GURU dan KONTESTASI PILKADA 2018

0
22

Tahun 2018 ini menjadi tahun politik yang dialami oleh beberapa daerah, baik provinsi, kabupaten ,atau kota, karena akan menggelar pesta demokrasi pemilihan kepala daerah langsung atau PILKADA, tepatnya pada tangga 27 Juni 2018 nanti. Salah satunya adalah daerah penulis berada,  yaitu Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan. Ada 2 (dua) pasangan calon kepala daerah yang bertarung dalam kontestasi PILKADA Kabupaten Tanah Laut, yaitu pasangan nomor urut 1. Sukamta dan Abdi Rahman, dan nomor urut 2. Bambang Alamsyah dan Ahmad Nizar.

Pada saat ini sedang berlangsung tahapan kampanye, yang diisi dengan kegiatan kampanye dialogis dari satu desa ke desa yang lain, atau dari satu kampung ke kampung yang lain, guna menyampaikan visi, misi pasangan calon kepala daerah jika mereka terpilih sebagai kepala daerah. Bukan hanya di tataran dunia nyata saja, kampanye juga merambah dalam dunia maya melalui media sosial yang dilakukan oleh tim sukses atau pendukung masing-masing pasangan calon.  Persaingan dalam dunia nyata antara pasangan calon, tim sukses, dan pendukung masing-masing pasangan memang tidak terlihat jelas alias “nyata”, tetapi yang terlihat lebih “nyata” persiangannya malah ada dalam dunia maya itu sendiri.

Guru sebagai salah satu unsur masyarakat yang berhak memilih, memang dapat menentukan sikap dalam kontestasi PILKADA, khususnya saat pemungutan suara. Terkait dengan guru yang berstatus PSN/ ASN, mereka terikat dengan ketentuan yang melarangnya dalam politik praktis mendukung salah satu calon pasangan calon sebagaimana berlaku bagi semua PNS/ASN. Namun, ketentuan yang melarang guru berpolitik praktis, tentunya tidak berlaku bagi guru yang berstatus honorer atau Guru Tidak Tetap atau GTT.

Kontestasi PILKADA memerlukan dukungan dan partisipasi para pemilih yang telah terdaftar dalam daftar pemilih untuk memilih pemimpin daerah yang akan menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan daerah dalam 5 (tahun) kedepan agar terwujud masyarakat adil, makmur ,dan sejahtera di daerah.

Guru dapat berperan aktif dan positif dalam mensukseskan PILKADA dengan memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat yang berhak memilih yang ada di sekitarnya, untuk melaksanakan hak politiknya dengan menyalurkan suaranya saat pemungutan suar nantinya.  Peran dan partisipasi guru dalam mensukseskan PILKADA sangat diharapkan, karena dalam masyarakat di daerah “pesan”  guru masih cukup didengar dan terkadang menjadi tempat “curhat” warga masyarakat tentang sesuatu yang terkait dengan kehidupan sehari-hari, tidak tertutup kemungkinan juga masalah politik yang sedang berkembang di masyarakat.

Guru harus dapat memposisikan dirinya sebagai pihak yang netral dalam percaturan dan konstestasi PILKADA,  yang mulai menghangat menjelang hari “ H” nantinya. Tentunya, sebagai figur yang digugu dan ditiru, kedewasaan dan netralitas guru dalam konteks PILKADA menjadi sebuah keniscayaan agar masyarakat pemilih juga mendapat figur yang patut dicontoh dalam kehidupan perpolitikan di masyarakat. PILKADA  untuk demokrasi dan kesejahteraan bersama.

 

*****

 

Views All Time
Views All Time
84
Views Today
Views Today
1
Previous articleBELAJAR CINTA LINGKUNGAN
Next articleIGI dan INOVASI GURU INDONESIA
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY