GGD Ancaman atau Harapan

0
63

***
Sudah hampir seminggu ini isu kehadiran Guru Garis Depan ramai diperbincangkan. Guru garis depan adalah program penerimaan pegawai negeri sipil melalui jalur khusus yang kebanyakan masyarakat umum tidak mengetahui. Mereka kebanyakan berasal dari luar daerah yang ditempatinya. Syarat utama mereka adalah mereka mempunyai sertifikat pendidik atau pernah mengikuti Program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) yang kemudian dilanjutkan mengikuti PPG selama satu tahun. Hiruk pikuk dan kecemburuan sosial mulai kelihatan. Banyak sarjana lokal merasa dinomorduakan dalam program ini. Bukan tanpa alasan mereka mengatakan bahwa masih banyak sarjana dan putra daerah yang belum terakomodir menjadi PNS di tempat yang bersangkutan. Bahkan ada sarjana yang menganggur karena harus di PHK karena kedatangan program GGD tersebut.
Timbul pertanyaan apakah GGD ini ancaman atau pertolongan bagi sekolah yang didatanginya? Menurut saya keberadaan guru garis depan memberikan energi baru bagi pendidikan Indonesia. Mereka berasal dari Provinsi yang bermacam-macam. Dari Sabang Sampai Merauke tercover di program ini. Dengan ilmu dan budaya yang berbeda mereka akan belajar dari keragaman yang dimiliki di tempat yang baru dan mengajarkan Budaya dan Ilmu di mana ia berasal. Selain itu akan timbul sebuah pergaulan yang heterogen diantara tenaga pendidik. Di sini juga sesama pengajar bisa berinteraksi dan sharing bersama. Bisa saja mereka lebih menguasai disiplin ilmu dan lebih profesional karena mereka berasal dari kampus yang sudah terakreditasi A ataupun B walaupun secara pengalaman mereka masih kalah dengan guru senior. Dilain sisi kemungkinan mereka punya kelebihan dalam bidang IT dan kecakapan lainnya. Inikan bisa dijadikan model bagi guru-guru yang lain.
Satu lagi ini juga masalah rezeki. Rezeki sudah diatur. Sadarilah bahwa rezeki mereka ada di tempat kita. Dan rezeki tidak akan pernah tertukar.
Yang harus di garis bawahi juga pemerintah dalam hal ini harus memberikan sebuah denda bagi mereka yang tidak komitmen di program ini. Bagi calon GGD yang menolak ditempatkan di tempat pengabdian karena letak geografis dan demografis harus diberikan sangsi. Kekosongan ini harus secepatnya ditanggulangi. Pemerintah pusat berkoordinasi dengan Pemda setempat mencari jalan untuk bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan.
Pesan saya bagi para pendidik isi terus kompetensi dan kemampuan Anda. Tingkatkan Keprofesionalan diri. Mari bersama-sama menyingsingkan lengan baju membangun peradaban generasi emas. Hilangkan semua iri ganti dengan ribuan motivasi. Selamat Mengabdi

Views All Time
Views All Time
178
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY