Catatan Pembelajaran luar jaringan di Kabupaten Kepulauan Sangihe

Oleh: Jevery Paat, S.Pd

(Guru SMK Negeri 2 Tahuna)

 

Gambar 1. Kegiatan Belajar Luring bersama salah satu siswa Kelas X Perhotelan

Lokasi: Desa Kauhis (Pinggir Pantai)

 

Sejak dimulainya kegiatan belajar mengajar tahun pelajaran 2020/2021 pada bulan Juli 2020 yang lalu, aktifitas pembelajaran pun serentak dilaksanakan pada satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Namun ada yang berbeda dengan proses pembelajaran kali ini. Dimasa pandemi Covid-19 pemerintah menganjurkan untuk kegiatan belajar dilaksanakan dengan konsep pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan cara belajar dari rumah (BDR) melalui 2 metode yaitu moda daring (dalam jaringan)/online dan moda luring (luar jaringan) atau offline.

 

 

Gambar 2. Memberikan Penjelasan Kepada siswa tentang materi pembelaran
Lokasi: Poskamling Pertigaan Jalan Manganitu

Sebagai salah satu pendidik yang bertugas di SMK Negeri 2 Tahuna Saya harus menjawab tantangan ini, dimana proses pembelajaran harus dilaksanakan tanpa tatap muka di Kelas. Dengan mengikuti berbagai informasi terkait PJJ BDR dan istilah-istilah lainnya, maka Saya termotivasi untuk mencoba konsep pembelajaran berbasis tatap muka Daring secara online dengah menggunakan LMS (Learning Management System). Alhasil, cara ini sempat berjalan nyaman dan lancar selang 2 minggu pertama di awal tahun pelajaran dengan respon siswa yang baik, namun seiring berjalannya waktu keadaan mulai berbalik dari subjek pembelajaran dimana para siswa mulai mengalami kendala utama yaitu koneksi internet alias kehabisan pulsa data untuk mengakses internet. Hal ini sangat mempengaruhi kualitas pembelajaran secara Daring (tatap muka online).

Saya mengampuh 5 Mata Pelajaran Peminatan pada kompetensi keahlian Perhotelan (Kelas: X Komunikasi Industri Pariwisata), (Kelas XI: Food and Beverage, Housekeeping), (Kelas XII: Food and Beverage, Front Office) dengan Schedule pelajaran mulai hari Senin sampai hari Jumat dengan total 27 Jam Pelajaran.

Dengan latar belakang siswa yang berasal dari beberapa Kecamatan yang jangkauannya jauh dari Tahuna, ada yang dari Kecamatan Tabukan Tengah, Kecamatan Tabukan Selatan, Kecamatan Manganitu, Kecamatan Kendahe, Kecamatan Tabukan Utara dan juga ada yang berdomisili di Kecamatan Tahuna, Kecamatan Tahuna Timur dan Kecamatan Tahuna Barat.

Selain kendala koneksi internet, ada juga peserta didik (Siswa) yang tidak mempunyai Handphone Andriod/Smart Phone dan ada juga siswa yang berdomisili di wilayah blankspot. Hal ini berdampak terhadap proses pengawasan pembelajaran.

Saya pun bertekad untuk menjangkau para siswa tersebut, dengan membuat sebuah perencanaan matang mulai dari perangkat pembelajaran pembelajaran jarak jauh dengan Moda Luring, saya pun membuat sebuah perencanaan dengan membuat konsep Buku Panduan Pembelajaran Luring dengan memilih sebuah Konsep pembelajaran melalui Kompetensi Dasar yang dianggap Esensial dilengkapi dengan materi belajar mandiri oleh siswa dirumah. Konsep nya materi yang saya buat disiapkan untuk proses pembelajaran selama sebulan penuh sesuai dengan buku petunjuk pembelajaran luring yang saya antar secara langsung ke rumah siswa.

Akhirnya bersama beberapa rekan Guru dan Wali Kelas Perhotelan kami melaksanakan kegiatan pembelajaran Luring dengan Sasaran ke Kecamatan Manganitu desa Nahepese dan Kecamatan Manganitu desa Kauhis, selanjutnya kami meneruskan perjalanan menuju ke desa Belengang sampai akhirnya kami harus terhenti di sini karena cuaca pada hari itu sudah hujan deras dan mengakibatkan jalanan longsor. Kami pun bergegas kembali ke Tahuna setelah cuaca sudah mulai cerah di tengah kondisi jalan yang mulai dipenuhi lumpur. Namun, Puji Tuhan kami luput dari bahaya dan bisa tiba kembali di Tahuna dengan selamat.

Kegiatan kunjungan ke rumah siswa yang kami laksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2020 merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa dimana selain bertemu dengan siswa untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran, kami juga dapat melihat kondisi keluarga siswa kami, dengan latar belakang yang berbeda-beda serta dimasa pandemi covid-19 ini, ada segudang cerita yang terpatri dalam sebuah diskusi ringan di sela-sela obrolan Saya dan orang tua siswa mulai dari masalah ekonomi dan kecemasan para orang tua yang menanyakan akan masa kegiatan pembelajaran yang sampai saat ini belum bisa ke sekolah.

Sebagai Guru kami hanya bisa memberikan penguatan secara moralitas dan spiritual kepada siswa dan orang tua yang kami kunjungi.

Kegiatan kunjungan dalam bentuk pembelajaran moda luring (luar jaringan) akan terus kami laksanakan setiap sebulan sekali, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru. Dengan kegiatan Luring kami dapat menjangkau siswa yang tak terjangkau, hal ini sangat efektif dilakukan berdasarkan situasi dan kondisi siswa kami.

(JP.2020)

 

Dokumentasi Kegiatan Pembelajaran Moda Luring:

#gurukunjungigi

Views All Time
Views All Time
20
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY