GURU INDONESIA SEMANGAT KELUAR KOTAK !

0
21

 

NADIEM MAKARIM MEMBACA MASA DEPAN PENDIDIKAN INDONESIA

OLEH : JUWITA, S.Pd

 

GURU INDONESIA SEMANGAT KELUAR KOTAK !

 

Pendidikan merupakan muara perubahan segala aspek kehidupan manusia, pendidikan sangat vital dalam tatanan peradaban manusia, karena dengan pendidikan peradaban suatu bangsa atau Negara akan dikenang serta dihargai. Pendidikan yang baik adalah pendidikan berazaskan realita di lingkungannnya.

Pendidikan adalah suatu proses pemberdayaan individu kearah pengembangan inteligensi  yang memiliki kompetensi-kompetensi berorientasi pada tingkat kritis, analisis dan reaktif. Pendidikan bukan semata-mata masalah teknis, bukanlah hanya sebatas pada mata pelajaran dan kurikulum, pemenuhan jam belajar, namun pendidikan harus dilihat secara konpeherensif dimana didalamnya ada proses harmonisasi humanisme baik dalam keluarga, masyarakat, negara bahkan dunia yang beretika, berbudaya, memperkuat karakter dan nation building untuk masa kini dan masa depan dalam dekade  jangka panjang. Perubahan pola pendidikan sangat mendesak untuk dilakukan, bukan hanya dari segi uji materi namun yang lebih penting adalah pelaku perubahan dari pendidikan itu sendiri yaitu para pendidik.

Satu azas pendidikan yang baik adalah berdasarkan realita dilingkungan sekelilingnya, maka pendidikan sekarang tidak boleh lagi dipandang hanya sebatas  lingkungan yang sempit sekitar saja, tetapi pendidikan sekarang adalah pendidikan global yang mendunia, perlu menatap jauh  dengan visi misi yang global karena seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang sangat pesat, teknologi berkembang dalam hitungan detik, era globalisasi dan era revolusi industri 4.0 yang sudah tidak mungkin lagi kita hindari dan sudah memasuki semua lini kehidupan sosial masyarakat dunia, oleh karena itu perubahan bidang pendidikan perlu segera revitalisasi atas pertimbangan potensi yang dimiliki, efektif menganalisa antara kekuatan dan kelemahan, peluang dan ancaman, maka pendidikan sangat penting mengintegrasikan pendidikan berbudaya dan berkarakter wujudkan rasa nasionalis kebangsaan yang tidak akan pernah tergerus dari pengaruh luar, berperilaku baik, mampu bersaing sehat dalam ilmu pengetahuan teknologi tingkat nasional maupun internasional.

Bila tidak ingin tertinggal lebih jauh dari peradaban pendidikan saat ini, transformasi pendidikan mau tidak mau harus mengikuti perubahan zaman karena seiring perubahan paradigma dan pemikiran manusia yang kompleks disegala bidang seperti bidang ekonomi, politik sosial dan bidang lainnya, otomatis  pendidikan harus disesuaikan dengan dinamis dan efektif untuk menjawab tantangan atas perubahan tersebut. Pelaku pendidikan tidak boleh melihat perubahan pesat sebagai suatu rintangan namun apresiasikan perubahan itu sebagai suatu gebrakan peluang untuk dapat beradaptasi dan eksis didalamnya.

Menghadapi era revolusi industri 4.0 dan globalisasi yang berkembang pesat Indonesia tidak boleh terbawa arus hegemoni itu sendiri, serta berpangku tangan melihat arus mengalir, namun harus menyaring konsep-konsep yang sesuai untuk kemajuan pendidikan kita. Berpikir kritis dan bertindak efektif adalah kunci menjawab tuntutan zaman tersebut, terutama para pendidik sebagai ujung tombak perubahan. Salah satu contoh berpikir kritis dan bertindak aktif kekinian seperti guru mampu menyelami trend perkembangan zaman anak milenial, dimana pembelajaran yang dibentuk adalah berbasis learning-nya bukan study tetapi learning-nya yang dibawa mengikuti teknologi, seperti pembelajaran berbentuk games, memanfaatkan konten-konten pembelajaran yang tersedia secara gratis, membuat aplikasi pembelajaran, dan lain sebagainya.

Bagaimanakah konsep masa depan pendidikan Indonesia ?,  mungkin kita memiliki persepsi yang berbeda-beda untuk menjawabnya, akan tetapi yang perlu diingat untuk menjawabnya adalah perumusan visi bangsa dan Negara tidak boleh berseberangan dengan cara pandang pelaku pendidikan. Pendidikan untuk mewujudkan cita-cita mulia harus mewakili aspirasi kebutuhan hakiki manusia Indonesia secara nasional, dapat berperan aktif di kancah Internasional, tidak boleh dipengaruhi oleh politik kekuasaan untuk suatu golongan dan kepentingan, bila hal diluar hakikat dasar pendidikan terjadi maka tata kelola pendidikan tidak akan maksimal serta visi nasional yang global takkan tercapai.

Mungkin sudah banyak prestasi yang kita capai selama ini,  angaran pendidikan yang besar saat ini memang sudah dirasakan manfaatnya oleh warga Indonesia, program Kartu Indonesia Pintar, bea siswa bidik misi dan bantuan lainnya diharapkan akan dapat meningkatkan mutu pendidikan serta menekan angka putus sekolah. Tetapi kita harus sadar dari beberapa penelitian ternyata pendidikan Indonesia masih sangat jauh tertinggal dibanding Negara lain di dunia. Masih banyak pekerjaan bangsa tercinta ini yang kompleks menanti didepan untuk segera dibenahi, sertifikasi yang belum tuntas, masalah kekurangan jam guru sehingga guru harus pontang-panting mencari jam diluar sekolah induk akibatnya pelayanan di satu sekolah tidak akan maksimal, KKG dan MGMP yang pasif, pelatihan yang tidak merata dan diperparah lagi guru yang sudah mendapat pelatihan masih kikir ilmu alias tidak mau mengimbaskan ilmu kepada sesama guru yang lain di KKG atau MGMP, kepala sekolah dan guru yang gaptek (gagap teknologi), permasalahan guru honorer yang dirasa sangat dilema dan menyentuh, indeks pemerataan guru, tingkat kelulusan yang tidak terserap di dunia kerja, ditambah lagi dengan isu pelanggaran HAM yang ditujukan kepada guru,konsistensi kurikulum yang sampai saat ini masih banyak guru yang belum maksimal memahaminya, kenyataan yang tidak bisa dinafikan hampir semua pekerjaan yang berurusan dengan ICT 80 persen baik kepala sekolah atau guru menyerahkan sepenuhnya kepada operator sekolah.

Masa depan pendidikan Indonesia ada di tangan kita semua, yakni para pengambil kebijakan, perumus kebijakan, pendidik dan tenaga kependidikan, pemangku kepentingan, orang tua, masyarakat, dan negara. Era global sekarang benar-benar tidak ada ruang bagi suatu negara untuk berkiprah tingkat dunia bila kwalitas sumber daya manusianya rendah. Upaya relevansi dan peningkatan kwalitas pendidikan nasional Indonesia harus dijadikan prioritas bangsa guna memperbaiki sistem manajemen juga pemerataan akses pendidikan disegala bidang.

Pendidikan Indonesia kedepan harus sama-sama digerakkan yang didukung oleh kurikulum, guru, sarana dan prasarana. Pendidikan era revolusi industry harus diartikulasikan sebagai pendidikan bernilai dan kebermaknaan artinya pendidikan jangan hanya sebatas formalitas semata tanpa out put yang signifikan, sebatas program pemerintah, guru hanya menghabiskan jam mengajar, akan tetapi lebih diorientasikan serta ditekankan pada pemerolehan nilai-nilai kehidupan dinamis yaitu life skill sesuai bakat potensi yang dimiliki agar tidak selamanya berperilaku konsumtif akan tetapi produktif,  soft skill yang mampu menyesuaikan serta bertahan dari tekanan arus degradasi, sehingga mampu bertahan ditengah-tengah masyarakat baik nasional atau masyarakat dunia untuk menghadapi gebrakan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean).

“Kita akan menyiapkan terobosan-terobosan yang signifikan dalam pengembangan SDM, yang menyiapkan SDM-SDM yang siap kerja, siap berusaha, yang me-link and match antara pendidikan dan industri nanti di wialayah Mas Nadiem” ucap Jokowi saat menunjuk Nadiem menjadi Mendikbud, Rabu ( 23/10/2019). Pemain edutech atau sarana edukasi berbasis digital Extramarks meyakini bahwa Nadiem paham masa depan pendidikan Indonesia berbasis teknologi. Cuontry Manager PT Extramarks Indonesia Fernando Uffie menyampaikan, dengan pola pikir Nadiem dirinya percaya bahwa Nadiem bisa melihat gambaran besar dari cita-cita pendidikan Indonesia. (JawaPos.com).

Cita-cita mulia Bapak Nadiem dan semua bangsa Indonesia untuk merubah wajah pendidikan Indonesia kearah yang lebih baik kita apresiasi dengan aksi kerja nyata diatas teoritis, tidak hanya formalitas tapi unjuk kerja yang tuntas. Pendidik sebagai garda depan perubahan wajib memiliki kemauan keras untuk menemukan perubahan karena masa depan generasi bangsa adalah lukisan tangan kita hari ini. Sebaik apapun sistem pendidikan diranncang apabila guru masih berperilaku tidak jujur pada diri sendiri maka tujuan pendidikan nasional tidak akan pernah tercapai, karena guru yang jujur adalah guru yang  terus belajar dan terus belajar serta tidak menutup diri, aktif merubah perilaku atas semua perubahan seiring perkembangan.

 “ Didiklah anak-anakmu sesuai zamannya nanti karena dia hidup bukan lagi di zamanmu”
“Seorang pemimpin adalah orang yang melihat lebih banyak dari pada yang dilihat orang lain, melihat lebih jauh daripada yang dilihat orang lain. dan melihat sebelum orang lain melihat. (Leroy Eims)

 

 

Views All Time
Views All Time
58
Views Today
Views Today
1
Previous articleUpacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke 91 MTsN 3 Mataram
Next articleMENDİKBUD DAN HARAPAN GURU
Nama :Juwita, S.Pd Tempat tanggal lahir :Aceh besar 15 Maret 1978 Tempat tugas :SDN 1 Indrapuri Hobi: membaca, menulis, dan bersih-bersih Berstatus kawin dan memiliki 1 putri dan 2 orang putra, Tinggal di Desa Lambunot, Kecamatan Simpang Tiga,Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Mengecap pendidikan Min Paya Seunara Sabang, Lalu SMP 6 Kota Sabang,SMU di Banda Aceh, Lalu kuliah D-II di STKIP Getsempena. Melanjutkan S-1 FKIP Universitas Serambi Mekkah. Menjadi guru PNS April 2006,pertama mendapat SK di SDN Mureu Indrapuri, setahun kemudian di mutasi ke SDN 1 Indrapuri sampai sekarang,,, Pengalaman selama menjadi guru,,, pernah bersama DBE-2 sebagai fasilitator Sains, Fasilitator di HKI, Guru inti di gugus, dan memfasilitasi beberapa kegiatan di UPTD. Dalam mengembangkan kompetensi pernah mengikuti guru berprestasi tahun 2014, namun hanya mendapat juara 3 tingkat provinsi. Terimakasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu saya untuk dapat bergabung di blog.igi yang is the best,,semoga kita selalu sharing and growing together. salam satu hati guruku di Indonesia, ditangan kita ujung tombak bangsa.

LEAVE A REPLY