Guru Bebas Mengajar??

0
18

Guru Bebas Mengajar??

Langkah berani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengubah dan memproduk sistem pendidikan yang unggul kelihatannya mulai memasuki babak baru dalam dunia pendidikan nasional kita. Nadiem Anwar Makarim menetapkan empat program baru sebagai pembelajaran nasional yang disebut sebagai kebijakan Merdeka Belajar. “Program tersebut meliputi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi,” Menurutnya, proses pembelajaran terjadi dengan ada empat kebijakan baru ini. “Pada saat guru-guru ini dibebaskan, dibebaskan tapi juga dipaksakan untuk berpikir untuk pertama kalinya, di sinilah proses pembelajaran baru dimulai sekarang,”

Pernyataan guru “bebas” mengajar tanpa terikat panduan, belajar tanpa menghafal, serta hilangnya “ujian nasional” sebenarnya bukan yang dituntut. Yang dibutuhkan adalah sistem yang dibangun dengan kokoh. Sesuai tujuan pendidikan menurut UU 20/2003 tentang Pendidikan Nasional. Pasal 3 menegaskan bahwa tujuan pendidikan adalah “Mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab”.

Menilik tujuan pendidikan di atas, ada empat pilar utama dalam upaya mewujudkannya. Pilar pertama, religius yaitu menjadi manusia beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Pilar kedua, kecerdasan yaitu berilmu dan berfikiran positif. Pilar ketiga, ketrampilan yaitu cakap, kreatif, inovatif, dan mandiri. Pilar keempat, sosial yaitu berkarakter demokratis dan bertanggungjawab.

Karena aspek keagamaan sangat lemah, demikian juga dengan kematangan sosial dan politik maka harus kita dorong Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim untuk dapat membawa anak bangsa menjadi warga negara yang demokratis dan beragama yang baik. Jangan sampai peserta didik diarahkan hanya akan menjadi elemen pasar. Anak anak yang sekedar memenuhi kemauan pasar”. Pendidikan sekadar diorientasikan untuk keperluan jangka pendek yang hanya tergantung pesanan industri.

 

 

Views All Time
Views All Time
28
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY