Guru Kunjung IGI: Aku Tidak Punya HP untuk Belajar Online

0
19

Imbas mewabahnya pandemi Covid-19, juga telah dirasakan oleh dunia pendidikan di seluruh pelosok negeri, termasuk pendidikan di Pulau Binongko. Hal ini terlihat jelas ketika Presiden Joko Widodo menghimbau masyarakat untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah, tujuannya untuk memutus mata rantai penularan pandemi virus corona ini.

Kendati demikian, timbul sebuah pertanyaan seberapa efektifkah langkah belajar dari rumah yang sudah berjalan selama ini?

Sebagai seorang penjagar di salah satu instansi pendidikan di Pulau Binongko, saya berpandangan bahwa secara umum untuk proses pembelajaran dengan mengejar target kompetensi sebagaimana tertuang dalam kurikulum sangat sulit dimungkinkan bisa berjalan efektif dimasa pandemi ini, dimana kita dituntut untuk stay at home.

Namun, lagi-lagi yang jadi persoalan ungkap adalah tentang sumberdaya para peserta didik. Karena kita tinggal di pelosok seperti Pulau Binongko, pendapatan ekonomi keluarga siswa rata-rata di klaster bawah. Sehingga, tidak semua siswa dapat belajar secara daring.

Yang bisa dilakukan saat ini adalah mendorong kesadaran pribadi serta orang tua siswa untuk dapat memastikan seluruh peserta didik tetap belajar dengan berbagai alternatif metode masing-masing. Misalnya dengan membaca buku secara rutin atau kegiatan lain untuk meningkatkan wawasannya. Guru hanya bisa memberikan tugas sebagai instrumen penilaian belajar nya.

Saya juga terkadang juga mengalami kesulitan, baik dalam pemberian tugas dan materi ataupun dalam proses penilaian.

Ada seorang siswi yang turut berkomentar ketika para siswa ini ditanya, apakah tepat proses belajar mengajar dari rumah secara online diterapkan di Binongko. Kebetulan saat itu belajar tentang mata pelajaran IPS. Dengan hati siswi tersebut berkata, untuk skala Binongko proses pembelajaran dari rumah secara online tidaklah tepat, karena kondisi jaringan internet tidak normal. Apalagi Binongko masih kategori zona hijau, menurutnya tidak masalah kalau sekolah tetap diaktifkan sebagaimana biasa. Kemudian ia melihat tidak semua siswa-siswi di Binongko memiliki HP Android untuk mengikuti PBM secara online.

Pesanku, bahwa masa belajar dirumah ini hendaknya jangan di salah artikan sebagai libur biasa. Menurut saya justru ini bisa dijadikan kesempatan besar untuk memacu diri terutama kemandirian dan kesadaran belajar. Silahkan belajar dengan metode dan kesenangan masing-masing dan upayakan target-target pembelajaran bisa tercapai. Minimal belajar dari buku pelajaran masing-masing yang telah dibagikan.

Saya berharap untuk pemerintah, Hendaknya mendorong stakeholder dan masyarakat umum khususnya org tua/wali siswa untuk melaksanakan pendampingan dan memastikan siswa tetap belajar meski di rumah saja. Bila perlu bantuan-bantuan sosial yang dikucurkan pemerintah diintegrasikan dengan program kewajiban harus belajar meski di rumah saja.

Views All Time
Views All Time
17
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY