Guru dan Gerakan Magrib Mengaji

0
19

Perhelatan besar tahunan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)  Nasional XXXI Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kabupaten Tabalong Tahun 2018 telah usai tadi malam ditutup oleh Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H.  Rudi Resnawan (07/11/2018)

Dalam sambutannya Wakil Gubernur Kalimantan Selatan ini menyampaikan bangga dengan prestasi anak-anak banua yang memiliki kemampuan dalam membaca dan memahami Al-Qur’an. Disanping itu,  beliau berharap melalui kegiatan MTQ kita akan lebih bersenangat lagi untuk membumikan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut,  pada sambutannya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan,  Drs.  H.  Noorfahmi,  MM   menyatakan dengan momentum MTQ Nasional XXXI Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan ini diharapkan akan muncul kembali semangat GERAKAN MAGRIB MENGAJI di masyarakat Kalimantan Selatan.

Gerakan Magrib mengaji sesungguhnya sebuah tradisi yang telah lama ada di masyarakat kita Kalimantan Selatan dan sekarang sudah mulai luntur dimakan zaman.

Gerakan magrib mengaji adalah gerakan dimana seluruh anggota keluarga belajar dan membaca Al-Qur’an bersama dirumahnya sesudah shalat magrib sampai isya.

Gerakan Magrib mengaji tidak akan terwujud saat seluruh komponen masyarakat tidak ambil bagian dalam mensukseskannya, seperti ayah atau ibu di runah,  guru di sekolah,  tokoh  agana dan tokoh masyarakat,  serta para umara di pemerintahan yang membuat kebijakan.

Berbicara tentang peran guru dalam rangka mensukseskan gerakan magrib mengaji ini adalah sebuah hal yang wajib diketahui oleh guru.  Karena sebagian kehidupan anak-anak berada di sekolah atau madrasah selebihnya di rumahnya.

Guru dapat membuat program-program kegiatan belajar mengajar di sekolah dan dirumah bagi siswa sehingga siswa akan termotivasi untuk mengaji di sekolah dsn di rumahnya.

Bukan sesuatu hal mustahil,  siswa yang dulunya tidak rajin mengaji (belajar dan membaca)  al Qur’an malam akan berubah seratus persen menjadi rajin dan mencintai Al Qur’an.  Hal ini disebabkan karena guru yang pandai merancang pembelajaran yang menarik dan menyenangkan di sekolah.

Misalnya guru mengajar dengan menggunakan multi media dan pengelolaan kelas yang baik,  sehingga guru dapat menayangkan vidio motivasi tentang orang-orang hebat dalam membaca dan menghafal Al Qur’an.

Disamping itu,  seorang guru juga membuat List isian atau buku penghubung kepada seluruh siswa yang berisi kegiatan keagamaan seperti shalat fardhu, shalat sunah dan membaca al Qur’an atau belajar al Qur’an.

Sungguh peran guru dalam hal ini sangat menentukan sukses atau tidaknya gerakan magrib mengaji ini,  disamping peran orangtua,  tokoh mqsyarakat,  ahli agama,  dan para umara.

Semoga momentum pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kabupaten Tabalong Tahun 2018 ini memberikan semangat baru lagi guna kita bersama untuk mensukseskan Gerakan Magrib Mengaji yang dicanangkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan ini.

Tanjung,  08 Nopember 2018

Views All Time
Views All Time
22
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY