“Gernas Baku” Cintai Buku Sejak Dini

0
69

“Gernas Baku” Cintai Buku Sejak Dini

Edy Siswanto

Sebagai bagian Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Membiasakan diri dengan rutin gerakan 15 menit membaca buku sebelum dan sesudah dimulai pelajaran. Seperti pepatah “Buku adalah jendela dunia”. Membaca buku akan membuka jendela dunia. Dengan membaca akan memperluas wawasan. Hati tenang, fikirian, ide, gagasan tersalurkan. Membaca buku dapat meningkatkan daya pikir dan kemampuan seseorang dalam menemukan hal-hal baru yang berguna bagi kehidupan.

Orang tua berperan penting untuk menumbuhkan minat baca anak. Kontribusi orang tua membacakan buku adalah sebuah kebutuhan dalam pengasuhan anak sejak usia dini. Disamping dapat mendekatkan hubungan antara orang tua dan anak. Membacakan buku pada anak dapat mengoptimalkan kemampuan berkomunikasi dan berbahasa sejak dini.

Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernas Baku) secara Nasional digalakan. Terutama pada anak usia dini. TKIT Alkautsar Sidorejo Brangsong bertekad ikut menggerakan dan mensukseskannya.

Sabtu, tanggal 24 Agustus 2019. Bertempat dihalaman sekolah. Dengan mengundang seluruh orang tua atau wali murid. Baik dari TK kecil (A) maupun TK besar (B). Didampingi orang tuanya anak mendengarkan dan menyimak. Dibacakan buku cerita yang mempunyai nilai-nilai dalam pembentukan karakter seperti kasih sayang, keadilan dan keberanian. Dilanjutkan dengan cerita anak. Yang sebelumnya mengumpulkan foto keluarga dengan dihias bingkai dengan kardus. Nampak anak lebih aktif, kreatif dan mampu menyebut nama-nama anggora keluarganya.

Alhamdulillah ditengah kesibukan bisa menemani si kecil, anak ke-3 saya yang masih duduk di TK untuk belajar bersama. Mendampingi untuk membacakan dan menceritakan buku. Nampak Mas Azam sangat senang, menikmati dan khusuk saat dibacakan dua judul dalam cerita Nabi Sulaiman. Cerita “dua ibu yang rebutan bayi”. Dan cerita “kebun dan binatang” dengan ending cerita adalah kebijaksanaan, keadilan dan keberanian Nabi Sulaiman dalam memutuskan dan mengambil kesimpulan.

Hendaknya orang tua mampu meluangkan untuk perkembangan anak. Cerita-cerita seperti ini sangat baik untuk dibacakan pada diri anak. Terutama saat menjelang tidur. Dimana memori sedang dalam rata-rata “ambang batas tenang” sehingga mudah dibentuk, dimasuki cerita dan nilai-nilai untuk membentuk jiwa dan karakter pada diri anak.

Acara ini bertujuan Membiasakan orang tua membacakan buku bersama anak. Mempererat “kedekatan” hubungan sosial-emosi antara anak dan orang tua. Menumbuhkan minat baca anak sejak dini. Tutur Ustadzah Kumaedah kepala Sekolah TKIT Alkautsar saat membuka acara.

Seperti apa sebenarnya Gernas Baku itu? Dilansir dalam buku Panduan Gernas Baku Kemendikbud, adalah suatu gerakan untuk mendukung inisiatif dan peran keluarga dalam meningkatkan minat baca anak melalui pembiasaan di rumah, di satuan PAUD, dan di masyarakat.

Mengapa Gernas Buku begitu penting? Karena menurut survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, 91,47% anak usia sekolah lebih suka menonton televisi. Hanya 13,11% yang suka membaca. Hasil ini kongruen dengan survei penilaian siswa pada Program of Internasional Student Assesment (PISA) di tahun 2015. Bahwa literasi baca tulis anak Indonesia berada pada urutan ke 64 dari 72 negara yang disurvei. Miris rasanya.

Disatu sisi kompetensi pembelajaran abad 21 membutuhkan anak-anak yang
mampu berfikir kritis, kreatif, komunikatif, dan mampu berkolaborasi. Abad ini menuntut orang tua untuk mendampingi anak-anaknya mampu menguasai kecakapan beragam multi literasi seperti, kemampuan literasi baca-tulis, literasi numerasi, literasi pengetahuan alam (sains), literasi keuangan (finansial), literasi digital, maupun literasi budaya.

Dengan melibatkan orang tua, warga sekolah, guru dan masyarakat. Harapannya Gernas Baku dapat menjadi rutin bisa dilaksanakan disekolah. Dengan cara dilaksanakan dalam kelas dimana orang tua membacakan dan mendampingi. Tema bisa tentukan sesuai topik pembahasan di kelas. Dengan menumbuhkan minat baca anak akan muncul “kelas inspirasi”. Bisa juga orang tua ikut membantu (mengumpulkan buku) ditaruh dikelas. Atau dikenal “pojok buku kelas keluarga”. Acara selanjutnya disambung bersama. Membacakan pada saat puncak kolosal dan sebagainya peringatan hari bahasa atau puncak acara sekolah ditiap akhir semester.

Adapun saat dirumah, hendaknya orang tua belajar memahami kemampuan membaca anak (sesuai tahap perkembangan). Orang tua belajar memahami teknik menarik minat atau kesenangan anak untuk membaca. Orang tua belajar memahami teknik membacakan buku untuk anak (sesuai tahap perkembangan).
Orang tua belajar membiasakan membacakan buku atau bacaan, atau bercerita dengan anak.

Semoga anak-anak kita tumbuh sehat, ceria, cerdas, saleh dan taqwa. Generasi milineal di era digital. Menjadi pejuang tangguh tak mudah putus asa. Berguna bagi negara dan agamanya.. Amiin..

Views All Time
Views All Time
12
Views Today
Views Today
1
Previous articleCATATAN KEGIATAN DARING BERSAMA PESERTA BIMTEK KTI BARTIM: Kegiatan 2 Bimbingan Online Malam Kedua. Bagian 2 oleh Jumakir, S.Pd.,MM
Next articleCerpen Kami Anak Sungai : Bagian 17. Berwisata ke Pulau Kembang dengan Kapal Klotok (3.Habis)
Edy Siswanto, S.Pd., M.Pd., Pemerhati Politik dan Pendidikan, Guru SMK Negeri 4 Kendal Jawa Tengah. Lahir di Pemalang, 28 Oktober 1976. Lulus terbaik S1 Teknik Mesin IKIP Veteran Semarang (sekarang Universitas Ivet Semarang), tahun 2000. Lulus cumlaud Pascasarjana S2 Manajemen Pendidikan Unnes Semarang, tahun 2009. Saat kuliah kegiatan aktivisnya berkembang. Pengalaman organisasi semasa kuliah. Berturut-turut : Menjadi ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Mesin tahun 1997-1998. Tercatat pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa di Fakultasnya tahun 1998-1999. Seiring bergulirnya reformasi pada tahun1998, aktif di organisasi mahasiswa Islam baik intra maupun ekstra kampus. Di Semarang turut membidani kelahiran Forum Kajian dan Studi Islam Aktual Strategis Semarang. Ikut serta melibatkan, mengorganisir gerakan aktivis kampus kala itu. Bersama lembaga mahasiswa ekstra kampus. Karenanya diskusi pemikiran dan Kajian keislaman menjadi santapan sehari-hari. Pengalaman pekerjaan sebagai Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan (TKRO) sejak tahun 1998 sampai sekarang. Dilaluinya penuh keprihatinan dengan jualan Koran, Majalah Forum Keadilan, Tempo dan Tabloid Adil saat itu. Mulai menulis sejak tahun 2001. Dengan dimuat di opini Harian Jawa Pos. Karenanya bacaan dan bahasan politik tak pernah asing. Dengan mengajar di berbagai SMK. Sejak tahun 1998-2000, Sebagai Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK IPTEK Tugu Suharto Semarang. Tahun 2000-2003, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Pondok Modern Selamat Kendal. Tahun 2003-2008, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Bina Utama Kendal. Tahun 2008-sekarang, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Negeri 4 Kendal. Tahun 2010-2015, sebagai Ketua PGRI Ranting SMKN 4 Kendal. Tahun 2012-sekarang, sebagai Ketua Komite Sekolah SDIT Alkautsar Sidorejo Brangsong Kendal. Tahun 2015-2020, sebagai Wakil Ketua PGRI Cabang Brangsong Kabupaten Kendal. Tahun 2016-2021, sebagai Ketua Bidang Organisasi Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Kendal. Tahun 2013-2017, Dosen Metodologi Penelitian dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Populer Universitas Ivet Semarang. Tahun 2017-2019, sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Negeri 4 Kendal. Tahun 2017-2022, Sebagai Ketua MGMP Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) SMK Kabupaten Kendal. Tahun 2017-2022, sebagai Ketua Guru Pembelajar Online TKRO SMK Kabupaten Kendal. Tahun 2017-2022, sebagai Direktur BUMDes Pangestu Hayati Desa Kertomulyo Brangsong Kendal. Tahun 2018-2021, sebagai Humas Asosiasi Guru Penulis (AGP) Kabupaten Kendal. Tahun 2018-sekarang, sebagai Kolumnis "Opini untukmu Guruku" Harian Jawa Pos Radar Semarang, wilayah Kendal. Tahun 2019-2024, Ketua Bidang Dakwah dan Kajian Alqur'an, Yayasan Majelis Taklim Pengkajian Alqur'an Husnul Khatimah Kendal. Beberapa rulisan artikel dan opini seputar politik dan pendidikan. Banyak dimuat diharian online maupun offline. Seperti Jawa Pos Radar Semarang, LPMP Jateng, Blog.IgI.or.id, gurusiana.id. Buku yang sudah ditulis, "Bunga Rampai Pemikiran Pendidikan" Penerbit MediaGuru Surabaya, tahun 2018. Buku yang lain dalam proses : "Guru Membangun Paradigma Berfikir" (on proses), "Smart School dan Sekolah Unggul" (on proses), "Pembelajaran Berbasis STEM" (on proses). "Membangun Kinerja Team Work yang Kuat" Tinggal di Kendal dengan satu istri dan tiga anak. Bisa dihubungi di HP. 081215936236 dan Facebook Edy Siswanto ; edysiswanto.gurusiana.id ; kurikulumedysiswanto atau email siswantoedy1976@gmail.com; myazizy_2008@yahoo.co.id ; tweeter : Edy Siswanto ; IG : Siswanto Edy

LEAVE A REPLY