GURU HONOR atau GURU IMPOR

0
25

Beberapa hari terakhir ini lagi viral tentang isu impor guru yang  menurut berita di media sosial dilontarkan oleh Puan Maharani, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Dengan adanya isu tersebut yang menyebar cepat di media sosial menimbulkan pro kontra warganet dari berbagai kalangan, baik perorangan maupun organisasi profesi guru. Warganet terpecah dalam menanggapi dan menyikapi adanya rencana impor guru yang dilontarkan oleh Puan Maharani saat menghadiri diskusi Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Beppenas, di Hotel Shangri-La, Jakarta.

Menurut berita di media sosial, PGRI sebagai organisasi profesi guru tertua dan terbesar di Indonesia melalui Ketua Umumnya menyatakan mendukung rencana impor guru yang digagas oleh Puan Maharani tersebut. Sedangkan organisasi profesi guru yang lain, salah satunya  IGI (Ikatan Guru Indonesia).Melalui Ketua Umumnya, Muhammad Ramli Rahim.  IGI menyatakan rencana ‘ impor’ guru yang disampaikan Puan beberapa waktu lalu tersebut tidak masuk akal. Terlebih lagi mengingat terjadinya surplus lulusan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK)  saat ini, yang jumlahnya diperkirakan mencapai 300.000 ribu lulusan setiap tahun (https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/zNALemZK-igi-rencana-impor-guru-sungguh-mengerikan).

Dengan adanya rencana impor guru yang dilontarkan oleh Puan Maharani selaku Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menyentak perhatian banyak pihak, terutama kalangan guru, organisasi profesi guru,  dan praktisi pendidikan lainnya. Bagaimana tidak, disaat jumlah guru honorer yang semakin banyak dan tidak jelas bagaimana nasibnya ke depan, pada sisi lain ada rencana impor guru oleh Pemerintah, apakah hal ini tidak menyentak banyak pihak?  Jelas, rencana tersebut mendapat tanggapan yang luar biasa dari banyak pihak yang selama ini memperjuangkan nasib guru honorer.

Terlepas adanya pro kontra yang terus berkembang di media sosial,  rencana impor guru tersebut hendaknya ditanggapi dan disikapi dengan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme  guru yang ada selama ini. Peningkatan kompetensi dan profesionalisme menjadi masalah yang penting dan strategis dalam upaya menyikapi era globalisasi dan revolusi industri 4.0 yang sudah di depan mata. Era globalisasi dan pasar bebas yang kini sudah berlaku dan kita hadapi saat ini menghendaki adanya keterbukaan dan akses  yang memudahkan bangsa atau negara lain masuk ke negara kita, termasuk dalam bidang pendidikan.

Namun demikian, perhatian dan perlindungan terhadap guru sendiri, khususnya guru honorer  yang jumlah sangat banyak patur dilakukan oleh Pemerintah sebelum memikirkan untuk mengimpor guru dari luar negeri. Guru honor yang ratusan ribu atau bahkan jutaan jumlahnya menunggu untuk dapat diangkat  menjadi ASN atau diperbaiki nasibnya dengan peningkatan jumlah honor atau gaji yang diterima setiap bulan. Selama ini perhatian dan perbaikan nasib guru honorer masih belum maksimal dilakukan, sehingga sangat dibutuhkan perubahan nasib guru honorer menjadi lebih baik lagi ke depannya, baik perbaikan status kepegawaiannya maupun kesejahteraannya. Semoga.

###1477###

 

 

Views All Time
Views All Time
68
Views Today
Views Today
1
Previous articleBukan ini yang Diharapkan
Next articleBagian 18. Buku OSG V : MENCARI SOSOK GURU YANG PROFESIONAL
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY