekolah, dilanjutkan dengan gerakan menulis cerita mini dibawah pohon kupula yang rindang. Guru yang mendampingi terlihat sangat antusias membimbing siswa bersama penulis untuk memberikan ide-ide dalam menulis karya.

Jam hampir menunjukkan pukul 9.30 wib, saya, guru dan beberapa siswa terus aktif dan terlihat sangat serius menulis cerita mini. Penulis dan siswa sepakat waktu untuk menulis sampai jam 10.00 wib.

Disela-sela kegiatan siswa menulis datang kepala sekolah memberikan sedikit arahan kepada siswa, dalam arahannya beliau menyambut baik program literasi hingga menerbitkan buku yang dilaksanakan oleh IGI, beliau juga menyampaikan kita patut bersyukur dan bangga karena yang mengajarkan literasi di sekolah kita adalah guru kita sendiri, ilmu yang diberikan dapat bermanfaat, dengan kegiatan ini akan muncul siswa-siswi yang memiliki bakat dan minat untuk menulis yang selama ini mungkin tidak tersalurkan dan masih tersimpan, kedepan diharapkan akan memberi dampak yang sangat positif untuk memajukan dunia pendidikan. Beliau juga menyatakan siswa-dan guru harus bisa memciptakan sebuah karya berupa buku.

Diakhir gerakan literasi penulis menyampaikann kepada guru dan siswa  bahwa sekolah harus merampungkan karya siswa, nantinya karya siswa tersebut akan dikirim kepercetakan hingga menghasilkan karya menjadi sebuah buku ber-ISBN. Tidak lupa pula penulis, guru pendamping beserta siswa melakukan sesi poto bersama.

WISATA  LITERASI  DI SDN 2 INDRAPURI

Selasa pagi 27 November 2018, gerakan literasi penulis lakukan di SDN 2 Indrapuri. SDN 2 Indrapuri merupakan sekolah imbas dari gugus XII SDN 1Indrapuri. Jam 8.30 penulis sudah berada di sekolah. Sebelum kegiatan sosialisasi dan gerakan menulis terlebih dahulu kami melakukan sesi poto bersama. Penulis langsung dipersilahkan oleh dewan guru masuk ke ruang kantor terlebih dahulu, para guru menyampaikan kepala sekolah belum hadir ke sekolah karena harus ke toko photo copi dahulu untuk menphoto copi administrasi sekolah. Jam 9.00 wib acara sosialisai kami lakukan di halaman sekolah, dewan guru beserta siswa sangat tertib mendengarkan penjelasan dari penulis tentang literasi, serta tujuan akhir dari gerakan literasi ini.

Gerakan literasi di SDN 2 Indrapuri guru dan siswa sepakat untuk menulis puisi, siswa yang dilibatkan mulai dari kelas IV sampai kelas VI. Acara sosialisasi langsung dilaksanakan di halaman sekolah. Guru yang mendampingi yaitu ibu Isna Wardatun,S.PdI dan ibu Safariah,S.Pd terlihat sangat aktif membimbing siswa bersama penulis untuk memberikan ide-ide dalam menulis puisi.

Jam hampir menunjukkan pukul 9.30 wib, saya, guru dan beberapa siswa terus aktif dan terlihat sangat serius menulis puisi. Penulis dan siswa sepakat waktu untuk menulis sampai jam 10.00 wib.Setelah semua siswa siap menulis puisi lalu dikumpulkan oleh ibu pembimbing.

Selesai kegiatan siswa menulis puisi terlihat kepala sekolah bapak Mukhsin,S.Pd sudah tiba di sekolah. Penulis langsung menjumpai kepala sekolah dan menyampaikan maksud dari kegiatan literasi tersebut, Alhamdulillah kepala sekolah  sangat respon dan mensuport gerakan literasi serta mengucapkan banyak terimakasih kepad penulis. Diakhir gerakan literasi penulis menyampaikan kepada guru dan siswa  bahwa sekolah harus merampungkan karya siswa, nantinya karya siswa tersebut akan dikirim kepercetakan hingga menghasilkan karya menjadi sebuah buku ber-ISBN. Penulis juga menyampaikan ini merupakan gerakan awal dan jangan berhenti terus berkarya dengan berliterasi sepanjang masa.

 

WISATA LITERASI DI SDN LIMO

Didepan pagar halaman sekolah penulis disambut dengan senyuman manis oleh dewan guru SDN Limo yaitu ibu Susi Susanti, S.Pd dan ibu Rita Maulidar, S.Pd.Rabu 28 November  2018 gerakan literasi penulis lakukan di SDN Limo. SDN Limo masih satu gugus dengan  gugus XII SDN 1Indrapuri. Sebelum  berangkat menuju ke SDN Limo penulis menelpon guru disana terlebih dahulu. Jam 9.00 penulis sudah berada di sekolah. Penulis langsung dipersilahkan oleh dewan guru masuk ke ruang kantor terlebih dahulu, para guru menyampaikan kepala sekolah belum hadir ke sekolah karena ada keluarga yang sakit. Jam 9.15 wib acara sosialisai kami lakukan di halaman sekolah, dewan guru beserta siswa sangat tertib mendengarkan penjelasan dari penulis tentang literasi, serta tujuan akhir dari gerakan literasi ini.

Gerakan literasi di SDN Limo penulis menyepakati bersama siswa dan guru  untuk menulis cerita pendek tentang kisah keseharian, siswa yang dilibatkan mulai dari kelas IV sampai kelas VI. Acara sosialisasi langsung dilaksanakan di halaman sekolah. Guru yang mendampingi yaitu ibu Susi Susanti,S.Pd dan ibu Rita Nursanti,S.Pd terlihat sangat aktif membimbing siswa bersama penulis untuk memberikan ide-ide dalam menulis cerpen.

Jam hampir menunjukkan pukul 10.30 wib, beberapa siswa terus aktif dan terlihat sangat serius menulis cerpen. Penulis dan siswa sepakat waktu untuk menulis sampai jam 11.00 wib. Setelah semua siswa siap menulis cerpen lalu dikumpulkan oleh ibu guru pendamping.

Selesai kegiatan siswa menulis cerpen terlihat kepala sekolah ibu Nurbaiti,S.Pd sudah tiba di sekolah. Penulis langsung menjumpai kepala sekolah,memberikan surat rekomendasi izin pelaksanaan GELIS dan menyampaikan maksud dari kegiatan literasi tersebut walaupun sebelumnya penulis sudah menyampaikan juga tentang gerakan literasi bersama IGI Alhamdulillah kepala sekolah  sangat respon dan mensuport gerakan literasi serta mengucapkan banyak terimakasih kepada penulis. Diakhir gerakan literasi penulis menyampaikan kepada guru dan siswa  bahwa sekolah harus merampungkan karya siswa, nantinya karya siswa tersebut akan dikirim kepercetakan hingga menghasilkan karya menjadi sebuah buku ber-ISBN. Penulis juga berpesan kepada guru dan siswa di sekolah tersebut agar jangan berhenti meningkatkan kompetensi lewat literasi. Akhir kegiatan kami melakukan sesi photo bersama.

 LITERASI ASYIK DI SDN MESALEE

SDN Mesalee masih satu gugus dengan gugus xII SDN 1Indrapuri yaitu sekolah tempat penulis bertugas, namun jaraknya lumayan jauh dari gugus. Senin 3 Desember 2018 penulis meluncur ke Mesalee untuk misi gerakan literasi, ditengah perjalanan menuju ke Mesalee, penulis banyak  menemui sapi-sapi yang asyik tiduran dijalan,anehnya sapi tersebut meskipun sudah diklakson namun ogah untuk bangun, terpaksa penulis turun dari kereta dan mengusirnya. Jam 9.30 wib sampai juga di sekolah SDN Mesalee, penulis melihat murid sedang melaksanakan shalat dhuha bersama guru agama dan juga ibu kepala sekolah. Sambil menunggu usai shalat dhuha penulis dipersilahkan masuk ke ruang kantor terlebih dahulu oleh guru yang lain. Asyik berbincang-bincang dengan para dewan guru lalu kepala sekolah masuk ke kantor, penulis langsung menyalami kepala sekolah serta tidak membuang waktu langsung menyerahkan surat izin GELIS serta menjelaskan maksud kedatangan. Kepala sekolah ibu Nazaryani,S.Pd sangat antusias menyambut gerakan literasi tersebut, dan mempersilahkan penulis untuk melakukan acara sosialisasi gerakan literasi di ruang mushalla. Guru pendamping ibu Rahmi,S.Pd dan Hafidhah,S.PdI membantu penulis menyiapkan spanduk serta mengatur posisi duduk siswa.

Gerakan literasi di SDN Mesalee penulis menyepakati bersama siswa dan guru  untuk menulis puisi tentang kisah-kisah keseharian, tentang guru , tentang orang tua dan sebagainya, siswa yang dilibatkan adalah siswa kelas atas yaitu  dari kelas IV sampai kelas VI. Guru pendamping terlihat sangat aktif membimbing siswa bersama penulis untuk memberikan ide-ide dalam menulis puisi.

Siswa duduk dengan tertib saat mendengarkan penjelasan dari penulis dan langsung kami sepakat untuk menulis puisi dengan durasi waktu 1 jam. Jam sudah menunjukkan pukul11.00 wib, ternyata siswa di SDN Mesalee sangat pintar-pintar membuat puisi, bagi siswa yang sudah selesai  mereka mengumpulkan karya pada guru pendamping.

Selesai siswa membuat puisi  diakhir gerakan literasi penulis menyampaikan kepada guru dan siswa  bahwa sekolah harus merampungkan karya siswa dan bila ada siswa yang ingin menulis lagi puisi silahkan ditulis lagi, nantinya karya siswa tersebut akan dikirim kepercetakan hingga menghasilkan karya menjadi sebuah buku ber-ISBN. Penulis juga berpesan kepada guru dan siswa di sekolah tersebut bahwa sekolah harus peka terhadap bakat minat siswa serta jangan berhenti meningkatkan budaya membaca dan menulis dan berkompetensi lewat literasi.Tidak lupa kami untuk mengabadaikan kegiatan dengan photo bersama.

 

LITERASI LESTARI DI SDN MUREU

Kamis 29 November 2018 tepat jam 9.00 wib penulis tiba di sekolah SDN Mureu, SDN Mureu masih dalam gugus XII SDN 1 Indrapuri. Di pintu pagar sekolah penulis disambut ramah oleh ibu Mutia Irawati,S.PdI, beliau guru  agama di sekolah tersebut merupakan teman seperjuangan menulis antologi puisi yang meruapakan buku perdana kami, dan satu buku lagi berjudul “guru hebat bersyariat menuju abad 21” yang sudah diterbitkan oleh CV. Arga Pustaka dan ber-ISBN. Penulis langsung dipersilahkan masuk ke ruang guru, disana kepala sekolah ibu Zarraton,S.Pd menyambut penulis dengan sangat ramah. Dewan guru juga mempersilahkan penulis untuk mencicipi makanan kecil yang sudah disiapkan diatas meja beserta teh hangat. Sambil menikmati teh hangat penulis langsung memberikan surat izin GELIS kepada kepala sekolah dan menjelaskan maksud kedatangan ke sekolah tersebut. Tanpa buang waktu guru pendamping ibu Mutia Irawati,s.PdI langsung mempersiapkan siswa yang menjadi sasaran yaitu siswa kelas IV dan V untuk berkarya, tidak semua siswa diikutsertakan karena SDN Mureu memiliki banyak rombel dan siswanya juga banyak. Acara sosialisasi dan gerakan menulis perdana kami laksanakan di halaman sekolah, kami sepakat untuk menulis pantun dan durasi waktu selama 1 jam, dan penulis menekankan tdak boleh karya pantun yang plagiat.

Jam hampir menunjukkan pukul 10.00 wib, beberapa siswa terus aktif dan terlihat sangat serius menulis pantun, meskipun sesekali meminta bu guru dan penulis untuk melihat pantunnya. Penulis dan siswa sepakat waktu untuk menulis sampai jam 11.00 wib. Setelah semua siswa siap menulis pantun lalu dikumpulkan oleh ibu guru pendamping.

Diakhir gerakan literasi penulis menyampaikan kepada guru dan siswa  bahwa sekolah harus mengetik karya siswa tersebut, nantinya karya siswa tersebut akan dikirim kepercetakan hingga menghasilkan karya menjadi sebuah buku ber-ISBN. Penulis juga menitip pesan kepada guru dan siswa di sekolah tersebut agar jangan berhenti meningkatkan kompetensi lewat literasi. Akhir kegiatan kami tidak lupa pula melakukan sesi photo bersama.

SALAM LITERASI !

TINGKATKAN KOMPETENSI RAIH BERJUTA PRESTASI !

DENGAN KARYA KITA BERJAYA

 

 

 

Views All Time
Views All Time
49
Views Today
Views Today
1
Previous articlePENERAPAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SDN LAMNGA ACEH BESAR
Next articleGERAKAN PPK DIRUMAH KEDUA SISWA
Nama :Juwita, S.Pd Tempat tanggal lahir :Aceh besar 15 Maret 1978 Tempat tugas :SDN 1 Indrapuri Hobi: membaca, menulis, dan bersih-bersih Berstatus kawin dan memiliki 1 putri dan 2 orang putra, Tinggal di Desa Lambunot, Kecamatan Simpang Tiga,Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Mengecap pendidikan Min Paya Seunara Sabang, Lalu SMP 6 Kota Sabang,SMU di Banda Aceh, Lalu kuliah D-II di STKIP Getsempena. Melanjutkan S-1 FKIP Universitas Serambi Mekkah. Menjadi guru PNS April 2006,pertama mendapat SK di SDN Mureu Indrapuri, setahun kemudian di mutasi ke SDN 1 Indrapuri sampai sekarang,,, Pengalaman selama menjadi guru,,, pernah bersama DBE-2 sebagai fasilitator Sains, Fasilitator di HKI, Guru inti di gugus, dan memfasilitasi beberapa kegiatan di UPTD. Dalam mengembangkan kompetensi pernah mengikuti guru berprestasi tahun 2014, namun hanya mendapat juara 3 tingkat provinsi. Terimakasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu saya untuk dapat bergabung di blog.igi yang is the best,,semoga kita selalu sharing and growing together. salam satu hati guruku di Indonesia, ditangan kita ujung tombak bangsa.

LEAVE A REPLY