Kita semua tentunya punya panggilan dalam hidup ini, tak terkecuali dalam hal pekerjaan. Tatkala kita menyikapi pekerjaan apa pun yang kita miliki sebagai sebuah panggilan, maka ia akan menjadi sebuah pengabdian.

Pengabdian yang di ujung sana akan berubah sesuatu yang luar biasa, yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Yang berimbas kesuksesan sebagai bonusnya.

Guru yang memandang profesinya sebagai panggilan—-nan jauh dari nuraninya, dia merasa terpanggil untuk mendidik sesamanya—-akan menjadi  a lengendary teacher, yang menginspirasi banyak pembelajaran. Yang kata-katanya akan diingat sepanjang masa oleh mereka yang menjadi pembelajarnya. Sikap dan perilakunya akan menuntut dan mengarahkan mereka dalam mengurani perjalanan menuju kehidupan sukses dan bermakna.

Guru, sekali lagi,sungguh pekerjaan yang membanggakan dan mulia. Meskipun begitu masih banyak orang berpikir bahwa guru adalah profesi yang tak bermasa depan, padahal guru yang disanubarinya bersemayam rasa ini, akan melesat meraih kesetiaannya, seperti anak panah yang menjelit pada target dengan akuratnya.

Mengapa? Karena guru memiliki perasaan yang terpanggil seperti ini, akan memiliki boudless energy (energi yang tak teperi) untuk mengkristalisasikan seluruh hasratnya, segala mimpin didadanya. Kekuatan ini pada tahap selanjutnya  akan melesat mengorkestrasi segala daya yang ada, sehingga menjadi sebuah karya nyata yang unggul yang ditopang oleh sebuah etos kebajikan yang tinggi nilainya. Disana ada persintensi dan determinasi, yang sungguh luar biasa membawa pada sebuah kata “sekses!

(Dari karya Dani Ronnie M, The Power of Teaching)

Views All Time
Views All Time
184
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY